Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Kiat Tingkatkan Hoki di Tahun 2026, Harus Berani Jemput Bola

seorang perempuan
ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Tessy Agbonome)
Intinya sih...
  • Cari teman, bukan cari musuh
  • Belajar hal-hal baru sekaligus memperdalam skill lama
  • Cari peluang, bukan cuma menunggu
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Awal tahun biasanya banyak ramalan seputar hoki. Bisa hoki buat shio atau zodiak tertentu. Namun, jangan hanya menyandarkan peruntunganmu di tahun ini pada berbagai ramalan tersebut. Ramalan bisa kebetulan tepat atau meleset.

Ada cara-cara yang lebih realistis untuk mengupayakan tahun 2026 penuh keberuntungan buatmu. Bahkan nasib baikmu dapat berlanjut ke tahun-tahun berikutnya. Ini memerlukan usaha darimu.

Jadi, gak ada resep praktis buat mendatangkan hoki dalam hidupmu. Hoki seperti rumah. Fondasinya perlu dibangun dulu sebelum bagian-bagian lain hingga siap memberimu perlindungan dari panas dan hujan. Bersabar serta konsistenlah dalam melakukan enam kiat tingkatkan hoki di tahun 2026 berikut ini.

1. Cari teman, bukan cari musuh

pertemanan
ilustrasi pertemanan (pexels.com/Alexander Suhorucov)

Cari teman dan bukan mencari musuh berarti dua hal. Pertama, kamu perlu memperluas pertemanan. Terutama di kalangan yang potensial mendatangkan banyak kebaikan dalam hidupmu. Bukan sembarang teman.

Mereka mesti bisa membantumu memperluas cara pandang bahkan dapat mendorong bisnismu lebih berkembang. Makna kedua ialah menjaga hubungan baik yang telah terjalin. Jangan sampai saking asyiknya kamu mencari kawan baru malah melupakan teman lama.

Bahkan bila kamu introver dan gak bisa menjadi social butterfly, prinsipnya adalah memelihara harmoni dengan siapa pun. Bukan justru dirimu suka menciptakan masalah. Orang-orang yang memiliki hubungan baik denganmu sangat mungkin menolongmu dalam berbagai situasi. Seperti menjadi pelanggan pertama usahamu atau mengajakmu bergabung di kantornya.

2. Belajar hal-hal baru sekaligus memperdalam skill lama

menggunakan laptop
ilustrasi menggunakan laptop (pexels.com/Sarah Chai)

Hoki seperti binatang buruan yang lincah. Ia berlari ke sana kemari, melompat, dan menyamar. Maka dari itu, hanya orang-orang tertentu yang dapat menangkapnya. Mereka adalah orang yang memiliki senjata atau perangkap memadai dan tahu kapan harus menggunakannya.

Dalam kehidupanmu sehari-hari, kamu butuh skill. Lebih banyak keterampilan lebih baik. Akan tetapi, jangan lupa untuk memperdalam beberapa di antaranya. Sebab kalau skill tidak diperdalam, umpama senjata berburu yang tak lagi tajam.

Makin banyak keterampilan yang dikuasai, makin banyak pula peluang yang bisa diambil. Dirimu dapat bermain di lebih dari satu bidang. Sementara skill yang diperdalam akan membentukmu menjadi seorang ahli. Ahli selalu dicari oleh orang-orang yang membutuhkan keahliannya.

3. Cari peluang, bukan cuma menunggu

gunakan media sosial
ilustrasi gunakan media sosial (pexels.com/Tessy Agbonome)

Bayangkan kalau kamu baru pertama kali akan naik kendaraan umum. Dirimu tidak tahu bus yang ke arah tujuanmu bakal lewat di depanmu atau tidak. Bila kamu cuma menunggu di situ dan ternyata seharusnya dirimu berjalan dulu ke ruas jalan yang berbeda, kamu tak akan pernah sampai.

Begitu pula dengan sikap menanti hoki. Keberuntungan punya sisi manja yang ingin diperlakukan secara istimewa. Bila dirimu diam dan menunggu, ia ogah mendekat duluan. Hoki suka dengan orang yang benar-benar tertarik padanya.

Itu bakal tampak dari kesediaanmu untuk lebih berusaha. Bentuk ikhtiar menjemput bola misalnya, dengan kamu lebih rajin mengiklankan usahamu. Baik lewat media sosial maupun secara langsung saat dirimu bertemu orang-orang. Ketika kamu bekerja lebih keras tanpa malu-malu, hoki pun mendekat lebih cepat dari bayanganmu.

4. Gak terlalu pemilih saat ditawari pekerjaan

percakapan
ilustrasi percakapan (pexels.com/Charlotte May)

Tidak terlalu pemilih bukan lantas kamu gak boleh memilih. Tentu saja dirimu harus tetap memilih tawaran pekerjaan yang cukup baik untukmu. Kalau kamu asal terima saja, salah-salah malah dirimu seperti dikerjain oleh pemberi kerja.

Terburuk, kamu dapat menjadi korban perdagangan orang. Namun, ingat buat berhati-hati terhadap rasa gengsi dalam diri. Ibarat kamu ingin naik ke puncak menara pun harus tetap melewati lantai pertama, kedua, dan seterusnya.

Sederhanakan kriteria pekerjaan yang tepat buat diambil menjadi tiga hal saja. Yaitu, halal atau gak bertentangan dengan ajaran agamamu, mendatangkan kebaikan, dan bayarannya cukup sepadan dengan lelahmu. Tambah ribet kriteriamu, tambah jauh pula hokimu.

5. Jangan malu mengaku jika dirimu butuh sesuatu

menawarkan masakan sendiri
ilustrasi menawarkan masakan sendiri (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Tidak ada mantra khusus untuk memanggil hoki. Akan tetapi, keberuntungan dimulai dengan kejujuran. Sebaliknya, gak jujur kerap hanya mengundang sial. Sikap tak jujur tidak selalu berarti kamu berbuat jahat.

Akan tetapi, pilihan menutupi sesuatu menghambat pertolongan. Contoh, kamu sebenarnya butuh modal buat usaha dan gak tahu cara mendapatkannya. Jika dirimu tak mengatakannya pada siapa pun, modal usaha entah kapan akan diperoleh.

Begitu pula seandainya kamu lagi butuh pemasukan tambahan. Dirimu memilih berjualan makanan buatan sendiri. Apabila kamu jujur tentang motivasinya, orang-orang bakal lebih tertarik membeli. Jangan merasa dirimu cuma sedang dikasihani.

Toh, kamu tak mengarang cerita. Rasa butuh akan produk sekaligus empati orang padamu akan melipatgandakan hoki. Seandainya dirimu malah bilang berjualan makanan sekadar iseng, mereka pun kurang tertarik untuk membeli.

6. Mengikuti informasi terkini serta prediksi masa depan

di depan laptop
ilustrasi di depan laptop (pexels.com/ArtHouse Studio)

Banyak pertarungan di dunia dimenangkan oleh orang yang tahu lebih dulu. Seperti pihak yang tahu kapan musuh bakal menyerang pasti akan menggempur duluan dengan pasukan yang lebih besar. Bila kekuatan pasukan kurang, minimal mereka dapat pergi menyelamatkan diri daripada binasa.

Demikian pula mengetahui informasi sangat perlu guna memastikan kamu tetap beruntung di tahun ini. Jangan masa bodoh dengan berita-berita penting. Seolah-olah dirimu hidup terpisah dari dunia ini.

Ada perang di belahan bumi lain saja bisa memengaruhi perekonomian tanah air. Itu artinya, laju perekonomian di berbagai daerah juga terdampak. Dirimu mesti selalu membuka mata dan telinga tanpa perlu menjadi terlalu cemas. Cukup menyiapkan langkah antisipasi saja.

Jangan takut kalau ada ramalan hokimu kurang bagus di tahun ini. Itu seperti teror mental yang membuatmu kalah duluan sebelum bertanding. Patahkan ramalan buruk terkait keberuntunganmu dengan enam kiat tingkatkan hoki di tahun 2026 yang sudah dijelaskan di atas, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

Kenapa Penting Meminta Maaf kepada Anak?

07 Jan 2026, 23:54 WIBLife