Inspirasi khotbah (freepik.com/freepik)
Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah SWT,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Takwa adalah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan di dunia dan di akhirat kelak.
Pada hari yang mulia ini, Jumat, 16 Januari 2026, kita memperingati peristiwa besar dalam sejarah Islam, yaitu Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Perjalanan agung Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha, bukan sekadar mukjizat, tetapi mengandung pelajaran besar bagi kehidupan umat Islam.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, QS. Al-Isra: 1. Ayat ini menegaskan bahwa Isra Mi’raj adalah kehendak dan kekuasaan Allah SWT. Dari peristiwa inilah Rasulullah SAW menerima perintah shalat lima waktu, sebagai ibadah utama dan tiang agama.
Jemaah yang dirahmati Allah,
Isra Mikraj mengajarkan kepada kita bahwa shalat adalah penghubung langsung antara hamba dan Allah SWT. Jika salat kita baik, maka baik pula kehidupan kita. Namun jika salat kita lalai, maka rusak pula hubungan kita dengan Allah.
Selain itu, Isra Mikraj juga mengajarkan keteguhan iman. Rasulullah SAW menghadapi keraguan dan ejekan, tetapi beliau tetap yakin kepada kebenaran wahyu Allah. Di tengah tantangan kehidupan saat ini, iman harus menjadi pegangan utama agar kita tidak mudah goyah.
Dan yang tidak kalah penting, Isra Mikraj mengajarkan kesabaran dan tawakal. Rasulullah SAW melalui berbagai ujian berat, namun tetap sabar dan menyerahkan segalanya kepada Allah SWT. Inilah teladan yang patut kita ikuti dalam menghadapi masalah hidup.
Marilah kita jadikan peringatan Isra Mikraj ini sebagai momentum untuk memperbaiki shalat, memperkuat iman, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.