Ilustrasi membuka media sosial (unsplash.com/Photo by Annie Spratt)
Apa yang kamu lihat di media sosial sering kali hanya sisi terbaik dari kehidupan seseorang. Foto bahagia, pencapaian besar, dan momen menyenangkan bisa membuat hidup orang lain terlihat sempurna. Padahal, ada banyak hal yang tidak ditampilkan, seperti perjuangan dan kegagalan.
Jika kamu terus membandingkan hidupmu dengan apa yang terlihat di layar, kamu akan mudah merasa tertinggal. Karena itu, penting untuk lebih bijak dalam melihat dan menyikapi media sosial.
Menurut Susan Biali Haas, M.D. seorang dokter yang berfokus dalam pengurangan stres, pencegahan kelelahan, kesehatan mental, kesejahteraan, dan ketahanan, sebisa mungkin menghindari menggulir unggahan media sosial tanpa tujuan. Pasalnya, waktu yang dihabiskan di media sosial meningkatkan depresi dan rasa iri serta menurunkan kesejahteraan.
"Jadi gunakan media sosial dengan tujuan tertentu, khususnya memilih apa yang akan kamu lihat dan meminimalkannya," saran Susan dikutip dari Psychology Today.
"Ingatkan dirimu bahwa 'penampilan luar' orang lain tidak bisa dibandingkan dengan 'kepribadian dalam' dirimu. Kamu sebenarnya tidak tahu apa yang terjadi di balik itu," tambahnya.