Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips yang Membantu Mengurangi Rasa Terburu-buru di Tengah Kesibukan

5 Tips yang Membantu Mengurangi Rasa Terburu-buru di Tengah Kesibukan
Ilustrasi minum dijeda kerja (pexels.com/Alena Darmel)
Intinya Sih
  • Artikel membahas bagaimana rasa terburu-buru muncul akibat jadwal padat dan distraksi, yang dapat memengaruhi fokus, suasana hati, serta kemampuan mengambil keputusan sehari-hari.
  • Lima kebiasaan sederhana ditawarkan untuk mengurangi tekanan waktu: menyiapkan kebutuhan malam sebelumnya, memberi jeda antaraktivitas, fokus pada satu tugas, tidak menunda pekerjaan kecil, dan meluangkan waktu istirahat.
  • Dengan menerapkan rutinitas teratur dan memberi ruang beristirahat di sela kesibukan, seseorang bisa menjalani hari lebih tenang tanpa kehilangan produktivitas maupun keseimbangan mental.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyak orang merasa seperti sedang berpacu dengan waktu hampir setiap hari. Jadwal yang padat, tumpukan pekerjaan, serta berbagai distraksi membuat aktivitas terasa terus-menerus mendesak. Akibatnya, kamu menjalani hari dengan perasaan terburu-buru meski sebenarnya gak selalu kekurangan waktu.

Perasaan dikejar waktu yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi fokus, suasana hati, dan cara mengambil keputusan. Ketika semuanya terasa serba cepat, kamu juga lebih mudah lelah dan kesulitan menikmati proses dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Karena itu, membangun rutinitas yang lebih teratur menjadi salah satu cara untuk mengurangi tekanan tersebut. Kalau kamu sering merasa waktu berjalan terlalu cepat, gak ada salahnya mulai menerapkan kebiasaan yang membantu ritme harian terasa lebih tenang. Berikut lima kebiasaan sederhana yang bisa kamu coba.

1. Siapkan kebutuhan sejak malam sebelumnya

Seseorang memasukkan laptop ke dalam tas kerja kulit berwarna cokelat di atas lantai kayu dekat tempat tidur.
Ilustrasi menyiapkan tas kantor (pexels.com/Andrew Neel)

Pagi hari sering terasa kacau karena banyak hal harus dilakukan dalam waktu yang singkat. Mencari pakaian, menyiapkan tas, atau baru menyadari ada barang yang tertinggal dapat membuatmu panik bahkan sebelum memulai aktivitas. Kondisi seperti ini juga membuat suasana hati lebih mudah terganggu sejak awal hari.

Biasakan menyiapkan kebutuhan untuk keesokan harinya sebelum tidur. Kamu bisa memilih pakaian, mengisi botol minum, menyiapkan dokumen, merapikan isi tas, atau menyiapkan bekal jika diperlukan. Melakukan persiapan pada malam hari membantu mengurangi banyak keputusan yang harus diambil saat pagi.

Persiapan sederhana ini membuat rutinitas pagi terasa lebih lancar dan teratur. Dengan begitu, kamu gak perlu terus terburu-buru dan bisa memulai hari dengan pikiran yang lebih tenang.

2. Beri jeda waktu di antara setiap aktivitas

Seorang wanita mengenakan kemeja bergaris duduk santai di depan laptop di ruang kerja dengan dinding bata abu-abu dan tanaman hias.
Ilustrasi jeda kerja (pexels.com/Vitaly Gariev)

Menjadwalkan aktivitas secara berurutan tanpa jeda sering membuat hari terasa lebih melelahkan. Ketika satu kegiatan berlangsung lebih lama dari yang direncanakan, agenda berikutnya ikut bergeser sehingga kamu merasa harus terus terburu-buru untuk mengejar waktu.

Cobalah menyisakan waktu sekitar 10–15 menit di antara agenda penting. Jeda tersebut bisa dimanfaatkan untuk beristirahat sejenak, berpindah tempat, minum air putih, atau sekadar mengatur kembali fokus sebelum memulai aktivitas berikutnya. Ruang kecil seperti ini membantu transisi antarkegiatan terasa lebih nyaman.

Dengan memberikan jeda dalam jadwal, kamu memiliki waktu untuk beradaptasi jika terjadi hal-hal di luar rencana. Rutinitas pun terasa lebih fleksibel, sehingga kamu dapat menjalani hari dengan lebih tenang tanpa merasa terus dikejar waktu.

3. Fokus mengerjakan satu hal pada satu waktu

Seorang wanita mengenakan jas dan kemeja putih sedang fokus bekerja di depan laptop di meja kantor dengan alat tulis di sekitarnya.
Ilustrasi fokus bekerja (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Keinginan menyelesaikan banyak pekerjaan sekaligus sering membuat pikiran terasa penuh. Meski terlihat lebih produktif, kebiasaan berpindah-pindah fokus justru dapat membuat pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan. Akibatnya, kamu lebih mudah merasa lelah dan kewalahan.

Cobalah membiasakan diri menyelesaikan satu pekerjaan sebelum beralih ke tugas berikutnya. Berikan perhatian penuh pada aktivitas yang sedang dilakukan tanpa terus-menerus mengecek hal lain yang sebenarnya belum mendesak. Cara ini membantu menjaga konsentrasi sekaligus membuat alur kerja terasa lebih terarah.

Saat perhatian gak terus terbagi, kamu juga akan merasa lebih tenang dalam menjalani aktivitas. Selain meningkatkan fokus, kebiasaan ini dapat membantu mengurangi rasa terburu-buru dan membuat pekerjaan selesai dengan lebih efektif.

4. Kurangi kebiasaan menunda pekerjaan kecil

Seorang wanita berkacamata mengenakan kemeja hitam sedang fokus bekerja di meja kantor sambil memegang kalkulator dan membuka dokumen.
Ilustrasi mengatur prioritas (pexels.com/Mikhail Nilov)

Pekerjaan yang tampak sederhana sering kali ditunda karena dianggap bisa diselesaikan nanti. Padahal, kebiasaan tersebut dapat membuat tugas-tugas kecil terus menumpuk hingga akhirnya terasa lebih berat untuk dikerjakan. Akibatnya, pikiran menjadi lebih penuh karena harus mengingat banyak hal yang belum selesai.

Kalau sebuah pekerjaan hanya membutuhkan waktu beberapa menit, cobalah menyelesaikannya saat ada kesempatan. Misalnya, membalas email penting, merapikan meja kerja, atau mencuci piring setelah digunakan. Menyelesaikan tugas kecil lebih awal membantu mencegah penumpukan pekerjaan di kemudian hari.

Semakin sedikit tugas yang tertunda, semakin ringan pula beban pikiranmu sepanjang hari. Kebiasaan sederhana ini membuat rutinitas terasa lebih teratur sekaligus mengurangi rasa terburu-buru yang sering muncul karena terlalu banyak pekerjaan yang menunggu.

5. Luangkan waktu untuk berhenti sejenak

Seorang wanita duduk di dekat jendela besar sambil memegang laptop di pangkuannya dan minum segelas air putih.
Ilustrasi minum air (freepik.com/ pvproductions)

Di tengah kesibukan, banyak orang lupa memberi waktu bagi diri sendiri untuk berhenti sejenak. Padahal, jeda singkat dapat membantu mengurangi ketegangan, mengembalikan fokus, dan memberi kesempatan bagi tubuh serta pikiran untuk beristirahat sebelum melanjutkan aktivitas.

Kamu bisa menarik napas dalam-dalam, berjalan sebentar, menikmati segelas air putih, atau melihat suasana di luar ruangan selama beberapa menit. Meski sederhana, kebiasaan ini membantu memutus ritme yang terlalu padat sehingga kamu dapat kembali beraktivitas dengan energi yang lebih baik.

Rasa terburu-buru gak selalu berasal dari banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan. Terkadang, kebiasaan sehari-hari juga membuat ritme hidup terasa semakin cepat dan melelahkan. Dengan membangun rutinitas yang lebih teratur serta memberi ruang untuk beristirahat di sela aktivitas, kamu bisa menjalani hari dengan lebih tenang tanpa harus mengorbankan produktivitas. Pada akhirnya, saat pikiran terasa lebih rileks, kamu akan lebih mudah berkonsentrasi, mengambil keputusan, dan menikmati setiap proses yang dijalani.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More