Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Kehidupan Sehari-hari di Luar Negeri Menarik Ditonton?

4 min read
Kenapa Kehidupan Sehari-hari di Luar Negeri Menarik Ditonton?
ilustrasi keseharian seseorang (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
  • Video keseharian di luar negeri memancing rasa penasaran lewat perbedaan kecil, seperti produk supermarket, kebiasaan mengantre, hingga cara pembayaran yang tidak ditemui sehari-hari.
  • Rekaman perjalanan sederhana memungkinkan penonton membayangkan pengalaman berada di kota lain dan mengenal lingkungan baru secara tidak langsung, tanpa harus menjalaninya langsung.
  • Rutinitas seperti pulang kerja, belanja, dan berjalan kaki menampilkan gambaran kehidupan lokal, meski tetap berasal dari sudut pandang pembuat video dan tidak mewakili seluruh penduduk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Awalnya kamu mungkin hanya ingin scrolling satu video sebelum kembali ke pekerjaanmu. Jempolmu terus menggulir layar ponsel hingga terlihat satu video seseorang yang sedang berbelanja di supermarket Jepang. Entah kenapa, kamu justru bertahan untuk menonton video itu sampai selesai. 

Setelah kamu pikir-pikir, belanja dan naik bus bukanlah aktivitas yang asing. Kamu sebenarnya juga melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Bedanya, kali ini semuanya berlangsung di tempat yang belum pernah kamu kunjungi. Dari rutinitas kecil yang tertangkap kamera, ada banyak hal yang membuat kamu kemudian penasaran.

  1. 1. Ada rasa penasaran melihat sesuatu yang berbeda

    ilustrasi scrolling tak kenal waktu
    ilustrasi scrolling media sosial (pexels.com/Cottonbro Studio)

    Kamu mungkin awalnya hanya penasaran berapa harga camilan di supermarket Jepang. Namun setelah melihat satu produk, perhatianmu beralih ke produk lain belum pernah kamu temui. Kamu mulai memperhatikan makanan siap saji apa saja yang dijual, bagaimana cara pelanggan mengantre, sampai bagaimana cara mereka membayar belanjaan. 

    Menurut Ian Leslie, penulis, jurnalis asal Inggris, sekaligus penulis buku yang mendalami perilaku manusia, psikologi, budaya, dan kreativitas, “Rasa ingin tahu merupakan hal penting bagi pikiran yang gemar menjelajah. Rasa ingin tahu membuka mata kita terhadap hal-hal baru yang belum pernah ditemukan, sekaligus mendorong kita untuk mencari pengalaman baru dan bertemu orang-orang yang belum kita kenal,” dikutip dari Psychology Today.

    Hal-hal kecil tersebut terasa menarik karena tidak semuanya bisa kamu temukan dalam keseharian sendiri. Sesuatu yang biasa bagi orang lain bisa menjadi pengalaman baru bagimu, terutama ketika ada perbedaan kebiasaan atau lingkungan yang belum dikenal. Tanpa sadar, video yang awalnya ingin kamu tonton sebentar justru membuatmu bertahan lebih lama.

  2. 2. Kamu bisa membayangkan rasanya berada di sana

    ilustrasi naik bus
    ilustrasi naik bus (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Kali ini, kamu menonton video seseorang yang sedang naik bus di London. Kamera mengarah ke jendela, memperlihatkan bangunan tua, deretan toko, dan orang-orang yang berjalan di trotoar. Tidak ada narasi panjang yang menjelaskan tempat-tempat tersebut.

    Kamu hanya diajak mengikuti perjalanan seseorang dari satu halte ke halte berikutnya. Justru suasana sesederhana itu membuatmu betah. Kamu mulai membayangkan bagaimana rasanya duduk di kursi penumpang, melihat kota yang selama ini hanya kamu jumpai di film atau media sosial. 

    Dalam laman Psychology Today, Francine Toder, Ph.D, seorang psikolog klinis dan pengajar emeritus di California State University, Sacramento, membahas bagaimana seseorang bisa menikmati pengalaman menjelajahi dunia melalui cara-cara tidak langsung. Kita bisa menjadikan buku dalam berbagai bentuk, mulai dari buku cetak, e-book, audiobook, hingga cerita yang disampaikan secara lisan, sebagai pintu untuk mengenal hal-hal yang belum diketahui dan terasa asing.

    Lewat hal tersebut, kita bisa sedikit mengintip kehidupan di tempat baru tanpa harus benar-benar terjun ke dalamnya. Kita juga bisa mencoba membayangkan gaya hidup yang berbeda atau menjadi sosok lain untuk sementara, tanpa harus berkomitmen menjalaninya dalam kehidupan nyata.

  3. 3. Menemukan cerita di balik rutinitas orang lain

    Ilustrasi scrolling media sosial
    Ilustrasi scrolling media sosial (pexels.com/Karolina Grabowska)

    Kegiatan pulang kerja, mampir ke minimarket, membeli makanan, lalu berjalan pulang, mungkin terasa seperti rutinitas biasa yang dijalani oleh diri sendiri. Tidak ada yang perlu diceritakan panjang lebar. Namun ketika latarnya adalah kota di negara lain, kegiatan tersebut bisa terasa berbeda.

    Kamu memperhatikan bagaimana orang-orang berpakaian saat pulang kerja, makanan apa yang mereka beli untuk makan malam, atau seperti apa situasi kota di negara itu ketika hari mulai gelap. Kamu mulai menyadari bahwa kehidupan di tempat lain tidak selalu berisi destinasi wisata dan pengalaman luar biasa. Ada juga keseharian seperti bekerja, perjalanan pulang, dan belanja kebutuhan.

    Di sinilah daya tarik video keseharian muncul. Kamu tidak hanya melihat tempat baru, tetapi juga mendapat gambaran tentang bagaimana orang menjalani hidup di sana. Meskipun kamu tahu, satu video tentu tidak otomatis mewakili kebiasaan seluruh penduduk suatu negara. Pengalaman yang ditampilkan itu tetap berasal dari sudut pandang orang yang merekamnya.

    Kamu masih asyik menggulir layar ponselmu untuk melihat video keseharian itu. Kali ini, kamu menonton video seseorang sedang berjalan pulang melewati jalanan Seoul yang mulai dipenuhi lampu, kemudian di video berikutnya, ada orang yang sibuk memilih bahan makanan untuk makan malamnya. Selama beberapa menit, kamu melihat sedikit gambaran tentang kehidupan di sana. Barangkali, itu yang membuat video keseharian di luar negeri terasa menarik. Bukan karena hal luar biasa yang dilakukan, tetapi karena dari rutinitas sederhana itu, selalu ada sesuatu yang bisa membuat kamu penasaran.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More