5 Kesalahan Memakai Outfit Oversized Bikin Tubuh Terlihat Tenggelam

Outfit oversized memang nyaman dan punya kesan effortless yang menarik. Kemeja longgar, kaus kebesaran, celana wide leg, sampai blazer oversized bisa membuat penampilan terlihat santai tetapi tetap stylish. Namun, ada satu tantangan ketika memakai pakaian dengan potongan besar, yaitu tubuh bisa terlihat seperti 'hilang' di balik pakaian.
Sebenarnya, masalahnya bukan karena kamu gak cocok memakai outfit oversized. Kuncinya ada pada proporsi dan cara memadukan setiap item. Kalau semuanya dibuat longgar tanpa ada keseimbangan, siluet tubuh memang bisa terlihat kurang jelas. Supaya tetap nyaman tetapi gak terlihat tenggelam, coba perhatikan beberapa kesalahan berikut.
1. Memakai atasan dan bawahan sama-sama terlalu longgar

ilustrasi baju oversize (freepik.com/8photo) Salah satu kesalahan yang cukup umum adalah memakai atasan oversized bersama bawahan yang juga memiliki volume besar. Misalnya, kaus yang sangat longgar dipadukan dengan celana wide leg yang terlalu lebar. Kombinasi tersebut memang bisa terlihat keren, tetapi kalau proporsinya gak diperhatikan, tubuh dapat terlihat tertutup hampir seluruhnya.
Kamu gak harus selalu memasangkan atasan oversized dengan bawahan ketat. Celana wide leg tetap bisa digunakan, tetapi coba pilih atasan yang ukurannya lebih terkontrol. Sebaliknya, ketika ingin memakai kaus atau kemeja oversized, bawahan straight leg atau model yang sedikit lebih fitted bisa membantu menciptakan keseimbangan. Intinya, berikan ruang pada salah satu bagian supaya siluet outfit tetap terlihat.
2. Mengabaikan bagian pinggang

ilustrasi outfit oversize (freepik.com/freepik) Pakaian oversized sering dipilih karena ingin mendapatkan kesan longgar dan nyaman. Namun, kalau seluruh outfit dibiarkan terurai tanpa sedikit struktur, garis tubuh bisa menjadi kurang terlihat. Akibatnya, penampilan terasa lebih besar dan berat daripada yang sebenarnya.
Salah satu cara mengatasinya adalah memasukkan sebagian atasan ke dalam bawahan. Kamu bisa mencoba full tuck atau half tuck, tergantung model pakaian. Belt juga bisa digunakan pada beberapa jenis dress, outer, atau celana untuk memberikan garis yang lebih jelas. Gak perlu membuat pakaian menjadi ketat, cukup berikan sedikit definisi agar outfit punya bentuk.
3. Memilih pakaian yang terlalu panjang

Ilustrasi kemeja oversized (pexels.com/https://kaboompics.com/) Oversized bukan berarti harus membeli pakaian dengan ukuran yang jauh lebih besar dari tubuh. Panjang pakaian juga perlu diperhatikan karena atasan yang terlalu panjang dapat membuat kaki terlihat lebih pendek secara visual. Hal yang sama bisa terjadi ketika outer oversized memiliki panjang yang menutupi hampir seluruh tubuh.
Perhatikan posisi ujung pakaian ketika memilih oversized item. Kalau memakai atasan panjang, coba padukan dengan bawahan yang memiliki garis pinggang cukup jelas. Kamu juga bisa menggunakan teknik tuck atau memilih outer yang panjangnya masih memberikan ruang untuk melihat bentuk bawahan. Dengan begitu, kesan oversized tetap ada tanpa membuat tubuh terlihat tertutup seluruhnya.
4. Menggunakan terlalu banyak layer oversized

Ilustrasi kemeja oversized (pexels.com/beyzahzah) Layering memang bisa membuat outfit lebih menarik. Namun, ketika setiap lapisan memiliki potongan besar, hasilnya bisa terlihat terlalu berat. Kaus oversized ditambah kemeja oversized, cardigan besar, dan jaket longgar sekaligus mungkin membuat tubuh kehilangan bentuk.
Kalau ingin melakukan layering, pilih satu item sebagai lapisan utama yang oversized. Lapisan di bawahnya bisa dibuat lebih tipis atau memiliki ukuran yang lebih pas. Misalnya, gunakan T-shirt yang agak longgar dengan kemeja oversized sebagai outer tanpa menambahkan terlalu banyak lapisan lagi. Selain membuat proporsi lebih seimbang, cara ini juga terasa lebih nyaman untuk aktivitas sehari-hari.
5. Gak memperhatikan ukuran aksesori dan sepatu

Ilustrasi kemeja oversized (pexels.com/cottonbro studio) Ketika outfit sudah memiliki volume besar, aksesori yang terlalu kecil kadang bisa terlihat 'hilang' di antara pakaian. Sebaliknya, terlalu banyak aksesori besar juga dapat membuat penampilan terasa penuh. Karena itu, aksesori perlu dipilih sebagai bagian dari keseluruhan proporsi outfit.
Tas berukuran sedang atau sedikit structured bisa membantu memberikan bentuk pada outfit oversized. Untuk alas kaki, sneakers dengan sol yang cukup tegas, boots, atau loafers dapat memberikan keseimbangan visual. Bukan berarti kamu harus selalu memilih aksesori berukuran besar, tetapi pastikan ukurannya terasa seimbang dengan pakaian yang dikenakan.
Memakai outfit oversized sebenarnya gak berarti harus menghilangkan bentuk tubuh sepenuhnya. Justru daya tarik gaya ini ada pada permainan volume dan siluet. Ketika bagian yang longgar dipadukan dengan detail yang lebih terstruktur, penampilan bisa tetap terlihat santai tanpa membuat tubuh tenggelam.
Sebelum membeli pakaian oversized baru, coba lihat kembali item yang sudah ada di lemari. Eksperimen dengan cara memasukkan atasan, mengganti bawahan, menambahkan belt, atau mengubah sepatu dan tas. Kadang, masalahnya bukan pada ukuran pakaian, tetapi pada cara beberapa item tersebut dipadukan.












![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Bagaimana Gaya Bekerjamu](https://image.idntimes.com/post/20240731/screenshot-2024-07-31-110715-9c84d19ef5d0013432e1371c5ba91423.png)









