"Ketika persepsi orang lain terlalu memengaruhi cara kita melihat diri sendiri, kepercayaan terhadap penilaian pribadi juga bisa melemah. Karena itu, penting untuk membedakan antara masukan yang memang bermanfaat dan pendapat yang sekadar mencerminkan sudut pandang orang lain," tulisnya dalam di Psychology Today.
Kenapa Komentar Orang Bisa Membuat Kamu Ragu pada Pilihan Hidupmu?

Komentar orang dapat memicu keraguan karena penilaian eksternal, terutama dari orang terdekat, memengaruhi kepercayaan diri dan cara seseorang memandang pilihannya.
Ketakutan akan kritik serta negativity bias membuat satu komentar negatif terasa lebih kuat daripada pujian, sehingga harga diri dan keyakinan terhadap keputusan dapat terganggu.
Kebutuhan validasi, sulit membedakan kritik konstruktif dari tekanan, dan kebiasaan mengidealkan pilihan orang lain dapat membuat seseorang meragukan jalan hidupnya sendiri.
Pernah merasa yakin dengan keputusan yang kamu ambil, tetapi mendadak ragu setelah mendengar pendapat orang lain? Hal ini bisa terjadi ketika kamu memilih pekerjaan, menentukan pasangan, memutuskan untuk melajang, atau mengambil jalan hidup yang berbeda dari kebanyakan orang. Komentar yang awalnya terdengar sederhana, terkadang membuatmu mempertanyakan kembali keputusan yang sudah dipikirkan matang-matang.
Padahal, belum tentu pilihanmu salah. Keraguan tersebut bisa muncul karena kamu ingin mendapatkan penerimaan, terbiasa membandingkan diri dengan orang lain, atau takut menyesal di kemudian hari. Lantas, kenapa komentar orang bisa begitu memengaruhi cara kita memandang pilihan hidup sendiri? Berikut beberapa penjelasan dari sisi psikologi!
1. Kita terlalu mengandalkan penilaian orang lain

Cuplikan drama See You at Work Tommorow (tvn.com/See You at Work Tommorow) Ketika mengambil keputusan penting, kita mungkin berharap orang-orang terdekat memberikan dukungan. Namun, saat respons yang diterima justru berupa kritik atau keraguan, kita bisa mulai mempertanyakan keputusan sendiri. Apalagi jika pendapat tersebut datang dari keluarga atau teman yang selama ini kita percaya.
Psikolog Bruce Wilson, Ph.D., membahas konsep looking-glass self, yaitu bagaimana seseorang membentuk pemahaman tentang dirinya berdasarkan persepsi mengenai cara orang lain melihatnya. Ia menjelaskan bahwa ketergantungan pada penilaian orang lain dapat memengaruhi kepercayaan diri dan memunculkan keraguan terhadap diri sendiri.
2. Kita takut mendapatkan kritik dan penilaian negatif

Cuplikan drama No Tail to Tell (Netflix.com/No Tail to Tell) Komentar negatif bisa terasa menyakitkan, terutama ketika menyangkut keputusan yang penting bagi kita. Misalnya, kamu memilih pekerjaan yang sesuai dengan minat, tetapi seseorang justru menganggapnya gak menjanjikan. Meskipun memiliki alasan sendiri, kamu mungkin mulai khawatir dianggap gagal atau membuat keputusan yang keliru.
Psikolog Mark Travers, Ph.D., menjelaskan bahwa ketakutan terhadap penilaian negatif dapat memengaruhi harga diri. Ia juga membahas negativity bias, yaitu kecenderungan untuk lebih memperhatikan dan mengingat pengalaman negatif dibandingkan pengalaman positif. Akibatnya, satu kritik bisa terasa lebih membekas daripada beberapa pujian yang kita terima.
"Jika komentar tersebut berisi masukan yang jelas, kamu bisa mempertimbangkannya untuk memperbaiki keputusan. Namun, jika hanya berupa penilaian tanpa alasan yang kuat, kamu gak perlu langsung menganggapnya sebagai bukti bahwa pilihanmu salah," sarannya yang ditulis dalam Psychology Today.
3. Kita terlalu membutuhkan validasi orang lain

Cuplikan drama Pump up the Healthy Love (kbs.com/Pump up the Healthy Love) Pernah merasa lebih tenang setelah seseorang menyetujui keputusanmu? Sebaliknya, ketika orang lain gak memberikan dukungan, kamu justru mulai mempertanyakan pilihan sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian dari luar terkadang menjadi sumber keyakinan yang besar dalam kehidupan kita.
"Ketika kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan dari luar semakin besar, kita bisa semakin sibuk mengatur bagaimana orang lain memandang diri kita," ungkap psikolog Steven Stosny, Ph.D, dilansir Psychology Today.
Mendapatkan dukungan dari orang lain tentu menyenangkan, tetapi kamu juga perlu belajar menilai keputusan berdasarkan pemahaman terhadap diri sendiri. Cobalah mengingat alasan di balik pilihan yang diambil, mempertimbangkan konsekuensinya, dan mengevaluasi apakah keputusan tersebut sesuai dengan kebutuhanmu. Dengan begitu, keyakinanmu gak sepenuhnya bergantung pada persetujuan orang lain
4. Kita suilt membedakan kritik yang membangun dan keraguan diri

Cuplikan drama Our Unwritten Soul (tvn.com/Our Unwritten Soul) Ketika seseorang terus mempertanyakan keputusan kita, keraguan bisa perlahan menggantikan keyakinan yang sebelumnya dimiliki. Kita mulai memikirkan kemungkinan gagal, takut membuat kesalahan, atau merasa bahwa orang lain mungkin lebih memahami apa yang terbaik bagi kita. Akibatnya, keputusan yang sudah dipertimbangkan dengan matang, justru terasa semakin sulit dijalani.
"Keraguan terhadap diri sendiri berbeda dari refleksi diri yang sehat. Refleksi diri membantu kita mengevaluasi pilihan dan terbuka terhadap perubahan, sedangkan keraguan yang berlebihan bisa melemahkan kepercayaan terhadap kebutuhan dan keinginan pribadi," tulis psikolog klinis Jessica Del Pozo, Ph.D dalam artikel Psychology Today.
Untuk membedakannya, coba tanyakan kepada diri sendiri: apakah kamu mempertanyakan keputusan karena menemukan informasi baru atau karena takut orang lain menganggapmu salah? Jika memang ada pertimbangan penting yang terlewat, kamu bisa mengevaluasi pilihan tersebut. Namun, jika keraguan hanya muncul karena tekanan dari luar, kamu perlu memberi ruang bagi penilaianmu sendiri sebelum mengubah keputusan.
5. Kita terbiasa menganggap pilihan orang lain lebih baik

Cuplikan drama My Dearest Nemesis (tvn.com/My Dearest Nemesis) Ada istilah 'rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau'. Ini juga berlaku terhadap pilihan. Pikiran manusia memiliki bias kognitif alami untuk mengidealkan jalan hidup alternatif yang tidak diambil dan berasumsi bahwa kebahagiaan sejati selalu berada di luar situasi kita saat ini.
Psikolog klinis dan psikoanalis Jennifer Kunst, Ph.D. menjelaskan bahwa keyakinan bahwa kehidupan orang lain selalu lebih baik, dapat memicu rasa iri dan membuat seseorang terlalu berfokus pada hal-hal yang belum dimiliki. Akibatnya, kita bisa kehilangan apresiasi terhadap hal baik dalam kehidupan sendiri, bahkan meragukan keputusan yang sebenarnya sudah sesuai dengan kebutuhanmu.
"Pilihan orang lain belum tentu memberikan hasil yang lebih baik jika diterapkan dalam kehidupanmu. Daripada terus membayangkan kehidupan alternatif yang terlihat ideal, coba kenali hal-hal yang masih bisa kamu kembangkan dari pilihanmu saat ini," tulisnya dalam Psychology Today.
Pada akhirnya, komentar orang lain bisa menjadi bahan evaluasi, tetapi gak harus selalu menjadi penentu keputusan hidupmu. Tetap percayai dirimu untuk menentukan jalan hidup yang paling sesuai dengan nilai dan tujuanmu, ya!

















![[QUIZ] Kartun Favoritmu Ungkap Inner World Kamu yang Asli](https://image.idntimes.com/post/20210826/bermix-studio-gf0j-hdazra-unsplash-0233b6721c13849a556a63e6e961653d-82aa5c81d8f9d1cedd5a15556c2163e3.jpg)





