Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Seberapa Sering Seharusnya Rambut Anak Dipotong? Ortu Harus Tahu!

Seberapa Sering Seharusnya Rambut Anak Dipotong? Ortu Harus Tahu!
Ilustrasi anak potong rambut (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya Sih
  • Memotong rambut anak secara rutin penting untuk menjaga kesehatan, mencegah rambut kusut dan bercabang, serta menyesuaikan frekuensinya dengan usia dan kecepatan pertumbuhan rambut masing-masing anak.
  • Waktu pertama kali anak potong rambut bergantung pada kesiapan mereka menghadapi alat potong dan kenyamanan di salon, bukan semata usia tertentu atau panjang rambutnya.
  • Kebiasaan memangkas rambut secara teratur meningkatkan kebersihan, rasa percaya diri, serta membantu anak tampil rapi di sekolah sesuai aturan dan aktivitas harian mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Merawat kesehatan dan kebersihan rambut anak, tak hanya soal mencucinya secara teratur saja, tapi juga memangkasnya. Selain demi kerapian, memotong rambut anak juga akan membuatnya makin nyaman. Bayangkan jika rambut anak terlalu panjang di bagian poni, misalnya, pasti bikin risih.

Lantas, apakah ada patokan khusus tentang seberapa sering rambut anak harus dipotong? Apakah harus sebulan sekali atau menunggu rambutnya sampai panjang dulu saja? Berikut ringkasan kata ahli tentang seberapa sering seharusnya rambut anak-anak dipotong. Yuk, simak!

1. Pentingnya memotong rambut secara rutin

pexels-rdne-7697326.jpg
ilustrasi anak potong rambut (pexels.com/RDNE Stock project)

Memotong rambut secara rutin bukan hanya soal menunjang penampilan, tetapi juga dalam rangka menjaga kesehatan dan mendorong pertumbuhan rambut anak. Ini berlaku untuk semua jenis rambut, mulai dari lurus, bergelombang, hingga keriting. Rutin memangkas rambut anak akan mencegah terjadinya rambut kusut, bercabang, dan mempermudah penataannya.

The Beauty Box, sebuah salon kecantikan ternama di Rye, New York, dalam artikel di laman resminya, memberikan panduan umum seberapa sering anak harus potong rambut sesuai usianya. Berikut penjabarannya :

  • Bayi usia di bawah 2 tahun

Pertumbuhan bayi berbeda-beda. Ada bayi yang perlu dipangkas rambutnya untuk pertama kali pada usia 6 bulan, sementara yang lain baru dipangkas setelah usia 1 tahun. Setelah itu, pemangkasan rambut setiap 3-6 bulan dirasa sudah cukup, kecuali rambut tumbuh terlalu cepat.

  • Balita usia 2-4 tahun

Pada rentang usia inilah, anak-anak mulai rutin memangkas rambutnya. The Beauty Box merekomendasikan jangka waktu 8-12 minggu untuk balita, tergantung dari seberapa cepat pertumbuhan rambut mereka dan gaya rambut apa yang mereka kenakan.

  • Anak usia sekolah 5-10 tahun

Untuk kelompok usia ini, frekuensi potong rambut anak bergantung pada gaya hidup dan preferensi potongan mereka. Rambut pendek mungkin perlu dipangkas setiap 4-6 minggu sekali. Sedangkan untuk rambut panjang, bisa dilakukan setiap 8-10 minggu sekali.

  • Anak usia 8-12 tahun

Anak-anak pada rentang usia ini sudah mulai sadar akan gaya rambut dan lebih memperhatikan penampilan mereka. Oleh karena itulah, mereka biasanya akan lebih sering memangkas rambutnya ke salon. Setiap 6-8 minggu adalah patokan yang umum.

2. Menemukan waktu yang tepat untuk anak pertama kali memotong rambutnya

pexels-izafi-29555468.jpg
ilustrasi anak potong rambut (pexels.com/Doğan Alpaslan Demir)

Jika ditarik sedikit ke belakang, sebenarnya pada umur berapa anak-anak mendapatkan pengalaman memotong rambut pertamanya? Karena pengalaman pertama memangkas rambut ini akan memberikan memori yang bisa membekas di ingatan anak, bila waktunya tepat, dengan pengalaman yang menyenangkan dan menenangkan, tentu akan memudahkan orangtua untuk membawa kembali anak mereka ke salon.

Beberapa anak mungkin mengalami trauma karena pengalaman pertama saat potong rambut dulu dianggap cukup mengerikan. Linda Blair, seorang psikolog klinis dari Inggris mengatakan, tidak ada patokan pasti pada usia berapa bayi atau anak-anak harus memangkas rambut mereka.

" Itu bisa bergantung dari sudah seberapa mengganggu pertumbuhan rambut pada aktivitas anak. Orangtua juga bisa mempertimbangkan soal kesiapan anak menghadapi pisau cukur, gunting rambut, dan apakah mereka sudah bisa berdiri tegak atau duduk diam selama di salon," ungkap Blair seperti dikutip dari BBC Inggris.

Orangtua tentu tahu, seberapa siap anak mereka mengunjungi salon untuk memotong rambut mereka pertama kali. Mungkin di usia 7 bulan, bayi sudah bisa anteng saat rambutnya dipangkas. Namun, ada juga anak dengan usia lebih tua justru belum bisa duduk tenang.

Memotong rambut anak untuk pertama kalinya bukan soal kerapian saja, tapi juga upaya memperkenalkan anak pada aktivitas baru yang bakal jadi rutinitasnya. Kenyamanan anak adalah hal utama yang paling penting dibanding apa pun.

3. Manfaat memotong rambut anak secara rutin

pexels-rdne-7755474.jpg
ilustrasi anak ke salon (pexels.com/RDNE Stock project)

Memotong rambut anak secara rutin sesuai usia atau kebutuhannya, tentu membawa manfaat yang baik bagi anak. Terutama untuk anak usia sekolah, memotong rambut secara teratur bisa jadi bagian dari mentaati peraturan sekolah. Menurut Khamis Maiouf, seorang ahli tata rambut dan perawatan profesional di Inggris, ada beberapa manfaat penting dari kebiasaan memotong rambut anak secara rutin.

  • Menunjang kesuksesan anak di sekolah

Lebih dari sekadar penampilan, memotong rambut yang tepat dapat berkontribusi pada kesuksesan akademis anak dalam segala hal. Siswa dengan rambut rapi dan terawat akan lebih siap dan profesional di lingkungan kelas.

"Peningkatan rasa percaya diri karena penampilan yang rapi, berdampak langsung pada peningkatan interaksi sosial dan kemauan untuk terlibat dalam kegiatan di kelas," kata Khamis seperti dilansir Book of Barbering.

Pria yang sudah berkecimpung di dunia penataan rambut selama 20 tahun ini menambahkan, memulai hari dengan tatanan rambut yang rapi dan sesuai arahan sekolah, akan membuat anak dan orangtua terhindar dari stres di pagi hari. Misalnya, untuk anak berambut ikal, mereka akan mendapatkan manfaat dari memotong rambut yang sesuai tekstur. Salah satunya adalah rasa percaya diri ketika berangkat ke sekolah.

  • Kesehatan dan kebersihan rambut

Memotong rambut secara rutin tak hanya membuat anak terlihat rapi, tapi juga secara aktif mendukung kesehatan rambut dan kulit kepala mereka. Memangkas ujung rambut bercabang setiap beberapa minggu akan mencegah kerusakan menyebar ke batang rambut.

"Itulah mengapa, anak-anak yang rutin memotong rambut, akan memiliki rambut yang lebih sehat, kuat, dan tebal seiring waktu," terang Khamis.

Dari sudut pandang kebersihan, rambut pendek dan terawat dengan baik memang lebih mudah dibersihkan. Minyak kulit kepala akan terdistribusi lebih merata ketika rambut tidak kusut atau terlalu panjang, yang membantu mengurangi ketombe dan iritasi kulit sepanjang tahun ajaran. Tentu saja, jika rambut dan kulit kepala anak bermasalah, itu bisa mengganggu aktivitasnya di sekolah.

4. Rekomendasi gaya rambut anak sesuai usianya

pexels-rdne-7755513.jpg
ilustrasi anak ke salon (pexels.com/RDNE Stock project)

Memilih gaya rambut untuk anak harus disesuikan dengan usianya. Salah satu alasannya adalah supaya anak bisa diterima dengan mudah di lingkungan sosialnya dan penampilannya tidak terlalu mencolok. Kelompok usia anak yang berbeda memiliki kebutuhan yang berbeda-beda pula terkait kemampuan perawatan diri, tingkat aktivitas, dan kesadaran sosial. Berikut Khamis Maiouf memberikan rekomendasi gaya rambut anak sesuai usianya:

  • Potongan rambut untuk anak Sekolah Dasar (usia 5-10 tahun)

Pada usia ini, anak memerlukan potongan rambut yang bisa tahan dengan aktivitas mereka, juga minim persiapan di pagi hari. Potongan cepak atau cenderung pendek untuk anak perempuan sangat direkomendasikan. Rambut juga sebaiknya tidak menutup mata agar tidak mengganggu gerak mereka.

  • Potongan rambut untu anak Sekolah Menengah Pertama (usia 11-13 tahun)

Untuk anak usia Sekolah Menengah Pertama, biasanya memiliki aturan penampilan yang lebih ketat, tak terkecuali gaya rambut. Potongan populer meliputi potongan rambut bertekstur, potongan rambut bergradasi, dan potongan rambut berlapis sebahu yang menawarkan gaya tanpa berlebihan.

  • Potongan rambut anak Sekolah Menengah Atas (usia 14-18 tahun)

Pada usia ini, anak sudah lebih tahu gaya rambut seperti apa yang mereka mau. Namun tetap saja, orangtua mesti mengarahkan agar pilihan anak tidak menyalahi aturan di sekolah. Gaya rambut modern seperti fade, quiff, dan gaya rambut bertekstur panjang memungkinkan anak untuk berekpresi, namun tetap pada jalur yang tepat.

Intinya, tidak ada aturan pakem tentang seberapa sering anak harus pergi ke salon untuk memangkas rambutnya. Kebutuhan anak soal merapikan rambut mereka bisa berbeda  satu sama lain. Orangtua dapat melihat tanda-tanda rambut anak harus segera dirapikan jika sudah terlalu panjang atau model potongannya tak terlihat lagi.

Memastikan anak memangkas dan merawat rambut serta kulit kepala, akan membantu menjaga kesehatannya dan membuat mereka tampil lebih percaya diri. Semoga informasi dari artikel ini bisa membantu, ya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More