Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

10 Kejahatan yang Kerap Mengintai Lansia, Alasannya Bantuan

10 Kejahatan yang Kerap Mengintai Lansia, Alasannya Bantuan
ilustrasi lansia (pexels.com/Kampus Production)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti berbagai bentuk kejahatan yang sering menimpa lansia, mulai dari penipuan finansial hingga kekerasan fisik dan seksual, terutama karena kondisi mereka yang lemah dan mudah percaya.
  • Banyak pelaku memanfaatkan niat baik atau keterbatasan pengetahuan lansia, seperti dalam urusan perbankan, asuransi, perjalanan religi, hingga pengurusan aset tanah.
  • Ditekankan pentingnya pengawasan keluarga serta seleksi ketat terhadap pekerja rumah tangga agar lansia tetap aman dan tidak menjadi korban kejahatan di lingkungan sekitar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Punya orangtua yang sudah masuk kategori lansia? Kalau kamu tinggal serumah atau dekat dengannya, tentu sangat memudahkan pengawasan. Dirimu selalu bisa memastikan orangtua baik-baik saja.

Akan tetapi, jika kamu dan saudara-saudara merantau sementara orangtua di rumah sendirian menjadi lebih mengkhawatirkan. Bahkan meski kalian mempekerjakan PRT untuk menemani serta membantu keseharian orangtua. Risiko keamanan meningkat apabila tinggal ayah atau ibu.

Banyak potensi kejahatan mengintainya. Bukannya hormat dan penuh empati, ada saja orang yang memanfaatkan kelemahan-kelemahan lansia guna keuntungan pribadinya. Seperti 10 kejahatan yang kerap mengintai lansia di bawah ini dan perlu kalian waspadai.

1. Penipuan terkait produk bank

lansia stres
ilustrasi lansia stres (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Produk bank banyak sekali. Ada kartu ATM, kartu kredit, investasi, layanan digital, dan sebagainya. Namun, banyak lansia tidak terlalu mengerti produk-produk tersebut. Sesimpel mengambil uang melalui mesin ATM saja, gak semua lansia bisa. Beberapa penjahat memanfaatkan situasi ini dengan dalih ingin membantu lansia, tapi ternyata justru menguasai hartanya.

2. Penipuan berkedok asuransi

sepasang lansia
ilustrasi sepasang lansia (pexels.com/Vlada Karpovich)

Lansia dengan kondisi kesehatan yang makin menurun tentu sangat tertarik dengan produk asuransi. Sekalipun selama ini mereka telah memiliki asuransi, boleh jadi mereka merasa belum aman. Namun, maksud baik lansia untuk lebih memproteksi dirinya supaya tak merepotkan anak cucu dapat mempertemukannya dengan agen asuransi abal-abal.

3. Perampokan saat sendirian di rumah

lansia
ilustrasi lansia (pexels.com/cottonbro studio)

Penjahat selalu mempertimbangkan betul siapa yang menghuni sebuah rumah. Makin sedikit dan lemah kondisi penghuninya, makin berani mereka melancarkan aksinya. Lansia sudah sulit bergerak untuk melakukan perlawanan. Bahkan pendengaran serta penglihatan saja telah menurun sehingga mereka tak segera menyadari apabila ada penjahat yang sudah memasuki rumah.

4. Penipuan perjalanan religi

lansia
ilustrasi lansia (pexels.com/Nasirun Khan)

Di usia yang makin senja, banyak lansia ingin makin mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Jalan-jalan ke pantai, mal, dan semacamnya mungkin tak lagi menarik minat. Ketertarikan mereka ialah pada perjalanan religi.

Sayangnya, orang yang menawarkan paket perjalanan religi boleh jadi hanya bermaksud mengeruk keuntungan. Masih mending bila hanya uang yang diambil dan orangtuamu gak jadi berangkat. Kalau orangtuamu dibawa sindikat penipuan ini lalu ditelantarkan di jalan bahaya sekali.

5. Gendam, pencopetan, dan penjambretan ketika di jalan

lansia
ilustrasi lansia (pexels.com/Aro Yan)

Lansia tentu bisa bosan apabila seharian di rumah saja. Terlebih setiap hari begitu. Mereka yang masih cukup bugar biasanya senang berjalan-jalan. Namun, di jalan mereka dapat menjadi sasaran empuk kejahatan. Seperti gendam, penjambretan, atau pencopetan yang semuanya ditujukan untuk merampas harta yang dibawa saat itu.

6. Kekerasan oleh oknum PRT

lansia
ilustrasi lansia (pexels.com/Mehmet Altıntaş)

Tidak mungkin kamu membiarkan orangtua terus tinggal sendirian di rumah. Pekerja rumah tangga sangat diperlukan. Baik untuk memasak dan beres-beres rumah, mengantarnya ke mana pun, atau merawatnya ketika sakit.

Akan tetapi, lakukan seleksi ketat ketika akan mempekerjakan PRT untuk menemani lansia. Jangan sampai dirimu justru memasukkan orang yang memiliki niat buruk ke rumah. Atau, dia gak sabaran terhadap perilaku khas lansia dan malah melakukan kekerasan.

7. Penipuan berkedok sewa atau jual beli kendaraan

lansia
ilustrasi lansia (pexels.com/Zeynep Kahraman)

Orangtua yang sudah pensiun juga kerap berusaha mencari pemasukan dengan membuat usaha. Apalagi di rumah ada kendaraan yang menganggur sejak mereka tak lagi bekerja. Orangtuamu mungkin bermaksud menyewakan atau menjualnya sekalian. Namun, bukan uang yang didapat, melainkan kendaraan yang dibawa kabur penjahat.

8. Bantuan mengurus sertifikat tanah malah terjebak mafia tanah

lansia
ilustrasi lansia (pexels.com/www.kaboompics.com)

Lansia sadar hidupnya tak lama lagi. Mereka terdorong untuk mulai membereskan aset guna diwariskan kepada anak-anak. Akan tetapi, energi mereka sudah sangat berkurang.

Atau, pengetahuan mereka terkait cara pengurusan sertifikat tanah sedikit. Ini membuka celah kejahatan. Orang yang mengetahui hal tersebut bisa beralasan untuk membantu pengurusan sertifikat tanah. Akan tetapi, tanah itu malah dikuasai dan bahkan dijual.

9. Penipuan modus kabar anak atau cucu celaka

lansia
ilustrasi lansia (pexels.com/Kampus Production)

Naluri orangtua mudah sekali mengkhawatirkan anak dan cucunya. Terutama seiring usianya bertambah. Sering kali mereka tidak mengecek dulu kebenaran berita buruk terkait anak serta cucu. Ada orang yang menghubunginya dan meminta sejumlah uang buat biaya rumah sakit anak atau cucu yang kecelakaan langsung dipenuhi. Padahal, kamu dan anak-anak baik-baik saja.

10. Kekerasan seksual

lansia
ilustrasi lansia (pexels.com/Vincent Tan)

Baik korban maupun pelaku kekerasan seksual bisa berjenis kelamin apa pun dan berapa pun usianya. Ada balita yang menjadi korban kekerasan seksual bahkan oleh ayah kandungnya. Ada pula anak-anak yang telah melakukan pencabulan terhadap temannya.

Begitu pula lansia dapat menjadi korban atau justru pelaku. Lansia yang tinggal sendirian dan dalam keadaan yang agak lemah sulit melawan aksi biadab pelaku kekerasan seksual. Apalagi, usia pelaku masih muda sehingga jauh lebih kuat.

Dikarenakan banyak kejahatan yang kerap mengintai lansia, memang sebaiknya mereka tinggal bersama anak. Terutama jika sudah mulai sulit menjaga diri serta memenuhi kebutuhannya sendiri. Kalaupun kamu butuh bantuan PRT, pastikan memperolehnya dari agen penyalur yang tepercaya. Lansia yang telah lemah dan tinggal sendirian sama berbahayanya dengan anak-anak tanpa pengawasan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More