Kamu pasti geram kalau melihat orang yang jelas-jelas bersalah bukannya mengakui kesalahannya malah playing victim. Apalagi ia menggunakan kekuasaan atau nama instansi besar untuk menekan korban yang meminta keadilan dan pertanggungjawaban darinya. Tindakan seperti di atas mencerminkan sifat pengecut.
Masalah menjadi berlarut-larut, seperti drama yang tak mengenal kata tamat. Institusional DARVO memang nyata. Gak mudah untuk menghilangkan budaya ini, seperti cicak melawan buaya. Namun, tidak berarti masyarakat luas lebih baik diam saja.
Justru peran semua orang yang peduli dengan keadilan sangat penting. Mari memahami institusional DARVO, penyebab, serta langkah untuk bisa mengurangi hal ini. Jangan biarkan segelintir penguasa membolak-balikkan kebenaran dan kesalahan.
