Comscore Tracker

5 Fase Self Acceptance, Cara untuk Berdamai dengan Diri Sendiri

Yuk mulai menghargai diri sendiri!

Pernah gak sih kalian ngerasa benci sama diri sendiri? Atau mungkin ngerasa kayak ‘kok hidup gue gini banget ya?’ Nah, ketika kita merasakan fase itu maka hidup akan merasa berat dan tidak tenang. Tentunya kamu gak akan mau berada di posisi itu bukan? Untuk itu kamu perlu melakukan self acceptance atau menerima diri sendiri.

Menurut APA Dictionary of Physhology, self acceptance berarti mengakui, menerima, dan menghargai pencapaian maupun batasan diri. Self acceptance merupakan kondisi dan sikap positif individu dalam bentuk penghargaan terhadap diri sendiri, menerima segala kelebihan dan kekurangan, mengetahui kemampuan dan kelemahan, serta tidak menyalahkan diri sendiri maupun orang lain. Orang yang menerapkan prinsip ini dalam hidupnya akan senantiasa berusaha untuk berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menghargai diri sendiri adalah langkah awal untuk menjadi pribadi yang baik

Self acceptance ini juga memiliki beberapa fase yang harus kamu alami terlebih dahulu sebelum benar-benar bisa menerima diri sendiri dengan baik. Berikut penjelasannya, cek this out!

1. Aversion 

5 Fase Self Acceptance, Cara untuk Berdamai dengan Diri Sendiriilustrasi membenci diri sendiri (unsplash.com/Andre Hunter)

Pada fase yang pertama, kamu akan berada di kondisi membenci diri kamu sendiri. Fase ini disebut dengan aversion. Di tahap ini kamu akan merasa bahwa hidupmu terasa berat, kamu enggan untuk menerima kenyataan yang terjadi dan cenderung menghindar dari tiap masalah kehidupan.

Jika kamu sedang berada di fase ini sekarang, kamu harus mulai sedikit demi sedikit menerima keadaan. Hidup memang pahit, begitulah kenyataannya. Lagi pula semua orang punya beban dan masalah hidupnya masing-masing jadi kamu jangan merasa menjadi manusia paling menyedihkan di dunia ini.

2. Curiosity

5 Fase Self Acceptance, Cara untuk Berdamai dengan Diri Sendiriilustrasi melawan rasa tidak nyaman (unsplash.com/Clay Banks)

Fase kedua adalah curiosity atau sebuah fase yang memungkinkan kamu melawan rasa tidak nyaman dengan perhatian. Jika sebelumnya kamu memilih menghindar, maka di fase ini mulai muncul perlawanan dalam diri kamu sendiri. Kamu akan merasa bahwa hidup kamu gak boleh gini-gini terus.

Untuk kamu yang sedang berada di fase ini, teruslah berpikir positif. Biasanya, orang yang berada fase ini akan memiliki tingkat kaingin tahuan yang tinggi. Perlakuan ini bisa jadi alternatif agar kamu sadar bahwa setiap individu itu unik dan punya kelebihan serta kekurangannya masing-masing.

 3. Allowing

5 Fase Self Acceptance, Cara untuk Berdamai dengan Diri Sendiriilustrasi self acceptance (unsplash.com/Timur Romanov)

Di fase allowing ini kamu akan mulai membiarkan perasaan apa pun datang dan pergi. Dalam kata lain, kamu akan semakin sadar bahwa kebahagiaan dan kesedihan akan selalu datang beriringan. Dua hal tersebut akan datang silih berganti ke dalam hidupmu, begitupun ke hidup orang lain.

Kamu bisa mengatasi fase ini dengan sikap yang lebih dewasa. Dengan mengingat bahwa tidak ada yang abadi di hidup ini, maka kamu akan merasa lebih tenang dan tidak risau. Yang terpenting, jangan pernah berlebihan dalam merasakan kesedihan maupun kebahagiaan karena hal tersebut tidak akan bertahan lama.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Self Acceptance itu Penting, Cintai Diri Sepenuhnya!

4. Tolerance

5 Fase Self Acceptance, Cara untuk Berdamai dengan Diri Sendiriilustrasi self acceptance (unsplash.com/havilion)

Fase tolerance merupakan sebuah fase penerimaan kesedihan yang kamu rasakan. Dengan menerima kesedihan ini maka kamu akan bersikap sebagaimana seharusnya. Ini akan menghindari kamu dari perilaku toxic positivity atau keadaan dimana kamu selalu berusaha terlihat baik-baik saja.

Kesedihan yang terjadi di dalam hidup adalah sebuah hal yang wajar jadi penting bagi kamu untuk dapat menerima kenyataannya. Jika kamu berada di fase ini, kamu tidak perlu khawatir akan berlarut dalam kesedihan. Justru ketika kamu mampu menerima rasa sedih itu dengan baik maka kamu akan bisa berpikir lebih jernih dan tenang sehingga kamu dapat bangkit dari kesedihan tersebut.

5. Friendship

5 Fase Self Acceptance, Cara untuk Berdamai dengan Diri Sendiriilustrasi self acceptance (unsplash.com/Erriko Bociia)

Fase terakhir adalah fase dimana kamu dapat merangkul kesedihan yang kamu alami dan dapat melihat hikmah di balik semua kejadian. Fase ini disebut dengan fase friendship karena kamu sudah mulai bisa berdamai dengan apa yang telah terjadi.

Jika kamu sudah berada di fase ini, maka hal yang harus kamu lakukan adalah dengan terus belajar ikhlas. Semua hal yang terjadi dalam hidup kamu pasti mempunyai hikmah di dalamnya. Ambilah setiap pelajaran yang ada di baliknya dan jadikanlah itu acuan untuk dapat memperbaikinya di kemudian hari.

Tak ada pantas kamu banding-bandingkan dalam hidup. Jika kamu melihat orang lain lebih sukses dan bahagia daripada kamu, bukan berarti kamu tidak beruntung. Setiap orang memiliki jalan dan waktu yang berbeda dalam meraih kesuksesan. Buatlah hidup kamu menjadi lebih berarti dengan tetap menghargai diri sendiri. semangat!

Baca Juga: 5 Alasan Pentingnya Memiliki Sikap Self Acceptance dalam Hidup

uma_ nihhh Photo Verified Writer uma_ nihhh

suka sama banyak hal, tapi ga suka kamu.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya