Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kebiasaan Sepele yang Diam-diam Merusak Kualitas Istirahatmu

ilustrasi perempuan tertidur  (pexels.com/olly)
ilustrasi perempuan tertidur (pexels.com/olly)

Tidur sering dianggap sebagai kebutuhan dasar yang bisa disesuaikan dengan kesibukan harian. Padahal, kualitas istirahat berperan besar dalam menjaga fokus, suasana hati, dan daya tahan tubuh. Sayangnya, banyak orang baru menyadari pentingnya tidur setelah dampaknya mulai terasa.

Tanpa disadari, rutinitas harian yang terlihat biasa saja bisa memengaruhi kualitas istirahat. Kebiasaan-kebiasaan ini kerap dilakukan berulang karena dianggap tidak berbahaya. Jika dibiarkan, efeknya bisa membuat tubuh lelah meski waktu tidur terasa cukup. Yuk, ketahui kebiasaan sepele yang diam-diam merusak kualitas istirahatmu.

1. Scrolling ponsel hingga menjelang tidur

ilustrasi perempuan bermain handphone sebelum tidur (pexels.com/ronlach)
ilustrasi perempuan bermain handphone sebelum tidur (pexels.com/ronlach)

Bermain ponsel sebelum tidur kerap dianggap sebagai cara santai untuk menutup hari. Padahal, cahaya biru dari layar dapat menghambat produksi melatonin yang membantu tubuh merasa mengantuk. Akibatnya, rasa lelah tidak sejalan dengan kesiapan tubuh untuk tidur.

Dikutip dari SELF, Beth Malow, MD, seorang ahli saraf, menyebutkan, tak hanya soal cahaya, konten yang dikonsumsi juga berdampak besar. Ditambah lagi, kontennya sering kali memicu kemarahan. Stimulasi emosional ini membuat otak tetap aktif meski ponsel sudah disingkirkan.

2. Minum kafein terlalu sore

ilustrasi bubuk kopi (pexels.com/meruyertbissimbayeva)
ilustrasi bubuk kopi (pexels.com/meruyertbissimbayeva)

Banyak orang merasa aman minum kopi selama bukan di malam hari. Faktanya, kafein bekerja perlahan dan bisa bertahan lama di dalam tubuh. Dampaknya, proses tertidur menjadi lebih sulit dan tidur terasa tidak nyenyak.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kafein memiliki waktu paruh sekitar lima hingga enam jam. Artinya, kopi di sore hari masih bisa memengaruhi tubuh saat

3. Kurang bergerak sepanjang hari

ilustrasi perempuan berbaring (pexels.com/cottonbro)
ilustrasi perempuan berbaring (pexels.com/cottonbro)

Aktivitas fisik sering dikorbankan karena jadwal yang padat. Padahal, tubuh membutuhkan gerak untuk membantu mengatur ritme tidur alami. Tanpa aktivitas fisik yang cukup, rasa kantuk di malam hari bisa berkurang.

Berbagai penelitian menunjukkan olahraga ringan hingga sedang membantu seseorang lebih cepat tertidur. Selain itu, durasi tidur pun cenderung lebih panjang dan stabil. Kebiasaan malas bergerak diam-diam membuat tidur jadi kurang optimal.

4. Jadwal harian yang terlalu padat

ilustrasi perempuan bermain laptop (pexels.com/olly)
ilustrasi perempuan bermain laptop (pexels.com/olly)

Banyak orang merasa harus produktif di setiap jam yang dimiliki. Akibatnya, waktu tidur sering menjadi korban terakhir. Rutinitas yang terlalu penuh membuat tubuh kesulitan mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

“Kita sering punya ekspektasi tidak realistis terhadap apa yang bisa dicapai dalam sehari,” kata Christopher Winter, MD, seorang ahli saraf dan dokter spesialis kedokteran tidur di Charlottesville Neurology and Sleep Medicine, dikutip dari SELF.

Dr. Christopher Winter menilai waktu tidur kerap ‘diambil’ demi menyelesaikan hal lain. Padahal, tubuh tetap punya batas yang tak bisa dilanggar.

5. Tidur bukan lagi prioritas

ilustrasi perempuan bermain handphone (pexels.com/olly)
ilustrasi perempuan bermain handphone (pexels.com/olly)

Tidur sering dipandang sebagai aktivitas yang bisa dikurangi demi hal lain. Banyak orang merasa bisa “bertahan” meski tidur lebih sedikit dari kebutuhan ideal. Pola pikir ini membuat kurang tidur terasa normal.

“Tidur sering kita abaikan karena dampak buruknya tidak selalu langsung terasa,” kata Dr. Andrew W. McHill, PhD, salah satu penulis studi sekaligus direktur Laboratorium Sleep, Chronobiology, and Health di Oregon Health & Science University, dikutip dari SELF.

Padahal, kurang tidur kronis perlahan memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Menjadikan tidur sebagai prioritas adalah langkah penting untuk hidup lebih seimbang.

6. Bangun siang di akhir pekan

ilustrasi perempuan tertidur (unsplash.com/entersge)
ilustrasi perempuan tertidur (unsplash.com/entersge)

Tidur lebih lama di akhir pekan sering dianggap sebagai cara membayar utang tidur. Namun, kebiasaan ini justru membuat jam biologis tubuh menjadi tidak konsisten. Akibatnya, tubuh kesulitan menyesuaikan waktu tidur saat hari kerja kembali dimulai.

Aarti Grover, MD, direktur medis Center for Sleep Medicine di Tufts Medical Center, dikutip dari SELF, menjelaskan bahwa, jadwal tidur yang tidak konsisten semakin mengacaukan ritme sirkadian internal. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini bisa membuat seseorang makin sulit tidur cukup. Alih-alih merasa segar, bangun pagi justru terasa lebih berat.

Tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele bisa mengganggu kualitas istirahat. Jika dibiarkan, tubuh bisa tetap lelah meski waktu tidur terasa cukup, jadi yuk mulai tinggalkan kebiasaan yang mengganggu tidurmu!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Latest in Life

See More

9 Adu Gaya Pernikahan Amanda Manopo Vs. Ranty Maria, Sukses Disorot

29 Jan 2026, 22:20 WIBLife