Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sering Buka Jendela? Ini 4 Kebiasaan Bikin Rumah Cepat Berdebu

Sering Buka Jendela? Ini 4 Kebiasaan Bikin Rumah Cepat Berdebu
ilustrasi rumah ala industrial (pexels.com/Sharath G.)
Intinya Sih
  • Debu di rumah sering muncul bukan hanya dari luar, tapi juga akibat kebiasaan sehari-hari yang kurang menjaga kebersihan.
  • Membuka jendela tanpa penyaring dan jarang membersihkan lantai atau furnitur membuat debu cepat menumpuk di seluruh ruangan.
  • Kebiasaan menumpuk barang serta tidak rutin mencuci tirai dan karpet memperparah penumpukan debu dan mengganggu kenyamanan rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Debu di dalam rumah sering menjadi masalah yang rentan mengganggu kenyamanan dan kebersihan bersama. Jika rumah cepat berdebu, maka aktivitas sehari-hari pun akan sangat terganggu dan terasa kurang nyaman pada saat ditempati.

Kondisi rumah yang mudah berdebu tidak selalu disebabkan karena faktor di luar luar, namun ada pula dari kebiasaan sehari-hari. Oleh sebab itu, simaklah beberapa kebiasaan yang justru akan mempercepat penumpukan debu di dalam rumah.

1. Jarang membersihkan lantai dan permukaan furnitur

ilustrasi lantai rumah
ilustrasi lantai rumah (pexels.com/Aaron Mello)

Lantai dan permukaan furnitur merupakan bagian rumah yang paling mudah menumpuk debu. Jika kondisinya jarang dibersihkan, maka kondisi debu pun akan semakin tebal dan pada akhirnya mudah tersebar ke seluruh bagian rumah dan semakin sulit untuk dibersihkan.

Debu yang menumpuk bisa terangkat kembali ke udara pada saat ada aktivitas yang dilakukan pemilik rumah. Hal ini nantinya akan membuat rumah semakin terlihat kotor meski sebelumnya sudah dibersihkan dengan seksama.

2. Sering membuka pintu dan jendela tanpa penyaring

ilustrasi pintu (unsplash.com/Evelyn Paris)
ilustrasi pintu (unsplash.com/Evelyn Paris)

Membuka pintu dan jendela memang dianggap bisa membantu memberikan sirkulasi udara yang lebih baik di dalam rumah. Namun, perlu diperhatikan bahwa tanpa adanya penyaring yang memadai, maka debu dari luar bisa dengan mudah masuk ke dalam ruangan dan menyebabkan debunya menumpuk.

Debu dari jalanan dan partikel halus yang terbawa angin akan dengan mudah menempel di bagian perabotan. Akibat dari hal ini akan membuat rumah menjadi lebih cepat berdebu, meski ventilasinya masih terasa baik.

3. Menumpuk barang yang jarang digunakan

ilustrasi barang-barang
ilustrasi barang-barang (unsplash.com/JC Gellidon)

Barang-barang yang jarang digunakan biasanya akan sangat rentan menjadi tempat debu menempel dan justru menumpuk. Semakin banyak barang yang kamu simpan, maka akan semakin banyak pula permukaan yang nantinya harus dibersihkan.

Jika tidak ditata dengan rapi, maka debu akan semakin sulit dijangkau pada saat dibersihkan. Kebiasaan menumpuk barang juga turut membuat rumah lebih cepat mengalami kotor dan kondisinya berdebu, sehingga mengganggu kenyamanan yang ada.

4. Tidak rutin membersihkan tirai dan karpet

ilustrasi karpet (pexels.com/SHVETS production)
ilustrasi karpet (pexels.com/SHVETS production)

Tirai dan karpet sangat mudah menyerap debu yang berasal dari udara, sehingga menumpukkan debu yang sulit dibersihkan. Jika jarang dibersihkan, justru debu akan semakin menumpuk dan menyebar kembali ke dalam ruangan.

Pada saat tirai atau karpet tergoyang, maka debu yang menempel pun bisa dengan mudah terlepas ke udara. Kondisi ini akan semakin membuat rumah terasa cepat berdebu, meski kondisi lantai sudah dibersihkan sebelumnya.

Rumah yang cepat berdebu sering kali dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari yang mungkin jarang disadari. Justru dengan mengenal kebiasaan yang ada, maka bisa lebih menjaga kebersihan rumah. Perubahan ekcil dalam rutinitas kebersihan akan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan sehat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More