Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Minggu Palma Memakai Daun Palma?

Kenapa Minggu Palma Memakai Daun Palma?
ilustrasi Minggu Palma (unsplash.com/Brady Leavell)
Intinya Sih
  • Minggu Palma diperingati umat Kristiani sebagai awal Pekan Suci Paskah, ditandai dengan ibadah dan lambaian daun palma di gereja.
  • Daun palma dipilih karena melambangkan kemenangan, kehormatan, serta pengakuan terhadap Yesus sebagai Raja dan Juru Selamat saat memasuki Yerusalem.
  • Pekan Suci mencakup rangkaian peristiwa penting seperti Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Sunyi, hingga puncaknya pada Minggu Paskah yang menandai kebangkitan Yesus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Minggu (29/3/2026), umat Kristiani memperingati Minggu Palma. Selama seminggu ke depan, umat Kristen dan Katolik memasuki masa Pekan Suci Paskah. Minggu Palma yang dirayakan dengan membawa daun palma ini menandai dimulainya masa Pekan Suci.

Namun sebenarnya, mengapa Minggu Palma selalu identik dengan daun palma? Baik gereja Kristen maupun Katolik, sebagian besar menggelar ibadah di mana para jemaatnya melambaikan daun palma. Apa makna dan arti dibalik daun palma?

1. Kenapa harus daun palma?

Ilustrasi Minggu Palma (unsplash.com/Grant Whitty)
Ilustrasi Minggu Palma (unsplash.com/Grant Whitty)

Daun palma atau daun palem sengaja dipilih karena mengacu pada tradisi di zaman Romawi kala itu. Daun palma melambangkan kemenangan dan kehormatan. Dilansir dari laman resmi Gereja Kalvari Lubang Buaya daun palma tumbuh dari pohon palma di Yerikho. Kala itu, daun palma melambangkan kebaikan, kesejahteraan, keagungan, ketabahan, dan kemenangan.

Dalam kisahnya di Alkitab, Yesus Kristus masuk ke Yerusalem dan disambut dengan lambaian daun palma dari warga sekitar. Ini menjadi tanda bahwa warga Yerusalem mengakui Yesus sebagai raja, Sang Juruselamat. Tradisi ini kemudian masih diterapkan sampai sekarang yang menandakan bahwa umat mempersiapkan hati menyambut Juru Selamat.

2. Makna minggu palma

Paus Fransiskus membawa tangkai palem saat memimpin misa Minggu Palma di Basilika Santo Petrus tanpa keikutsertaan masyarakat karena virus corona, di Vatikan, pada 5 April 2020. ANTARA FOTO/Alberto Pizzoli/Pool via REUTERS
Paus Fransiskus membawa tangkai palem saat memimpin misa Minggu Palma di Basilika Santo Petrus tanpa keikutsertaan masyarakat karena virus corona, di Vatikan, pada 5 April 2020. ANTARA FOTO/Alberto Pizzoli/Pool via REUTERS

Dalam liturgi gereja Kristen dan Katolik, Minggu Palma menjadi pembuka dari serangkaian masa Pekan Suci Paskah. Bagi umat Katolik, Minggu Palma juga diikuti oleh peranakan dan lambaian daun palma yang sudah diberkati sebelumnya.

Arak-arakan Yesus memasuki kota Yerusalem dan disambut serta dielu-elukan sebagai seorang raja. Meskipun dielu-elukan, masuknya Yesus ke Yerusalem sebenarnya perjalanan pertama dalam mengawali kisah sengsaraNya.

3. Rangkaian masa Pekan Suci Paskah

Ilustrasi Minggu Palma (unsplash.com/G + L)
Ilustrasi Minggu Palma (unsplash.com/G + L)

Selama masa Pekan Suci, umat Kristen dan Katolik ikut merasakan perjalanan sengsara Yesus. Pekan Suci terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut:

  • Minggu Palma, menandakan masuknya Yesus ke kota Yerusalem dan dielu-elukan dengan lambaian daun palma.
  • Kamis Putih, menandakan momen perjamuan terakhir Yesus dengan ke-12 muridnya
  • Jumat Agung, momen di mana Yesus diadili dan dijatuhi hukuman mati oleh Pontius Pilatus
  • Sabtu Sunyi, momen transisi dari wafatnya Yesus hingga kebangkitannya
  • Minggu Paskah, menandakan kebangkitan Yesus dari antara orang mati

Itulah ulasan singkat mengapa Minggu Palma identik dengan daun palma. Kiranya ini menjadi pengingat tentang betapa besarnya Yesus mengasihi umat-Nya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us