Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menang di Piala Dunia? 6 Etika Medsos yang Harus Kamu Ingat!

Menang di Piala Dunia? 6 Etika Medsos yang Harus Kamu Ingat!
ilustrasi suporter (pexels.com/Caio)
Share Article

Kamu menjagokan tim mana pada Piala Dunia kali ini? Kalau sampai tim favoritmu memenangkan partai final pasti dirimu bahagia sekali. Walaupun kamu gak dapat apa-apa dan tidak satu pun dari pemainnya mengenalmu tetap rasa senang begitu kuat.

Biasanya para pendukung tim yang menang akan ramai-ramai bikin unggahan di media sosial. Jangankan tim jagoan menang di final. Tim baru menang babak penyisihan saja, suporternya sudah heboh.

Akan tetapi, kamu juga tetap perlu bijaksana dalam mengekspresikan kebahagiaan di media sosial seandainya tim yang didukung penuh olehmu berhasil menjuarai Piala Dunia. Jaga etika supaya pengguna akun lain khususnya teman-temanmu tidak sebal atau bertambah sedih karena kalian beda jagoan. Berikut cara agar kamu tetap dapat merayakan kemenangan tim andalan tanpa merusak pertemanan di medsos.

1. Ekspresikan kebahagiaan tanpa sedikit pun mengejek tim lain

menyaksikan pertandingan
ilustrasi menyaksikan pertandingan (pexels.com/Israel França)

Jagoanmu menang atas tim lain. Namun, tidak berarti ketika kamu membuat unggahan perlu membawa-bawa tim lawan tersebut. Fokus saja ke apresiasi buat tim kesayanganmu yang sudah berjuang dengan amat baik sehingga hasilnya gemilang.

Hindari kamu mendadak kasih evaluasi campur hinaan ke tim yang dikalahkan. Bukan hanya tim lawan ketika di babak final, melainkan juga di pertandingan-pertandingan sebelumnya. Bahkan bila skornya sangat jomplang.

Tanpa dirimu mempermalukan tim lawan pun, para pendukungnya sudah kecewa berat serta barangkali malu. Gak usah menambahi kekecewaan mereka. Lagi pula, bola terlalu bulat. Siapa pun bisa kalah atau menang dalam pertandingan.

2. Gak usah nge-tag teman yang tim favoritnya kalah

menyaksikan pertandingan
ilustrasi menyaksikan pertandingan (pexels.com/Bảo Minh)

Kamu cuma posting seputar kemenangan tim jagoanmu saja, pendukung tim lain bisa merasa gak nyaman. Apalagi kalau dirimu sampai menandai kawan yang jelas-jelas lagi kecewa berat. Apa maksudmu coba?

Buatmu, nge-tag akunnya barangkali cuma buat seru-seruan saja. Namun, bisa jadi hal itu hanya seru buatmu. Sementara untuk pendukung tim lawan malah terasa sebagai penghinaan.

Seakan-akan dirimu sedang berusaha membuka mata mereka lebar-lebar mengenai jagoan siapa yang paling hebat. Itu tidak diperlukan lagi. Pertandingan telah selesai. Pemenang sudah ditetapkan. Bahkan piala telah diangkat oleh tim jagoanmu. Kurang apa lagi? Kecuali, kamu memang ingin membuat suporter tim lawan tambah down.

3. Tetap membatasi jumlah postingan tentang kemenangan jagoanmu

menyaksikan pertandangan
ilustrasi menyaksikan pertandingan (pexels.com/Stefan Coders)

Saat kamu sedang bahagia luar biasa pasti dorongan untuk mengekspresikannya sangat kuat. Beda dengan ketika dirimu sedih. Akan muncul keinginan menarik diri dari segala bentuk interaksi baik di dunia nyata maupun maya.

Tentu kamu masih boleh posting seputar kemenangan jagoanmu. Apalagi di momen-momen yang paling mengesankan. Seperti saat gol tercipta, para pemain merayakan kemenangan, dan ketika piala diangkat.

Semua itu memang amat berharga buat dirayakan, dikenang, dan diunggah. Namun, tetap batasi jumlah unggahanmu terkait kemenangan tim. Ukuran jumlahnya tidak kaku, tetapi kurang dari 10 mungkin lebih baik.

Pun cukup dalam beberapa hari saja, misalnya 3 hari. Jangan statusmu hingga berminggu-minggu masih soal yang sama. Meski niatmu murni merayakan kemenangan tim, lama-lama dapat terasa sebagai intimidasi ke suporter tim yang kalah.

4. Selektif kasih tanda like atau repost unggahan lain

nobar
ilustrasi nobar (pexels.com/Murat Ak)

Dirimu barangkali kurang jago bikin unggahan sendiri soal kemenangan tim kesayangan di Piala Dunia. Kamu sulit merangkai kata yang pas buat mengekspresikan rasa gembira. Juga gak sempat merekam detik-detik yang menentukan kemenangan itu.

Maka dari itu, dirimu hanya mengunggah ulang atau meninggalkan tanda suka di postingan akun lain yang membahas hasil akhir Piala Dunia. Akan tetapi, kamu juga perlu tetap selektif dalam melakukannya. Baca baik-baik caption-nya.

Meski dalam hati dirimu tak masalah dengan unggahan tersebut, mending gak usah di-like apalagi repost jika berpotensi menyinggung suporter tim lain. Tidak semua isi pikiranmu perlu dinyatakan di dunia maya. Pun jejakmu di unggahan yang kurang bijak akan diartikan sebagai dukungan alias kamu sama saja dengan orang yang posting.

5. Gak usah bikin atau share meme kekalahan tim lain

pertandingan sepak bola
ilustrasi pertandingan sepak bola (pexels.com/Beyza Kaplan)

Banyak warganet yang amat kreatif dan suka bercanda. Apalagi ketika ada topik yang menarik dibicarakan panjang lebar. Selain melalui tulisan di kolom komentar, orang sekarang juga senang bikin berbagai meme.

Tidak terkecuali, meme-meme tentang tim lain yang kalah. Karena kamu berada di pihak yang menang, pasti sebenarnya dirimu suka-suka saja melihatnya. Namun, tetaplah menghargai perasaan pendukung tim yang gagal membawa pulang piala.

Tidak perlu kamu ikut-ikutan bikin meme seputar kekalahan tim lain. Tim yang kalah biarlah kalah. Pemenang sejati serta suporternya gak usah makin menjatuhkan mental tim lawan berikut pendukung setianya.

6. Jangan sampai rasis

aksi kiper
ilustrasi aksi kiper (pexels.com/ANH LÊ)

Piala Dunia diikuti oleh banyak sekali negara. Pertandingan ini tidak bertujuan untuk memecah belah warga negara mana pun. Justru laga akbar ini memiliki maksud lain yang sangat baik yaitu memperkuat hubungan antarnegara.

Olahraga adalah bidang yang netral. Cegah kamu sebagai pendukung tim yang menang justru mendadak bersikap rasis. Contoh tindakannya, mengaitkan kekalahan tim lawan dengan rasnya.

Seolah-olah Piala Dunia cuma pantas dimenangkan oleh tim dengan ras tertentu. Padahal, semua pemain dari berbagai negara punya skill tinggi di lapangan. Kalau tidak, mereka tak akan terpilih mewakili negaranya. Soal ras yang kali ini memenangkan final cuma kebetulan. Hindari unggahan ke arah sana.

Jika pun ada akun pendukung tim yang kalah bikin unggahan gak etis, dirimu tidak perlu membalas dengan sama buruknya. Misalnya, mereka menyebut tim kesayanganmu curang atau wasitnya tidak adil. Jangan biarkan dirimu terprovokasi. Tim yang menang tak lagi memerlukan pembelaan apa pun. Tetaplah tenang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya

Related Articles

See More

7 Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Meningkatkan Literasi, Terapkan!

22 Jun 2026, 13:11 WIBLife