Membaca buku sering dianggap sebagai kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Ada kepuasan tersendiri saat berhasil menyelesaikan sebuah cerita atau menemukan pemikiran baru dari buku yang dibaca. Namun, belakangan ini membaca juga bisa terasa seperti sebuah perlombaan, terutama ketika seseorang mulai menetapkan target jumlah buku yang harus diselesaikan dalam setahun.
Awalnya, target membaca mungkin dibuat supaya lebih rajin membaca. Sayangnya, kebiasaan ini justru bisa menimbulkan tekanan ketika seseorang merasa harus terus mengejar angka tertentu. Apalagi, saat melihat orang lain sudah menyelesaikan puluhan buku, sementara dirinya masih berkutat dengan satu buku yang sama. Lantas, kenapa target membaca bisa membuat hobi terasa seperti beban?
