Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tips Memakai Pakaian Oversized agar Tak Terlihat Tenggelam

3 min read
5 Tips Memakai Pakaian Oversized agar Tak Terlihat Tenggelam
ilustrasi pakaian oversized (unsplash.com/Andreea Pop)
  • Padukan atasan oversized dengan bawahan lebih ramping, seperti jeans straight, celana slim, atau rok lurus, agar proporsi tubuh tetap terlihat dan outfit tidak tampak melebar.
  • Tunjukkan garis pinggang dengan memasukkan sebagian atasan ke celana atau memakai bawahan high-waist, sehingga pakaian longgar tetap punya bentuk yang jelas.
  • Perhatikan panjang pakaian dan pilih sepatu yang seimbang dengan volume outfit; belt pada dress serta sneakers berstruktur dapat menjaga tampilan tetap rapi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pakaian oversized memang identik dengan potongan yang longgar dan terasa leluasa saat dikenakan. Namun, ukuran yang terlalu besar tanpa padu padan yang pas justru akan membuat tubuh terlihat tertutup oleh pakaian. Kesan tersebut biasanya muncul ketika seluruh bagian outfit memiliki ukuran yang sama-sama besar.

Karena itu, bukan ukuran bajunya yang harus dihindari, melainkan cara menyelaraskan bentuknya. Satu bagian yang longgar bisa dipasangkan dengan elemen lain yang lebih cocok sehingga siluet tubuh tetap terlihat. Beberapa tips memakai pakaian oversized agar tak terlihat tenggelam berikut ini bisa dicoba. Selain tak terlihat tenggelam, tampilan bakal lebih rapi tanpa kehilangan kesan santainya.

  1. 1. Pasangkan atasan oversized dengan bawahan yang lebih ramping

    ilustrasi mengenakan pakaian oversized
    ilustrasi mengenakan pakaian oversized (pexels.com/lookstudio)

    Kaus atau kemeja oversized akan terlihat lebih cocok ketika dipadukan dengan celana yang mengikuti bentuk kaki. Jeans straight, celana slim, atau rok dengan potongan lurus membantu memperlihatkan perbedaan ukuran antara bagian atas dan bawah tubuh. Hasilnya, atasan tetap menjadi bagian utama tanpa membuat seluruh tubuh tampak melebar.

    Pilihan ini cocok untuk aktivitas sehari-hari karena tidak membutuhkan banyak modifikasi. Saat mengenakan kaus berukuran besar, misalnya, cukup masukkan sedikit bagian depannya ke dalam celana. Detail kecil tersebut memberi batas pada pinggang sehingga outfit tidak terlihat seperti satu bidang pakaian yang panjang.

  2. 2. Masukkan sebagian atasan ke dalam celana

    ilustrasi memasukan baju ke dalam celana
    ilustrasi memasukan baju ke dalam celana (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Kemeja, kaus, maupun sweater oversized tidak selalu harus dibiarkan menjuntai. Masukkan bagian depan atau salah satu sisi. Memasukkan bagian depan atau salah satu sisi ke dalam celana dapat memperlihatkan posisi pinggang. Sementara itu, bagian belakang yang tetap terurai mempertahankan kesan santai dari pakaian tersebut.

    Cara ini juga membantu ketika atasan memiliki panjang yang cukup jauh melewati pinggul. Celana high-waist bisa jadi pasangan yang menarik karena garis pinggangnya lebih mudah terlihat. Dengan sedikit penataan, pakaian longgar tetap memiliki bentuk yang jelas.

  3. 3. Pilih bawahan berpinggang tinggi

    ilustrasi memakai baju oversized
    ilustrasi memakai baju oversized (unsplash.com/Kian Mousazadeh)

    Celana atau rok high-waist membantu memberikan titik batas pada outfit oversized. Ketika bagian pinggang terlihat, tubuh tidak sepenuhnya tertutup oleh atasan yang longgar. Proporsi antara badan dan kaki pun tampak lebih pas.

    Cara ini menarik untuk diterapkan bersama kaus besar yang panjangnya menutupi sebagian pinggul. Cukup sisakan sedikit bagian atasan di dalam bawahan atau gunakan teknik half-tuck. Untuk tampilan yang lebih santai, tambahkan sneakers atau sandal dengan desain yang tidak terlalu ramai.

  4. 4. Perhatikan panjang pakaian

    ilustrasi pakaian oversized
    ilustrasi pakaian oversized (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Oversized tidak selalu berarti harus memilih pakaian yang sangat panjang. Kaus yang terlalu panjang hingga mendekati lutut, misalnya, dapat membuat kaki terlihat lebih pendek ketika dipadukan dengan bawahan yang lebar. Panjang pakaian sebaiknya disesuaikan dengan bagian tubuh yang ingin ditonjolkan.

    Untuk atasan longgar, panjang sebatas pinggul atau sedikit di bawahnya sering lebih mudah ditata. Sementara itu, dress oversized dapat diberi batas dengan belt agar bentuknya tidak hilang. Jadi, perhatikan jatuhnya pakaian setelah dikenakan, bukan hanya ukuran yang tertera pada label.

  5. 5. Pilih sepatu yang pas dengan volume pakaian

    ilustrasi memakai sepatu
    ilustrasi memakai sepatu (pexels.com/https://kaboompics.com/)

    Ukuran pakaian yang besar juga perlu diperhitungkan saat memilih alas kaki. Sneakers dengan sol cukup tebal, boots, atau sepatu dengan bentuk tegas dapat menjaga keserasian visual ketika outfit memiliki banyak volume. Sebaliknya, alas kaki yang terlalu kecil terkadang membuat bagian atas tubuh terlihat semakin besar.

    Bukan berarti sepatu harus berukuran besar atau mencolok. Yang lebih penting adalah bahwa bentuknya tetap terlihat seimbang dengan pakaian yang dikenakan. Untuk kaus oversized dan celana longgar, misalnya, sneakers berstruktur dapat menyatukan keseluruhan tampilan tanpa terlihat berlebihan.

    Pakaian oversized tetap bisa terlihat rapi selama ukurannya tidak dibiarkan memenuhi seluruh tubuh. Memakai pakaian oversized agar tak terlihat tenggelam bisa dipadukan dengan elemen yang lebih ramping, menunjukkan garis pinggang, dan memperhatikan panjang setiap pakaian saat dikenakan. Dengan permainan proporsi yang tepat, gaya oversized akan memberi kesan santai tanpa membuat tubuh terlihat tenggelam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More