Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hukum Puasa di Hari Tasyrik dan Amalan yang Bisa Dilakukan
ilustrasi Muslim (freepik.com/Rawpixel.com)
  • Hari Tasyrik berlangsung pada 11–13 Dzulhijjah, tiga hari setelah Idul Adha, dan umat muslim dilarang berpuasa pada hari-hari tersebut.
  • Amalan yang dianjurkan di Hari Tasyrik meliputi menyembelih hewan kurban, makan-minum, bertakbir setelah salat wajib, serta memperbanyak zikir dan doa.
  • Umat muslim disunnahkan memperbanyak doa sapu jagad selama Hari Tasyrik dengan memohon kebaikan dunia dan akhirat sebagaimana dicontohkan Rasulullah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Puasa merupakan ibadah yang dilakukan orang muslim dengan menahan makan, minum, serta hal-hal yang dapat membatalkannya. Dalam Islam, terdapat puasa wajib dan sunnah, yang dapat dibedakan dengan waktu dilaksanakannya. 

Bicara soal waktu pelaksanaan puasa, terdapat hari-hari tertentu yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa. Salah satunya adalah hari Tasyrik. Pahami lebih dalam mengenai hari Tasyrik dan hukum puasa di hari Tasryik tersebut melalui artikel ini, ya!

1. Kapan hari Tasyrik tiba dan apa hukum berpuasa di hari itu?

Hari Tasyrik jatuh pada tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha, sebagaimana dilansir dari  ntb.kemenang.go.id. Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah sementara Idul Adha jatuh pada 10 Dzulhijjah. 

Dikutip dari laman islam.nu.or.id, pada hari Tasyrik, umat muslim diperkenankan untuk mengonsumsi daging kurban. Pada hari itu, umat muslim dilarang berpuasa. Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam kitabnya yang terkenal, Fathul Mu’in, menyebutkan keharaman puasa pada hari tasyrik.

"Pelengkap: puasa pada hari tasyrik dan dua hari raya id haram.” (Syekh Zainuddin Al-Malibari, Fathul Mu‘in pada Hasyiyah I‘anatut Thalibin, [Daru Ihyail Kutubil Arabiyah/Isa Al-Babi Al-Halabi: tanpa tahun], juz II, halaman 273).

2. Amalan di Hari Tasyrik

Meski tidak diperbolehkan berpuasa, pada hari Tasyrik, umat muslim dapat melakukan beberapa amalan yang disunahkan. Beberapa amalan tersebut di antaranya adalah menyembelih hewan kurban, makan dan minum, bertakbir setelah salat lima waktu.

Selain itu, seorang muslim juga dapat memperbanyak amalan di hari Tasyrik dengan memperbanyak berzikir kepada Allah serta memperbanyak doa kebaikan dunia dan akhirat. Itulah beberapa amalan yang bisa dilakukan seorang muslim dalam tiga hari setelah Idul Adha. 

3. Memperbanyak doa sapu jagad saat hari Tasyrik

Tiga hari selepas Hari Raya Idul Adha, seorang muslim hendaknya memperbanyak doa, zikir dan membaca doa sapu jagad. Dalam laman ntb.kemenag.go.id, disebutkan Rasulullah banyak memanjatkan doa saat wuquf dan hari Tasyrik. Adapun yang dibaca Rasulullah yakni surah Al Baqarah ayat 201:

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka."

Penjelasan mengenai hari Tasyrik di atas semoga dapat memberi pencerahan untukmu, ya! Telusuri terus berbagai artikel islami di IDN Times.

FAQ Seputar Hukum Puasa di Hari Tasyrik dan Amalan yang Bisa Dilakukan

Apa status hukum melakukan ibadah puasa pada hari tasyrik menurut konsensus ulama?

Status hukumnya adalah Haram dan tidak sah. Semua bentuk puasa—baik puasa sunnah, puasa qadha Ramadan, puasa kifarat, maupun puasa nazar—tidak boleh dilaksanakan pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Apa dalil sahih dari hadis Nabi SAW yang mendasari keharaman puasa ini?

Salah satu dalil utamanya adalah sabda Rasulullah SAW melalui riwayat Imam Muslim: "Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah." Larangan eksplisit ini juga dipertegas oleh riwayat lain di mana Nabi mengutus sahabat untuk mengumumkan agar tidak ada seorang pun yang berpuasa di hari-hari tersebut.

Bagaimana hukumnya jika seseorang sengaja bernazar untuk berpuasa tepat di hari tasyrik?

Nazarnya tidak boleh dilaksanakan karena objek nazarnya adalah sebuah kemaksiatan/hal yang dilarang syariat. Orang tersebut tidak boleh berpuasa pada hari tasyrik itu, dan ia wajib mengganti (meng-qadha) puasanya di hari lain di luar hari larangan, serta sebagian ulama mewajibkan membayar kafarat nazar.

Mengapa hari tasyrik dikategorikan sebagai waktu terlarang puasa seperti hari raya Idulfitri dan Iduladha?

Karena hari tasyrik merupakan kesatuan momentum (extension) dari hari raya Iduladha. Hari-hari ini disediakan oleh Allah SWT sebagai bentuk dispensasi dan jamuan universal bagi umat Islam untuk menikmati rezeki fisik berupa daging kurban sekaligus rezeki spiritual lewat takbir dan zikir.

Editorial Team

Related Article