Selama bertahun-tahun, Gen Z dikenal sebagai generasi yang tumbuh bersama internet, media sosial, dan smartphone. Hampir seluruh aktivitas mereka, mulai dari belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga mencari hiburan, dilakukan melalui layar digital. Namun dalam beberapa tahun terakhir, muncul tren yang cukup menarik: semakin banyak anak muda yang mulai membatasi penggunaan gadget dan mengurangi screen time dalam kehidupan sehari-hari.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya popularitas digital detox, penggunaan fitur pembatas waktu aplikasi, hingga tren kembali menikmati aktivitas offline seperti membaca buku fisik, berjalan kaki, berkebun, atau nongkrong tanpa sibuk memegang ponsel. Bagi banyak Gen Z, mengurangi screen time bukan lagi sekadar tantangan, melainkan bagian dari upaya menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup di tengah dunia yang semakin terhubung secara digital.
