Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Prinsip Gaya Hidup Quiet Luxury, Bukan Soal Barang Mahal

6 Prinsip Gaya Hidup Quiet Luxury, Bukan Soal Barang Mahal
ilustrasi merasa bahagia (unsplash.com/Andre Furtado)
Intinya Sih
  • Gaya hidup quiet luxury menekankan kualitas, kesederhanaan, dan kenyamanan tanpa perlu memamerkan kemewahan atau logo besar sebagai simbol status.
  • Prinsipnya mencakup memilih barang berkualitas, desain timeless, serta berbelanja secara sadar agar setiap kepemilikan memiliki fungsi dan nilai jangka panjang.
  • Quiet luxury mengajarkan percaya diri dari dalam diri sendiri, menikmati kenyamanan hidup sehari-hari, dan fokus pada pengembangan diri daripada pencitraan materi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Belakangan ini, gaya hidup quiet luxury semakin banyak dibicarakan. Namun, masih banyak orang yang mengira konsep ini identik dengan barang-barang mahal, pakaian bermerek, atau rumah mewah. Padahal, esensi quiet luxury justru terletak pada cara seseorang menghargai kualitas, kesederhanaan, dan kenyamanan tanpa perlu memamerkannya kepada orang lain.

Gaya hidup ini mengajarkan bahwa kemewahan tidak selalu harus terlihat mencolok. Sebaliknya, seseorang dapat tampil elegan melalui pilihan yang bijaksana, fungsional, dan memiliki nilai jangka panjang. Berikut enam prinsip gaya hidup quiet luxury yang perlu dipahami.

1. Mengutamakan kualitas daripada kuantitas

ilustrasi membeli baju
ilustrasi membeli baju (pexels.com/Arina Krasnikova)

Prinsip pertama adalah memilih barang yang benar-benar berkualitas dibandingkan dengan memiliki banyak barang dengan kualitas biasa. Produk yang dibuat dengan material baik umumnya lebih tahan lama sehingga tidak perlu sering diganti. Pendekatan ini bukan berarti selalu membeli barang mahal. Sebaliknya, seseorang lebih selektif dalam berbelanja dan memastikan setiap barang yang dimiliki benar-benar bermanfaat.

2. Memilih desain yang timeles

ilustrasi membeli baju
ilustrasi membeli baju (pexels.com/RODNAE Productions)

Quiet luxury juga identik dengan desain yang tidak mudah ketinggalan zaman. Baik pada pakaian, furnitur, maupun dekorasi rumah, model yang sederhana biasanya lebih awet secara visual dibanding mengikuti tren yang cepat berganti. Dengan memilih desain klasik, seseorang tidak perlu terus-menerus membeli barang baru hanya karena tren berubah. Selain menghemat pengeluaran, lingkungan pun menjadi lebih minim limbah.

3. Tidak bergantung pada logo besar

ilustrasi belanja baju
ilustrasi belanja baju (pexels.com/Ron Lach)

Salah satu ciri paling dikenal dari quiet luxury adalah tidak menjadikan logo besar sebagai simbol status. Fokus utamanya berada pada kualitas produk, detail pengerjaan, serta kenyamanan saat digunakan. Seseorang tidak perlu mengenakan barang yang penuh identitas merek untuk terlihat berkelas. Justru kesan elegan sering muncul dari penampilan yang sederhana, rapi, dan proporsional.

4. Mengutamakan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari

ilustrasi bekerja dari rumah
ilustrasi bekerja dari rumah (pexels.com/Vlada Karpovich)

Kemewahan sejati juga berarti menikmati kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya, memiliki rumah yang tertata rapi, pakaian yang nyaman dipakai, atau ruang kerja yang mendukung produktivitas. Prinsip ini mengingatkan bahwa kemewahan bukan hanya tentang harga suatu barang. Melainkan tentang bagaimana barang tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup. Dengan demikian, setiap keputusan pembelian menjadi lebih bermakna.

5. Berbelanja secara sadar

ilustrasi belanja
ilustrasi belanja (pexels.com/Gustavo Fring)

Quiet luxury mendorong seseorang untuk berpikir sebelum membeli sesuatu. Barang dipilih berdasarkan kebutuhan, fungsi, dan nilai jangka panjang. Bukan karena dorongan sesaat atau keinginan mengikuti orang lain. Kebiasaan ini membantu mengurangi pembelian impulsif sekaligus menjaga kondisi keuangan tetap sehat. Selain itu, rumah pun terasa lebih rapi karena tidak dipenuhi barang yang sebenarnya jarang digunakan.

6. Percaya diri tanpa perlu pamer

ilustrasi perempuan tersenyum
ilustrasi perempuan tersenyum (pexels.com/JESHOOTS.com)

Prinsip terakhir adalah memiliki rasa percaya diri yang berasal dari diri sendiri. Bukan dari pengakuan orang lain. Orang yang menerapkan quiet luxury umumnya tidak merasa perlu menunjukkan semua pencapaiannya melalui barang-barang mewah.

Sebaliknya, mereka lebih fokus pada pengembangan diri, pengalaman hidup, serta kebiasaan yang memberikan nilai positif dalam jangka panjang. Sikap inilah yang membuat gaya hidup quiet luxury terasa elegan, dewasa, dan berkelas tanpa terlihat berlebihan.

Prinsip gaya hidup quiet luxury bukanlah perlombaan untuk memiliki barang termahal. Gaya hidup ini lebih menekankan kebijaksanaan dalam memilih, menghargai kualitas, dan hidup sesuai kebutuhan. Ketika kemewahan dimaknai sebagai kenyamanan, ketenangan, serta kualitas hidup yang baik, seseorang tidak lagi bergantung pada simbol status untuk merasa berharga. Inilah alasan mengapa quiet luxury menjadi gaya hidup yang relevan dan layak diterapkan di berbagai kalangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo

Related Articles

See More