Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Novel Thriller tentang Apakah Kejahatan Dilahirkan atau Dibentuk

5 Novel Thriller tentang Apakah Kejahatan Dilahirkan atau Dibentuk
film adaptasi novel We Have Always Lived in the Castle (Dok. Furthur Films/We Have Always Lived in the Castle)
Intinya Sih
  • Lima novel thriller ini mengeksplorasi pertanyaan klasik tentang apakah kejahatan berasal dari faktor genetik atau terbentuk oleh lingkungan tempat seseorang tumbuh.
  • Setiap cerita menampilkan karakter yang berhadapan dengan sisi gelap keluarga, warisan psikologis, serta tekanan sosial yang membentuk perilaku mereka terhadap kejahatan.
  • Novel-novel tersebut mengajak pembaca merenungkan batas antara korban dan pelaku, sekaligus mempertanyakan sejauh mana manusia bisa lepas dari pengaruh masa lalu dan keturunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Apakah seseorang menjadi pelaku kejahatan karena faktor keturunan, atau justru dibentuk oleh lingkungan tempat mereka tumbuh? Pertanyaan klasik tentang nature vs. nurture ini telah lama menjadi perdebatan. Tak sedikit novel thriller yang mengangkat tema tersebut dengan cara yang menegangkan sekaligus membuat pembaca terus mempertanyakan siapa yang sebenarnya bersalah.

Novel-novel berikut mengajak pembaca melihat sisi lain dari sebuah kejahatan. Alih-alih hanya mencari pelaku, cerita-cerita ini justru mengajak kita memahami bagaimana seseorang bisa berubah menjadi sosok yang berbahaya. Jika kamu menyukai thriller yang tidak hanya menegangkan tetapi juga memancing pemikiran, lima novel berikut layak masuk daftar bacaan.

1. The Dinner – Herman Koch

The Dinner
The Dinner (penguinrandomhouse.com)

The Dinner, ceritanya berpusat pada dua pasangan yang makan malam bersama di sebuah restoran mewah. Selama lima hidangan disajikan, perlahan terungkap bahwa anak-anak mereka terlibat dalam sebuah tindak kejahatan yang sangat serius. Dari percakapan yang awalnya tampak biasa, pembaca mulai melihat sisi gelap setiap anggota keluarga.

Novel ini menarik kaarena fokusnya bukan hanya pada kejahatan itu sendiri, melainkan bagaimana keluarga tersebut menyikapinya. Herman Koch juga menyisipkan pembahasan mengenai kemungkinan adanya sifat psikopat yang diwariskan secara genetik. Gagasan tentang apakah kejahatan bisa dideteksi bahkan sebelum seseorang lahir, membuat cerita ini terasa semakin mengganggu.

2. Defending Jacob – William Landay

Defending Jacob
Defending Jacob (williamlanday.com)

Kisahnya mengikuti seorang jaksa yang harus menghadapi kenyataan pahit ketika putranya yang masih berusia 14 tahun dituduh membunuh teman sekolahnya. Di tengah proses hukum yang berjalan, muncul fakta mengejutkan tentang riwayat keluarga yang membuat semua orang mulai mempertanyakan apakah ada kecenderungan kekerasan yang diwariskan.

Ketegangan semakin meningkat ketika berbagai bukti terus bermunculan dan membuat pembaca sulit menentukan siapa yang sebenarnya berkata jujur. Setelah kasus tampak selesai, cerita justru kembali menghadirkan tragedi baru yang membuat dugaan terhadap Jacob kembali muncul. Novel ini tidak memberikan jawaban yang mudah, melainkan membiarkan pembaca mempertimbangkan sendiri apakah perilaku seseorang lebih dipengaruhi oleh genetik atau pola asuh.

3. We Have Always Lived in the Castle – Shirley Jackson

We Have Always Lived in the Castle
We Have Always Lived in the Castle (penguinrandomhouse.com)

Sejak halaman pertama, Shirley Jackson langsung membangun suasana yang aneh sekaligus mencekam. Tokoh utamanya, Mary Katherine "Merricat" Blackwood, hidup bersama kakaknya setelah hampir seluruh anggota keluarganya meninggal akibat keracunan. Cara Merricat memandang dunia terasa begitu berbeda sehingga pembaca langsung menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam dirinya.

Namun, semakin jauh cerita berkembang, semakin sulit pula menghakimi tindakan Merricat secara hitam putih. Jackson memperlihatkan bagaimana perlakuan buruk dan lingkungan keluarga yang penuh tekanan dapat membentuk seseorang menjadi pribadi yang sangat berbeda. Alih-alih sekadar menghadirkan pembunuh, novel ini justru mengajak pembaca memahami bagaimana luka emosional mampu mengubah seseorang.

4. The Other – Thomas Tryon

The Other
The Other (goodreads.com)

The Other menghadirkan kisah dua saudara kembar identik bernama Holland dan Niles Perry yang tinggal di sebuah kota kecil. Meski memiliki wajah yang sama, kepribadian keduanya sangat bertolak belakang. Niles dikenal lembut dan penyayang, sedangkan Holland terlihat lebih agresif, manipulatif, dan sering menunjukkan perilaku yang mengganggu.

Seiring berjalannya cerita, berbagai kejadian misterius mulai terjadi, termasuk serangkaian kematian yang sulit dijelaskan. Hubungan kedua saudara ini menjadi semakin rumit ketika mereka mempraktikkan permainan aneh yang diajarkan sang nenek. Novel ini lebih condong pada gagasan bahwa sifat gelap bisa saja memang sudah ada sejak seseorang dilahirkan.

5. Good Me, Bad Me – Ali Land

Good Me, Bad Me
Good Me, Bad Me (macmillan.com)

Tokoh utama dalam novel ini adalah Milly, remaja berusia 15 tahun yang mengambil keputusan berani dengan melaporkan ibu kandungnya sendiri, seorang pembunuh berantai. Setelah jadi saksi di pengadilan, Milly memperoleh identitas baru dan tinggal bersama keluarga asuhnya. Meski memiliki kesempatan memulai hidup dari awal, bayang-bayang masa lalunya terus menghantui setiap langkahnya.

Ali Land menggambarkan pergulatan batin Milly dengan sangat realistis. Ia terus bertanya-tanya apakah dirinya akan tumbuh menjadi monster seperti sang ibu atau mampu memutus rantai kekerasan yang diwariskan kepadanya. Selain mengangkat trauma masa kecil dan dampak kekerasan dalam keluarga, novel ini menunjukkan bahwa kepribadian seseorang sering kali merupakan hasil perpaduan antara faktor bawaan dan lingkungan.

Selain sulit ditebak, masing-masing cerita ini juga akan membuatmu berpikir ulang tentang batas antara korban, pelaku, dan lingkungan yang membentuk mereka. Dari kelima novel thriller ini, mana yang paling membuatmu penasaran untuk dibaca terlebih dahulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More