- "Every action you take is a vote for the type of person you wish to become."
(Setiap tindakan yang kamu lakukan adalah suara untuk menentukan tipe orang seperti apa dirimu di masa depan.) - “No single instance will transform your beliefs, but as the votes build up, so does the evidence of your new identity.”
(Tidak ada satu tindakan yang langsung mengubah keyakinanmu, tetapi saat tindakan itu terakumulasi, bukti identitas barumu pun terbentuk.) - "The ultimate form of intrinsic motivation is when a habit becomes part of your identity."
(Bentuk motivasi intrinsik tertinggi adalah ketika kebiasaan menjadi bagian dari identitasmu.) - “It’s one thing to say I’m the type of person who wants this. It’s something very different to say I’m the type of person who is this.”
(Mengatakan ‘aku ingin menjadi’ sangat berbeda dengan ‘aku adalah’.) - “With outcome-based habits, the focus is on what you want to achieve. With identity-based habits, the focus is on who you wish to become.”
(Kebiasaan berbasis hasil berfokus pada apa yang ingin dicapai, sedangkan kebiasaan berbasis identitas berfokus pada siapa yang ingin kamu jadi.) - “Over the long run, the real reason you fail to stick with habits is that your self-image gets in the way.”
(Dalam jangka panjang, kegagalan mempertahankan kebiasaan sering kali disebabkan oleh citra diri sendiri.) - “The more pride you have in a particular aspect of your identity, the more motivated you will be to maintain the habits associated with it.”
(Semakin besar rasa bangga terhadap identitasmu, semakin besar motivasi untuk menjaga kebiasaan yang menyertainya.)
40 Kutipan Inspiratif dari Buku Atomic Habit, Relate Banget!

- Setiap kebiasaan merupakan bukti kecil dari identitas baru yang sedang kamu bangun
- Kesuksesan bukan hasil perubahan besar sekali waktu, melainkan akumulasi kebiasaan kecil
- Kutipan tentang perubahan
Buku Atomic Habits karya James Clear menjadi salah satu bacaan favorit banyak orang karena pesannya yang sederhana, namun sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Lewat pendekatan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari langkah ekstrem, melainkan dari tindakan-tindakan sederhana yang sering kali kita abaikan.
Tak heran jika banyak kutipan dari Atomic Habits terasa begitu relate, terutama bagi mereka yang sedang berusaha memperbaiki diri. Kata-kata inspiratif dalam buku ini bukan hanya memotivasi, tetapi juga membuka cara pandang baru tentang proses bertumbuh yang realistis dan berkelanjutan.
1. Setiap kebiasaan merupakan bukti kecil dari identitas baru yang sedang kamu bangun

2. Kesuksesan bukan hasil perubahan besar sekali waktu, melainkan akumulasi kebiasaan kecil

- “You do not rise to the level of your goals. You fall to the level of your systems.”
(Kamu tidak akan naik ke level tujuanmu, melainkan jatuh ke level sistem yang kamu bangun.) - “Goals are good for setting a direction, but systems are best for making progress.”
(Tujuan baik untuk menentukan arah, tetapi sistem lebih efektif untuk menciptakan kemajuan.) - “If you want better results, then forget about setting goals. Focus on your system instead.”
(Jika kamu ingin hasil yang lebih baik, lupakan tujuan dan fokuslah pada sistem.) - “Success is the product of daily habits—not once-in-a-lifetime transformations.”
(Kesuksesan adalah hasil dari kebiasaan harian, bukan perubahan besar yang terjadi sekali seumur hidup.) - “Professionals stick to the schedule; amateurs let life get in the way.”
(Profesional berpegang pada jadwal; amatir membiarkan hidup menghalangi.) - Stonecutter quote:
“It was not that last blow that did it—but all that had gone before.”
(Batu itu pecah bukan karena pukulan terakhir, melainkan semua pukulan sebelumnya.)
3. Kutipan tentang perubahan

- "In the long-run (and often in the short-run), your willpower will never beat your environment. The more disciplined your environment is, the less disciplined you need to be. Don’t swim upstream." (Dalam jangka panjang, bahkan sering kali dalam waktu singkat, kemauan sekuat apa pun hampir tak pernah bisa mengalahkan lingkungan. Semakin tertata lingkunganmu, semakin sedikit disiplin yang perlu kamu paksakan pada diri sendiri. Jangan melawan arus.)
- "People get so caught up in the fact that they have limits that they rarely exert the effort required to get close to them.” (Banyak orang terlalu sibuk memikirkan batasannya, sampai lupa mencoba seberapa jauh sebenarnya mereka bisa melangkah.)
- "The work that hurts you less than it hurts others is the work you were made to do.” (Pekerjaan yang terasa lebih ringan bagimu dibanding orang lain, biasanya adalah pekerjaan yang memang ditakdirkan untukmu.)
- “The first mistake is never the one that ruins you. It is the spiral of repeated mistakes that follows. Missing once is an accident. Missing twice is the start of a new habit.” (Kesalahan pertama hampir tak pernah menghancurkanmu. Yang berbahaya adalah rangkaian kesalahan setelahnya. Sekali meleset itu kecelakaan. Dua kali meleset, itu awal dari kebiasaan baru.)
- “Conventional wisdom holds that motivation is the key to habit change. Maybe if you really wanted it, you’d actually do it. But the truth is, our real motivation is to be lazy and to do what is convenient. And despite what the latest productivity best seller will tell you, this is a smart strategy, not a dumb one.” (Banyak orang percaya motivasi adalah kunci perubahan kebiasaan. Seolah kalau kamu benar-benar mau, kamu pasti melakukannya. Padahal, dorongan alami manusia justru ingin malas dan memilih yang paling praktis. Dan bertentangan dengan buku produktivitas mana pun, ini bukan strategi bodoh—ini justru cerdas.)
- “It is easy to get bogged down trying to find the optimal plan for change: the fastest way to lose weight, the best program to build muscle, the perfect idea for a side hustle. We are so focused on figuring out the best approach that we never get around to taking action. As Voltaire once wrote, ‘The best is the enemy of the good.'" (Sangat mudah terjebak mencari rencana paling sempurna: cara tercepat menurunkan berat badan, program otot terbaik, atau ide side hustle yang ideal. Kita terlalu sibuk mencari yang terbaik sampai lupa mulai melangkah. Seperti kata Voltaire, ‘yang terbaik adalah musuh dari yang cukup baik.’)
- “Some people spend their entire lives waiting for the time to be right to make an improvement.” (Ada orang yang menghabiskan hidupnya hanya dengan menunggu waktu yang ‘tepat’ untuk berubah.)
- “Whenever you want to change your behavior, you can simply ask yourself: How can I make it obvious? How can I make it attractive? How can I make it easy? How can I make it satisfying?” (Setiap kali ingin mengubah perilaku, tanyakan pada diri sendiri: bagaimana caranya ini jadi terlihat jelas? jadi menarik? jadi mudah? dan jadi memuaskan?)
- “It’s hard to change your habits if you never change the underlying beliefs that led to your past behavior. You have a new goal and a new plan, but you haven’t changed who you are." (Sulit mengubah kebiasaan kalau keyakinan dasar yang membentuk perilaku lamamu tak ikut berubah. Kamu mungkin punya tujuan dan rencana baru, tapi belum mengubah siapa dirimu.)
- “The implicit assumption behind any goal is this: “Once I reach my goal, then I’ll be happy.” The problem with a goals-first mentality is that you’re continually putting happiness off until the next milestone." - "In order to improve for good, you need to solve problems at the systems level. Fix the inputs and the outputs will fix themselves.” (Di balik setiap tujuan, sering tersembunyi asumsi: ‘kalau aku sudah sampai sana, baru aku bahagia.’ Masalahnya, pola pikir yang berfokus pada tujuan membuat kebahagiaan terus ditunda ke pencapaian berikutnya.)
- “In order to improve for good, you need to solve problems at the systems level. Fix the inputs and the outputs will fix themselves.” (Untuk benar-benar berkembang, kamu perlu memperbaiki sistemnya. Atur masukannya, maka hasil akhirnya akan mengikuti.)
4. Semua hal berawal dari small beginnings

- “Complaining about not achieving success despite working hard is like complaining about an ice cube not melting when you heated it from twenty-five to thirty-one degrees. Your work was not wasted; it is just being stored. All the action happens at thirty-two degrees.” (Mengeluh karena belum melihat hasil padahal sudah bekerja keras itu seperti mengeluh es batu tak mencair saat suhunya baru naik dari 25 ke 31 derajat. Usahamu tidak sia-sia—ia sedang disimpan. Perubahan besar terjadi di 32 derajat.)
- “Your outcomes are a lagging measure of your habits. Your net worth is a lagging measure of your financial habits. Your weight is a lagging measure of your eating habits. Your knowledge is a lagging measure of your learning habits. Your clutter is a lagging measure of your cleaning habits. You get what you repeat.” (Hasil hidupmu adalah cerminan dari kebiasaanmu. Kekayaan mencerminkan kebiasaan finansial, berat badan mencerminkan kebiasaan makan, pengetahuan mencerminkan kebiasaan belajar. Kamu adalah apa yang kamu ulangi.)
- “Making a choice that is 1 percent better or 1 percent worse seems insignificant in the moment, but over the span of moments that make up a lifetime these choices determine the difference between who you are and who you could be. Success is the product of daily habits—not once-in-a-lifetime transformations." (Pilihan yang hanya 1 persen lebih baik atau lebih buruk memang terasa sepele saat ini. Tapi dalam rentang hidup, pilihan-pilihan kecil itulah yang menentukan siapa dirimu dan siapa dirimu seharusnya. Kesuksesan lahir dari kebiasaan harian, bukan perubahan instan.)
- “We get bored with habits because they stop delighting us. The outcome becomes expected. And as our habits become ordinary, we start derailing our progress to seek novelty," (Kita bosan pada kebiasaan karena ia tak lagi memberi rasa senang. Hasilnya jadi bisa ditebak. Saat kebiasaan terasa biasa saja, kita sering menggagalkan progres hanya demi mencari hal baru.)
- “Your actions reveal how badly you want something. If you keep saying something is a priority but you never act on it, then you don’t really want it. It’s time to have an honest conversation with yourself. Your actions reveal your true motivations.” (Tindakanmu menunjukkan seberapa besar kamu benar-benar menginginkannya. Jika sesuatu terus kamu sebut prioritas tapi tak pernah kamu lakukan, mungkin sebenarnya kamu tak menginginkannya. Saatnya jujur pada diri sendiri.)
- “The purpose of building systems is to continue playing the game. True long-term thinking is goal-less thinking. It’s not about any single accomplishment. It is about the cycle of endless refinement and continuous improvement. Ultimately, it is your commitment to the process that will determine your progress." (Tujuan dibuat untuk memenangkan permainan. Sistem dibangun agar kamu terus bisa bermain. Cara berpikir jangka panjang sejati bukan soal tujuan, melainkan proses penyempurnaan tanpa henti. Komitmen pada proseslah yang menentukan progresmu.)
- “The more pride you have in a particular aspect of your identity, the more motivated you will be to maintain the habits associated with it. If you’re proud of how your hair looks, you’ll develop all sorts of habits to care for and maintain it. If you’re proud of the size of your biceps, you’ll make sure you never skip an upper-body workout. If you’re proud of the scarves you knit, you’ll be more likely to spend hours knitting each week. Once your pride gets involved, you’ll fight tooth and nail to maintain your habits.” (Semakin besar kebanggaanmu pada suatu identitas, semakin besar pula dorongan untuk menjaga kebiasaan yang menyertainya. Saat harga diri terlibat, kamu akan mati-matian mempertahankan kebiasaan itu.)
- “Be the designer of your world and not merely the consumer of it.” (Jadilah perancang hidupmu sendiri, bukan sekadar penikmat dari apa yang datang.)
- “All big things come from small beginnings. The seed of every habit is a single, tiny decision." (Semua hal besar berawal dari sesuatu yang kecil. Benih setiap kebiasaan adalah satu keputusan kecil.)
5. Kesuksesan yang bertahan lama datang dari konsistensi

- “Habits are the compound interest of self-improvement.”
(Kebiasaan adalah bunga majemuk dari pengembangan diri.) - “You don’t have to be the victim of your environment. You can also be the architect of it.”
(Kamu tidak harus menjadi korban lingkunganmu; kamu bisa menjadi perancangnya.) - “The greatest threat to success is not failure but boredom.”
(Ancaman terbesar kesuksesan bukan kegagalan, melainkan kebosanan.) - “The only way to become excellent is to be endlessly fascinated by doing the same thing over and over.”
(Satu-satunya cara untuk menjadi hebat adalah dengan mencintai proses mengulang hal yang sama.) - “When scientists analyze people who appear to have tremendous self-control…”
(Orang disiplin bukan karena kemauan super, tapi karena mereka mengatur hidup agar godaan lebih sedikit.) - “When you fall in love with the process rather than the product…”
(Saat kamu mencintai proses, kamu tak perlu menunggu hasil untuk merasa puas.) - “The Diderot Effect states that obtaining a new possession often creates a spiral of consumption.”
(Satu pembelian sering memicu pembelian lain.)
Demikian ragam kutipan dari buku Atomic Habits. Mana nih yang paling ngena buat kamu?


















