Pernah gak kamu melihat video di media sosial yang menampilkan penyandang disabilitas sedang berjualan atau berkegiatan lainnya? Kemudian, video tersebut diiringi musik latar belakang yang mellow dengan narasi yang seolah mendikte kita untuk senantiasa bersyukur, misalnya berbunyi seperti “Orang itu memang punya keterbatasan, tetapi ia mampu melewati segala rintangan hingga berhasil meraih juara nasional.”
Video atau narasi semacam itu sekilas tampak positif dan penuh penghargaan. Namun, kalau kita menilik lebih dalam, konten semacam itu dapat mengacu pada fenomena inspiration porn. Inspiration porn adalah cara orang nondisabilitas memandang para penyandang sebagai objek inspirasi mereka. Dalam konsep ini, dari sudut pandang nondisabilitas, keberadaan penyandang disabilitas adalah untuk menghangatkan hati serta membuka pikiran mereka. Lantas, mengapa kita harus berhenti mengonsumsi inspiration porn?
