Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Inspirasi Interior Retro Pop Art yang Colorful dan Lebih Ekspresif

ilustrasi interior rumah gaya retro pop art
ilustrasi interior rumah gaya retro pop art (unsplash.com/Toa Heftiba)
Intinya sih...
  • Dinding grafis dengan motif bold
  • Furnitur ikonik dengan bentuk unik
  • Palet warna cerah yang berani
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Gaya interior retro pop art selalu identik dengan warna-warna berani, bentuk grafis, dan ekspresi visual yang kuat. Nuansanya sering membawa ingatan ke era 60-an dan 70-an, ketika seni dan desain jadi medium perlawanan sekaligus perayaan kebebasan berekspresi. Di dalam ruang, gaya ini bukan sekadar dekorasi, tapi juga pernyataan karakter dan suasana hati.

Interior retro pop art cocok untuk ruang yang ingin tampil beda dan penuh energi. Warna cerah, motif kontras, dan elemen visual yang playful membuat ruangan terasa hidup dan jauh dari kesan monoton. Gaya ini juga memberi ruang untuk eksplorasi personal tanpa takut terlihat terlalu ramai. Yuk, jelajahi inspirasi retro pop art berikut supaya ruang terasa lebih ekspresif dan penuh karakter!

1. Dinding grafis dengan motif bold

ilustrasi interior retro pop art
ilustrasi interior retro pop art (pexels.com/Pexen Design)

Dinding grafis menjadi elemen utama dalam interior retro pop art karena langsung menarik perhatian. Motif geometric, garis tebal, dan pola berulang menciptakan kesan visual yang kuat sejak pertama masuk ruangan. Warna-warna seperti merah, kuning, biru, dan hitam sering dipadukan untuk menghasilkan kontras yang dramatis.

Selain sebagai latar visual, dinding grafis juga berfungsi sebagai titik fokus ruangan. Keberadaannya membuat furnitur dan dekorasi lain terlihat lebih hidup dan saling melengkapi. Dinding seperti ini memberi karakter yang tegas, seolah ruangan punya suara sendiri yang penuh ekspresi.

2. Furnitur ikonik dengan bentuk unik

ilustrasi interior retro pop art (pexels.com/Max Vakhtbovycn)
ilustrasi interior retro pop art (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Furnitur bergaya retro pop art biasanya punya bentuk yang gak biasa. Kursi melengkung, sofa berbentuk modular, dan meja dengan kaki unik menjadi ciri khas yang langsung mencuri perhatian. Elemen ini membawa nuansa playful sekaligus futuristik dalam satu waktu.

Material seperti plastik mengilap, vinyl, dan logam berwarna sering digunakan untuk memperkuat kesan era retro. Furnitur ini bukan cuma tempat duduk atau meja biasa, tapi juga objek seni yang berdiri sendiri. Kehadirannya membuat ruangan terasa lebih dinamis dan penuh cerita visual.

3. Palet warna cerah yang berani

ilustrasi interior retro pop art
ilustrasi interior retro pop art (pexels.com/RDNE Stock project)

Palet warna dalam interior retro pop art dikenal sangat ekspresif. Kombinasi warna primer seperti merah, biru, dan kuning sering dipadukan dengan hitam atau putih untuk menciptakan kontras yang kuat. Skema warna ini membuat ruangan terasa penuh energi dan gak mudah terasa membosankan.

Warna cerah juga berperan dalam membangun suasana emosional ruang. Ruangan terasa lebih hidup, optimistis, dan penuh semangat. Dengan penempatan yang tepat, warna-warna ini mampu menyatukan seluruh elemen desain menjadi satu komposisi yang harmonis tapi tetap berani.

4. Aksesori pop culture yang statement

ilustrasi interior retro pop art
ilustrasi interior retro pop art (pexels.com/Ayyeee Ayyeee)

Aksesori dalam gaya retro pop art sering terinspirasi dari dunia komik, musik, dan film klasik. Poster comic style, lampu neon, dan figur dekoratif menjadi elemen yang memperkuat identitas visual ruangan. Aksesori ini bukan sekadar pelengkap, tapi juga pembawa cerita dan nostalgia.

Keberadaan elemen pop culture memberi sentuhan personal yang kuat. Ruangan terasa seperti galeri kecil yang menampilkan selera dan minat pemiliknya. Aksesori ini membuat interior terasa lebih hidup dan ekspresif tanpa harus mengubah struktur utama ruang.

5. Pencahayaan artistik yang dramatis

ilustrasi interior retro pop art
ilustrasi interior retro pop art (pexels.com/Erik Mclean)

Pencahayaan dalam interior retro pop art gak hanya berfungsi menerangi, tapi juga menciptakan atmosfer. Lampu gantung dengan bentuk unik, lampu lantai berwarna, dan neon light menjadi elemen yang memperkuat kesan artistik. Cahaya berwarna juga sering digunakan untuk menambah dimensi visual ruangan.

Dengan pencahayaan yang tepat, warna dan motif terlihat lebih menonjol. Efek bayangan dan sorotan cahaya membuat ruang terasa lebih dramatis dan hidup. Pencahayaan seperti ini membantu menghidupkan karakter retro pop art secara maksimal.

Interior retro pop art adalah perayaan warna, bentuk, dan ekspresi diri. Setiap elemen bekerja bersama untuk menciptakan ruang yang penuh energi dan karakter. Gaya ini cocok untuk yang ingin keluar dari zona aman desain yang netral. Dengan sentuhan yang tepat, ruang bisa berubah menjadi ekspresi visual yang berani dan penuh semangat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Life

See More

12 Bunga untuk Hari Valentine 2026, Tak Melulu Mawar!

13 Feb 2026, 11:55 WIBLife