Jakarta, IDN Times - Harga hunian di Jakarta membuat banyak orang harus memilih antara tinggal lebih dekat dengan tempat kerja atau mencari hunian yang sesuai kemampuan. Bagi pekerja muda dan pasangan yang baru menikah, rumah di tengah kota bisa terasa sulit dijangkau, sementara tinggal di luar kota berarti harus menghabiskan lebih banyak waktu di perjalanan. Situasi tersebut mendorong berkembangnya konsep co-living di Jakarta. Konsep ini menawarkan tempat tinggal dengan ruang pribadi yang lebih ringkas, tetapi dilengkapi fasilitas bersama yang bisa digunakan penghuni.
Gagasan ini menjadi salah satu bagian dari “Indonesia’s New Co-Lifestyle” yang diperkenalkan Rifyo Design Epicenter dengan kolaborasi bersama Pandega Design Weharima (PDW) dan Profindo Karya dalam Media Gathering IFFINA 2026 di NICE PIK 2, pada Jumat (25/9/2026). Konsep tersebut melihat ruang bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai tempat bekerja, terhubung, beristirahat, belajar, hingga bermain. Ada beberapa hal yang membuat co-living kian relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan saat ini.
