Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Tips Bercocok Tanam di Rumah untuk Pemula, Pilih Bibit Terbaik

6 Tips Bercocok Tanam di Rumah untuk Pemula, Pilih Bibit Terbaik
ilustrasi aneka tanaman (pexels.com/Kenneth Surillo)
Intinya Sih
  • Artikel memberikan enam tips dasar bercocok tanam di rumah bagi pemula, mulai dari memilih tanaman mudah dirawat hingga memahami media tanam yang sesuai.
  • Ditekankan pentingnya penggunaan pupuk, pestisida, dan penyiraman yang tepat agar tanaman tumbuh sehat tanpa risiko busuk atau kekeringan.
  • Penulis mendorong pembaca untuk belajar dari pengalaman ahli serta tidak takut gagal karena proses menanam adalah bagian dari pembelajaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Apakah kamu ingin menanam di rumah agar suasana lebih asri, tetapi masih ragu untuk memulai? Mungkin dirimu belum pernah menanam apa pun sebelumnya. Ditambah, kamu sering mendengar bahwa dibutuhkan tangan yang dingin untuk seseorang yang bisa menumbuhkan berbagai tanaman.

Kamu menjadi tambah tidak percaya diri untuk memulai. Dirimu cuma suka memandangi taman umum atau taman orang lain. Mulai saja dulu keinginanmu untuk menghijaukan lingkungan rumah. Ini tidak sesulit bayanganmu.

Wajar buat siapa pun melakukan kesalahan-kesalahan yang membuat tanamannya gak tumbuh dengan baik di awal penanaman. Praktik adalah cara yang paling tepat supaya dirimu tahu langsung apa yang harus atau malah gak boleh dilakukan. Untuk dasarnya, kamu cuma perlu memperhatikan enam tips bercocok tanam di rumah untuk pemula berikut ini.

1. Pilih tanaman yang perawatannya paling mudah dan tahan banting

menanam
ilustrasi menanam (pexels.com/Leiliane Dutra)

Pertama, jangan mempersulit diri dengan langsung mencoba menanam tanaman yang butuh perawatan ekstra. Pilih tanaman yang gampang tumbuh, berbunga, bahkan berbuah. Jenis tanaman begini biasanya banyak tumbuh di halaman rumah orang-orang.

Contohnya, pepaya, belimbing, dan jambu untuk pohon yang cukup besar. Ketiganya juga bisa ditanam dalam pot agar pertumbuhannya lebih terkendali. Untuk tanaman bunga, kamu dapat memilih melati, bugenvil, atau kamboja.

Dengan tingkat kemungkinan hidup yang tinggi tanpa perawatan khusus, kamu terhindar dari kekesalan dan keputusasaan. Bila belum apa-apa, dirimu telah gagal serta tanaman mati, nanti malah frustrasi. Kelak setelah kemampuanmu berkebun sudah bertambah, baru mencoba jenis tanaman lain yang lebih menantang.

2. Pahami jenis tanah jika kamu ingin menanam langsung di lahan

menanam
ilustrasi menanam (pexels.com/SenzaOrostix Husain Umar)

Kalau di sekitar rumah masih ada lahan terbuka, ini dapat dimanfaatkan buat berkebun. Keuntungannya, kamu tidak perlu membeli pot dan media tanam khusus. Biaya menjadi lebih hemat.

Penggunaan pupuk juga dapat diirit karena akar bisa menjangkau bagian tanah yang lebih dalam dan luas untuk mendapatkan nutrisi. Penanaman langsung di lahan terbuka juga pas untukmu yang suka tanaman tumbuh besar hingga rindang. Akan tetapi, tiap jenis tanah bisa memiliki kesuburan yang berbeda.

Jika tanah kurang subur, hanya beberapa tanaman yang cocok ditanam di situ. Pun tanah perlu terlebih dahulu diberi perlakuan khusus agar siap ditanami. Misalnya, pemberian dolomit pada tanah merah.

3. Untuk tabulampot gunakan media tanam yang tepat

menanam
ilustrasi menanam (pexels.com/cottonbro studio)

Ketiadaan lahan terbuka atau kamu malas mengolah tanah yang kurang subur bukan halangan buat bercocok tanam. Dirimu masih dapat menanam begitu banyak jenis tanaman di dalam pot. Baik tanaman buah dalam pot, tanaman bunga, bahkan sayuran.

Kuncinya ada pada media tanam. Pastikan media tanamnya subur. Ini ditandai dengan media tanam yang gembur serta mengandung zat-zat yang penting buat pertumbuhan tanam. Media tanam subur biasanya merupakan perpaduan antara tanah, sekam bakar, pupuk kandang, dan serbuk sabut kelapa dengan takaran tertentu.

Dirimu juga bisa membeli media tanam siap pakai sehingga tak usah mencampur sendiri bahan-bahan di atas. Jenis tanaman seperti anggrek juga punya media tanam khusus. Ada pula jenis tanaman air. Cari tahu dulu media tanam yang dibutuhkan oleh tanaman incaranmu.

4. Belajar menggunakan pupuk dan pestisida dengan tepat

mengambil tanaman
ilustrasi mengambil tanaman (pexels.com/Sasha Kim)

Kamu mungkin sering melihat tanaman yang dibiarkan begitu saja di pekarangan juga tumbuh besar. Itu memang benar. Namun, untuk hasil yang lebih memuaskan, penambahan nutrisi melalui pemupukan secara berkala penting dilakukan.

Apalagi tanaman dalam pot yang media tanamnya terbatas. Perhatikan dan ikuti petunjuk pemakaian pupuk. Selain pupuk, tanamanmu juga perlu disemprot pestisida secara berkala. Kalau gak, tanaman dapat rusak akibat serangan hama.

Kamu bisa memilih pestisida kimia atau alami. Tanaman yang mulai terlihat sakit sebaiknya juga untuk sementara dipisahkan dari tanaman lain. Jangan sampai hamanya berpindah ke tanaman-tanaman di sekitarnya. Pulihkan kondisinya dengan perawatan yang telaten.

5. Juga penyiraman sesuai jenis tanaman

menyirami tanaman
ilustrasi menyirami tanaman (pexels.com/Los Muertos Crew)

Penyiraman yang tepat bukan berapa kali dalam sehari. Ini sangat tergantung pada jenis tanamannya dan musim. Di musim hujan, misalnya, tanaman malah gak perlu disiram sama sekali.

Sementara tanaman yang habitat aslinya di daerah kering atau cenderung menyukai panas juga tak usah sering disiram. Seperti kaktus dan kamboja. Kalau tanaman terlalu kerap disiram melebihi kebutuhannya, malah timbul berbagai masalah.

Seperti akar busuk, batang lembek, dan daun kekuningan yang tak selalu menjadi tanah tanaman kekurangan air. Dapat pula sebaliknya, tanaman kelebihan air. Kamu bisa mencari tahu informasi penyiraman sesuai jenis tanaman di internet.

6. Jangan ragu bertanya pada orang yang ahli

menanam
ilustrasi menanam (pexels.com/cottonbro studio)

Sangat mungkin tiap orang punya pengalaman berbeda ketika menanam bibit yang sama. Menanam mawar, misalnya. Ada orang yang dengan mudahnya membuat mawarnya rajin berbunga.

Namun, tak sedikit pula orang yang tanaman mawarnya jarang sekali berbunga. Bahkan mati setelah berbunga sekali. Semua pengalaman itu gak ada salahnya didengarkan buat tambahan pengetahuanmu.

Akan tetapi, paling tepat dirimu belajar menanam dari orang yang memang cukup ahli. Sebab kalau kamu terlalu memikirkan pengalaman gagal orang lain, malah jadi takut duluan. Sementara orang yang telah terbukti mampu menjaga tanamannya punya tips-tips yang berguna buat diikuti.

Soal berhasil atau tidak saat bercocok tanam di rumah untuk pemula, alangkah baiknya tak perlu terlalu dipikirkan di awal. Sambil jalan, kamu akan belajar memperlakukan setiap tanaman dengan lebih tepat. Lagi pula, pada dasarnya, tanaman adalah makhluk hidup yang pasti juga akan berjuang untuk beradaptasi dan tumbuh dengan baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Related Articles

See More