Ilustrasi merenung (pexels.com/Polina Romanenko)
Semakin dewasa, kamu mungkin semakin selektif dalam bercerita. Bukan karena ingin menjadi tertutup, tetapi karena mulai memahami bahwa tidak semua orang perlu mengetahui semua hal tentang kehidupanmu. Masalah pekerjaan tidak harus selalu diumbar di media sosial, persoalan hubungan tidak selalu membutuhkan penonton, dan keputusan pribadi tidak harus mendapatkan persetujuan semua orang.
Penelitian tentang emerging adulthood menunjukkan bahwa proses menjadi dewasa berkaitan dengan perkembangan identitas, kemandirian, pengambilan keputusan, dan kemampuan bertanggung jawab atas diri sendiri. Sebuah kajian mengenai konsep kedewasaan bahkan menemukan bahwa orang dewasa muda semakin mengembangkan kemampuan untuk menjadi bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan mengambil keputusan secara otonom.
"Emerging adulthood (masa transisi menuju dewasa), sebuah periode perkembangan yang khas antara usia 18 hingga 29 tahun, mencakup lima karakteristik: eksplorasi identitas, eksperimentasi/kemungkinan, negativitas/ketidakstabilan pandangan hidup, fokus pada diri sendiri, serta perasaan berada di antara masa remaja dan dewasa," dikutip dari studi A Systematized review of experiences of individuals in Arnett’s emerging adulthood stage who live with or are at-risk for genetic conditions dalam Wiley Online Library.
Ini juga berkaitan dengan kemampuan menetapkan batas dalam hubungan. Sunita Sah, PhD, menjelaskan bahwa salah satu cara melatih batas adalah berhenti sejenak sebelum langsung menyetujui sesuatu dan bertanya kepada diri sendiri apakah keputusan tersebut benar-benar sesuai dengan nilai yang kamu pegang.
"Salah satu strategi untuk menghindari 'jebakan kepatuhan' ini adalah dengan berhenti sejenak sebelum menyetujui suatu permintaan dan merespons dengan kalimat, 'Saya akan kabari kamu lagi mengenai hal itu.' Taktik lainnya adalah berbicara kepada diri sendiri menggunakan sudut pandang orang ketiga, karena cara ini memberikan ruang bagi nilai-nilai pribadi untuk kembali masuk ke dalam proses pengambilan keputusan. 'Saya mungkin berkata, 'Sunita, apakah ini benar-benar hal yang ingin kamu lakukan? Apakah ini bertentangan dengan nilai-nilaimu?'" ujar Sunita Sah menambahkan dalam American Psychological Association.
Mulai dewasa tidak selalu terasa seperti sebuah pencapaian besar yang bisa dirayakan dengan foto atau unggahan media sosial. Kadang, kedewasaan justru muncul dalam momen-momen kecil: berani mengakui kesalahan, mampu berkata tidak, menunda respons ketika sedang emosi, memikirkan konsekuensi, dan memahami bahwa tidak semua hal perlu diketahui orang lain.