Ilustrasi merasa bahagia (pexels.com/Alina Vilchenko)
Merayakan kemajuan, sekecil apa pun, bukan berarti cepat puas atau berhenti berkembang. Sebaliknya, kebiasaan ini membantu otak mengenali bahwa usaha yang telah dilakukan memiliki nilai. Ketika seseorang memberi apresiasi pada dirinya sendiri setelah berhasil mencapai target kecil, ia akan lebih termotivasi untuk melanjutkan langkah berikutnya dibandingkan jika terus merasa pencapaiannya tidak pernah cukup.
Selain meningkatkan motivasi, merayakan slow progress juga membantu mengurangi tekanan akibat perfeksionisme. Tidak sedikit orang yang merasa gagal hanya karena belum mencapai target sesuai waktu yang diharapkan. Padahal, hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada masa ketika kita perlu melambat untuk belajar, beradaptasi, atau memulihkan diri sebelum melangkah lebih jauh. Menghargai proses membuat kita lebih mampu menerima bahwa perkembangan setiap orang memang berbeda-beda.
"Mengenali kemenangan kecil membantu memperkuat pelajaran yang dipelajari, mendorong tindakan masa depan. Otak kita mendapat kesempatan untuk memperkuat pelajaran yang telah kita pelajari sejauh ini. Ini adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang," kata psikolog klinis Melanie McNally, Psy.D. dalam Psychology Today.
"Ketika meluangkan waktu untuk mengamati langkah-langkah tindakan mana yang mengarah pada pencapaiannya, kamu mengetahui apa yang berhasil dan apa yang tidak. Kamu akan jauh lebih mungkin untuk lebih terencana dalam langkah-langkah selanjutnya saat mengejar tujuan berikutnya," lanjutnya.
Hidup bukanlah perlombaan untuk menjadi yang paling cepat mencapai garis akhir, melainkan perjalanan untuk terus bertumbuh sesuai kemampuan dan keadaan masing-masing. Meski langkahmu terasa lebih lambat dibandingkan orang lain, setiap usaha yang dilakukan dengan konsisten tetap memiliki arti.