Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rekomendasi Buku Best Seller Tentang Slow Living, Lebih Tenang!

Rekomendasi Buku Best Seller Tentang Slow Living, Lebih Tenang!
Buku The Things You Can See Only When You Slow Down dan Buku Essentialism (gramedia.com dan amazon.com)
Intinya Sih
  • Konsep slow living mengajak hidup lebih sadar, sederhana, dan seimbang tanpa kehilangan semangat untuk berkembang di tengah gaya hidup serba cepat.
  • Empat buku best seller seperti karya Haemin Sunim, Carl Honoré, Meik Wiking, dan Greg McKeown direkomendasikan untuk memahami makna slow living dari berbagai sudut pandang.
  • Membaca buku-buku ini membantu pembaca menemukan ketenangan, fokus, serta cara menikmati hidup dengan ritme yang lebih sehat dan tidak terburu-buru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Di tengah hidup yang serba cepat, banyak orang mulai merasa lelah karena harus selalu produktif, selalu tersedia, dan terus mengejar banyak hal dalam waktu bersamaan. Tidak heran, jika konsep slow living semakin menarik perhatian karena mengajak kita untuk hidup lebih sadar, sederhana, dan tidak terburu-buru.

Slow living bukan berarti hidup malas atau berhenti mengejar mimpi. Konsep ini lebih tentang memilih hal yang benar-benar penting, menikmati proses, dan memberi ruang untuk diri sendiri agar tidak mudah burnout. Kalau ingin mulai memahami gaya hidup ini, buku apa saja yang sekiranya cocok untuk dibaca? Yuk, intip di bawah!

1. The Things You Can See Only When You Slow Down

Buku The Things You Can See Only When You Slow Down
Buku The Things You Can See Only When You Slow Down (gramedia.com)

Buku karya Haemin Sunim ini menjadi salah satu bacaan populer tentang hidup lebih tenang dan mindful. Judulnya sendiri sudah terasa seperti pengingat sederhana, bahwa ada banyak hal penting dalam hidup yang baru bisa kita sadari ketika berhenti sebentar dari ritme yang terlalu cepat.

Buku ini layak masuk daftar rekomendasi karena sudah terjual lebih dari 3 juta kopi di dunia. Daya tariknya ada pada bahasa yang lembut, reflektif, dan mudah dipahami. Isinya cocok untuk pembaca yang sedang merasa lelah, banyak pikiran, atau butuh bacaan ringan yang bisa membuat hati terasa lebih tenang.

2. In Praise of Slowness

In Praise of Slowness
In Praise of Slowness (gramedia.com)

In Praise of Slowness karya Carl Honoré membahas bagaimana budaya serba cepat sering membuat manusia kehilangan keseimbangan. Buku ini tidak hanya bicara soal memperlambat hidup, tetapi juga mengajak pembaca melihat ulang cara bekerja, makan, beristirahat, hingga menikmati waktu.

Alasan buku ini menarik adalah karena pembahasannya luas dan relevan dengan kehidupan modern. Buku ini juga dikenal sebagai international best seller dengan penjualan lebih dari setengah juta kopi. Cocok untuk kamu yang ingin memahami slow living bukan hanya sebagai tren, tetapi sebagai gerakan hidup yang lebih sadar dan sehat.

3. The Little Book of Hygge

Buku The Little Book of Hygge
Buku The Little Book of Hygge (amazon.com)

The Little Book of Hygge ditulis oleh Meik Wiking dan membahas filosofi hidup ala Denmark yang dekat dengan kenyamanan, kehangatan, kebersamaan, dan rasa cukup. Buku ini cocok untuk pembaca yang ingin menciptakan hidup lebih tenang dari hal-hal kecil di sekitar, seperti suasana rumah, makanan hangat, atau waktu berkualitas bersama orang terdekat.

Buku ini dikenal sebagai million-copy best seller, sehingga popularitasnya tidak perlu diragukan lagi. Daya tariknya ada pada gaya penulisan yang ringan dan visual yang nyaman dibaca. Buku ini sesuai untuk kamu yang ingin memahami slow living dari sisi yang lebih hangat, sederhana, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Essentialism

Buku Essentialism
Buku Essentialism (amazon.com)

Essentialism karya Greg McKeown membahas cara hidup dengan memilih hal yang benar-benar penting dan melepaskan hal yang tidak terlalu perlu. Meski tidak secara langsung memakai istilah slow living, isi buku ini sangat sejalan dengan konsep hidup lebih fokus, sederhana, dan tidak mudah terdistraksi.

Buku ini menjadi New York Times bestseller dan telah terjual lebih dari 2 juta kopi di seluruh dunia. Kelebihannya ada pada pembahasan yang praktis, terutama untuk orang yang sering merasa sibuk, tetapi tidak selalu merasa produktif. Buku ini cocok untuk pembaca yang ingin hidup lebih terarah, punya batasan yang sehat, dan tidak terus-menerus terjebak dalam rutinitas yang melelahkan.

Membaca buku tentang slow living bisa menjadi langkah awal untuk memahami hidup dengan ritme yang lebih sehat. Dari buku-buku ini, kita bisa belajar bahwa hidup tidak harus selalu dikejar dengan tergesa-gesa.

Pada akhirnya, slow living bukan tentang meninggalkan mimpi atau berhenti berkembang. Justru, gaya hidup ini membantu kita tetap bertumbuh tanpa kehilangan rasa tenang, fokus, dan nyaman dalam keseharian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto

Related Articles

See More