ilustrasi cek surel (pexels.com/RDNE Stock project)
Menjelang akhir masa libur, banyak orang mulai membayangkan aktivitas yang menunggu setelahnya. Kotak masuk surel, tugas kuliah, pekerjaan kantor, atau perjalanan pagi yang harus kembali dijalani perlahan muncul dalam pikiran. Meski belum terjadi, hal-hal tersebut sudah mengambil perhatian lebih dulu.
Karena itulah, beberapa orang merasa penat, bahkan sebelum kembali beraktivitas. Hari libur masih tersisa, tetapi fokus sudah berpindah ke minggu berikutnya. Akibatnya, waktu yang seharusnya bisa dinikmati malah habis untuk membayangkan kesibukan yang belum datang. Perasaan inilah yang sering membuat libur panjang terasa kurang memuaskan.
Libur seharusnya tidak selalu diukur dari banyaknya tempat yang dikunjungi atau banyaknya target yang berhasil diselesaikan. Kadang, rasa segar justru muncul saat ada waktu untuk menjalani hari tanpa agenda yang terlalu padat. Jika libur berikutnya datang, apakah seluruh waktu harus diisi atau justru perlu menyisakan ruang untuk tidak melakukan apa-apa?