Ilustrasi scrolling media sosial (pexels.com/Karolina Grabowska)
Kegiatan pulang kerja, mampir ke minimarket, membeli makanan, lalu berjalan pulang, mungkin terasa seperti rutinitas biasa yang dijalani oleh diri sendiri. Tidak ada yang perlu diceritakan panjang lebar. Namun ketika latarnya adalah kota di negara lain, kegiatan tersebut bisa terasa berbeda.
Kamu memperhatikan bagaimana orang-orang berpakaian saat pulang kerja, makanan apa yang mereka beli untuk makan malam, atau seperti apa situasi kota di negara itu ketika hari mulai gelap. Kamu mulai menyadari bahwa kehidupan di tempat lain tidak selalu berisi destinasi wisata dan pengalaman luar biasa. Ada juga keseharian seperti bekerja, perjalanan pulang, dan belanja kebutuhan.
Di sinilah daya tarik video keseharian muncul. Kamu tidak hanya melihat tempat baru, tetapi juga mendapat gambaran tentang bagaimana orang menjalani hidup di sana. Meskipun kamu tahu, satu video tentu tidak otomatis mewakili kebiasaan seluruh penduduk suatu negara. Pengalaman yang ditampilkan itu tetap berasal dari sudut pandang orang yang merekamnya.
Kamu masih asyik menggulir layar ponselmu untuk melihat video keseharian itu. Kali ini, kamu menonton video seseorang sedang berjalan pulang melewati jalanan Seoul yang mulai dipenuhi lampu, kemudian di video berikutnya, ada orang yang sibuk memilih bahan makanan untuk makan malamnya. Selama beberapa menit, kamu melihat sedikit gambaran tentang kehidupan di sana. Barangkali, itu yang membuat video keseharian di luar negeri terasa menarik. Bukan karena hal luar biasa yang dilakukan, tetapi karena dari rutinitas sederhana itu, selalu ada sesuatu yang bisa membuat kamu penasaran.