Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Orang Bisa Sangat Emosional Saat Nonton Bola? Begini Kata Ahli

Kenapa Orang Bisa Sangat Emosional Saat Nonton Bola? Begini Kata Ahli
ilustrasi menonton sepak bola (pexels.com/Vitaly Gariev)
Intinya Sih
  • Penonton bola sering terbawa emosi karena adanya ikatan psikologis dan rasa kebersamaan dengan tim serta komunitas pendukungnya.
  • Bagi sebagian orang, tim favorit menjadi bagian dari identitas diri sehingga kemenangan atau kekalahan memengaruhi harga diri dan emosi mereka.
  • Respons neurologis di otak turut berperan, di mana aktivitas otak meningkat saat tim menang atau kalah, memicu perasaan senang maupun kecewa yang intens.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Sepak bola bukan sekadar pertandingan di atas lapangan, tetapi juga menjadi hiburan yang mampu membangkitkan emosi banyak orang. Gak heran, saat menonton pertandingan bola, seseorang bisa ikut tegang, berteriak kegirangan, bahkan merasa sedih atau kecewa ketika tim favoritnya kalah. Reaksi emosional ini sering muncul begitu saja, meski penonton gak terlibat langsung dalam pertandingan.

Secara psikologis, ada banyak alasan mengapa seseorang bisa sangat emosional saat menonton bola. Mulai dari rasa keterikatan dengan tim favorit, suasana pertandingan yang penuh tensi, hingga pengaruh solidaritas dengan sesama pendukung.

Perasaan bangga, harapan, dan adrenalin yang muncul selama pertandingan membuat pengalaman menonton sepak bola terasa lebih intens dan berkesan. Lantas, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

1. Penggemar merasa punya hubungan psikologis dengan tim favoritnya

ilustrasi supporter sepak bola
ilustrasi supporter sepak bola (pexels.com/Omar Ramadan)

Menjadi penggemar bola membuat seseorang merasa punya komunitas dan diterima dalam kelompok dengan minat yang sama. Saat menonton bersama teman, keluarga, atau sesama pendukung, muncul rasa kebersamaan dan semangat yang membuat pengalaman menonton jadi lebih seru dan emosional.

Selain itu, Peneliti Daniel Wann, dilansir Psychology Today, juga menjelaskan, saat seseorang menjadi fans fanatik sebuah klub, ia mungkin akan merasa dirinya punya hubungan psikologis dengan tim favoritnya. Itulah kenapa, mereka akan ikut merasa bangga dan bahagia seolah ikut meraih kemenangan. Sebaliknya, saat tim kalah, emosi mereka juga bisa ikut terbawa karena ada ikatan emosional yang kuat dengan klub yang didukung.

2. Tim favorit bagian dari identitas diri

ilustrasi menonton sepak bola
ilustrasi menonton sepak bola (pexels.com/Caio)

Bagi banyak orang, mendukung tim favorit bisa memberikan rasa senang dan semangat tersendiri. Pecinta sepak bola ketika mereka memberikan dukungan terhadap tim favoritnya, itu akan menghadirkan rasa kebersamaan dengan sesama penggemar.

Penggemar yang sangat dekat secara emosional dengan tim favorit biasanya akan merasa sangat bahagia saat timnya menang. Namun ketika kalah, mereka juga bisa merasakan emosi negatif yang lebih kuat, seperti marah, kecewa, atau kesal. Hal ini terjadi karena sebagian orang menganggap tim favorit sebagai bagian dari identitas diri mereka, sehingga kekalahan terasa seperti serangan terhadap harga diri mereka sendiri.

Lynn Zubernis Ph.D, psikologi klinis, dilansir Psychology Today, mengungkapkan bahwa sebagian besar penggemar sepak bola mungkin tetap bisa menerima kekalahan dengan santai. Namun, ada juga yang melampiaskan emosi dengan menghina lawan, marah kepada wasit, atau membuat keributan. Sikap seperti ini biasanya dipengaruhi emosi yang sulit dikendalikan dan keinginan untuk tetap merasa unggul.

3. Berkaitan dengan respons neurologis dalam otak

ilustrasi nobar bola
ilustrasi nobar bola (unsplash.com/Ofspace LLC)

Alasan seseorang bisa sangat emosional saat menonton bola juga turut dipengaruhi oleh respons neurologis di otak. Hal tersebut dingkapkan dalam sebuah studi yang dilansir Euro News, yang mengungkapkan bila respons otak saat klub favorit kala dan menang saat menjalani pertandingan. Area otak yang berbeda menjadi aktif ketika penggemar sepak bola menonton tim mereka bermain, memicu emosi dan perilaku positif maupun negatif.

Penelitian MRI menunjukkan bahwa saat tim favorit menang atau mencetak gol, otak penggemar memunculkan rasa senang yang kuat. Karena itu, banyak orang merasa sangat bahagia dan bersemangat ketika tim dukungannya berhasil menang. Sebaliknya, ketika tim favorit kalah, bagian otak yang mengatur emosi ikut terpengaruh. Hal ini membuat sebagian penggemar menjadi lebih sedih, kecewa, atau emosional setelah pertandingan.

Itulah sebabnya banyak orang bisa terbawa emosi saat menonton bola, baik merasa sangat bahagia ketika tim menang maupun kecewa saat kalah. Selain menjadi hiburan, sepak bola juga menghadirkan rasa kebersamaan dan ikatan emosional yang kuat bagi para penggemarnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto

Related Articles

See More