Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Memilih Bacaan di Waktu Istirahat Kerja, Bisa Menambah Wawasan!

ilustrasi membaca di sela istirahat kerja
ilustrasi membaca di sela istirahat kerja (unsplash.com/Alexandra Fuller)
Intinya sih...
  • Pilih topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari
  • Tulisan singkat dan rapi menjaga fokus dan efisiensi waktu.
  • Perhatikan gaya bahasa yang mengalir dan komunikatif
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Waktu istirahat kerja kerap kali terasa singkat dan cepat berlalu. Banyak orang memilih menghabiskannya dengan scrolling media sosial tanpa arah yang jelas. Padahal, jeda singkat ini bisa dimanfaatkan untuk membaca hal ringan yang tetap memberi nilai tambah.

Bacaan tidak harus panjang atau berat untuk memberikan wawasan baru. Ada banyak jenis tulisan yang mudah dicerna, tetapi tetap memberi sudut pandang baru dan pengetahuan praktis. Beberapa tips memilih bacaan berikut ini bisa kamu ikuti agar waktu istirahat kerja bisa dimanfaatkan lebih optimal.

1. Pilih topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari

ilustrasi membaca majalah
ilustrasi membaca majalah (unsplash.com/BETZY AROSEMENA)

Topik yang relevan dengan aktivitas harian lebih mudah dipahami dalam waktu singkat. Bacaan tentang kebiasaan kerja, manajemen waktu, kesehatan ringan, atau psikologi populer biasanya mengalir tanpa membutuhkan konsentrasi berat. Kedekatan topik membantu otak menyerap informasi dengan cepat.

Selain mudah dicerna, topik sehari-hari sering memberi insight yang langsung bisa diterapkan. Pembaca tidak perlu berpikir terlalu kompleks untuk memahami isinya. Hal ini membuat waktu istirahat tetap terasa santai.

2. Utamakan format tulisan pendek dan terstruktur

ilustrasi membaca koran
ilustrasi membaca koran (unsplash.com/Roman Kraft)

Artikel singkat, esai pendek, atau tulisan berbentuk poin lebih cocok dibaca saat jeda kerja. Struktur yang rapi memudahkan pembaca menangkap inti pembahasan tanpa membaca terlalu lama. Format ini menjaga fokus tetap stabil meski waktu terbatas.

Tulisan yang terstruktur juga membantu mengingat informasi utama. Pembaca dapat berhenti kapan saja tanpa kehilangan konteks. Ini membuat pengalaman membaca terasa ringan dan efisien.

3. Perhatikan gaya bahasa yang mengalir dan komunikatif

ilustrasi membaca majalah
ilustrasi membaca majalah (unsplash.com/ Trust "Tru" Katsande)

Gaya bahasa yang jelas dan natural membuat bacaan terasa lebih bersahabat. Kalimat yang tidak bertele-tele membantu pembaca tetap nyaman meski kondisi tubuh sedang lelah. Bahasa yang komunikatif juga membuat ide lebih mudah dipahami.

Penulis yang menggunakan contoh sederhana biasanya lebih mudah diikuti. Informasi terasa dekat dan tidak mengintimidasi. Hal ini penting agar membaca tetap menjadi aktivitas menyenangkan.

4. Pilih bacaan berbasis fakta ringan atau insight praktis

ilustrasi membaca koran
ilustrasi membaca koran (unsplash.com/Getty Images)

Bacaan ringan tetap sebaiknya didukung informasi yang akurat. Artikel berbasis fakta ringan, hasil riset populer, atau pengalaman profesional memberi wawasan tanpa terasa berat. Jenis bacaan ini menambah pengetahuan secara perlahan namun konsisten.

Insight praktis juga membantu pembaca merasa waktu membaca tidak terbuang. Informasi yang relevan dengan kehidupan kerja memberi nilai tambah. Dengan begitu, istirahat terasa lebih bermakna.

5. Sesuaikan bacaan dengan durasi waktu istirahat

ilustrasi membaca
ilustrasi membaca (unsplash.com/Andrej Lišakov)

Menyesuaikan panjang bacaan dengan waktu istirahat membantu menjaga kenyamanan. Bacaan lima hingga sepuluh menit lebih realistis dibandingkan teks panjang. Kesadaran ini mencegah rasa terburu-buru saat membaca.

Pemilihan durasi yang tepat juga menjaga fokus dan mood tetap stabil. Pembaca bisa menyelesaikan satu bacaan tanpa tekanan. Kebiasaan ini membantu menjaga konsistensi membaca di sela kesibukan.

Memilih bacaan ringan yang tepat membuat waktu istirahat kerja lebih berkualitas. Informasi tetap bertambah tanpa mengorbankan kenyamanan dan energi. Dengan pilihan bacaan yang sesuai, jeda singkat dapat menjadi momen refleksi dan penyegaran yang bermanfaat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Cara Berhenti Membeli Barang yang Gak Dibutuhkan, Biar Gak Menyesal!

25 Jan 2026, 23:22 WIBLife