Comscore Tracker

5 Adab Bermedia Sosial Ini Perlu Kamu Terapkan, Anti Jempol Nyakitin!

Buktikan kalau kamu bukan netizen +62 yang gak sopan

Baru-baru ini kita dihebohkan dengan pemberitaan ulah warganet +62 yang ‘menyerang’ akun Microsoft setelah perusahaan di bidang komputer tersebut meluncurkan hasil surveinya. Dalam survei yang melibatkan 16.000 responden dari 32 negara, terungkap bahwa skor Digital Civility Index (DCI) 2020 negara kita adalah 76 poin.

Semakin tinggi angkanya, justru menunjukkan hasil yang tidak baik. Dan dari hasil survei tersebut, ketahuan bahwa kita adalah negara paling tak sopan se-Asia Tenggara. Bukannya introspeksi, malah dijadikan alasan untuk berkomentar negatif di akun Instagram Microsoft, sampai pihak mereka menutup kolom komentar. Duh!

Supaya kita gak terus-terusan dianggap sebagai netizen yang tak sopan dan amit-amit, sampai terkenal di luar negeri dan dicap demikian, perlu sekali bermedia sosial dengan tetap beretika.

Berikut ini adab saat menggunakan media sosial yang kudu diterapkan oleh kita semua demi menciptakan lingkungan maya yang positif. Apa saja?

1. Hargai pendapat orang lain

5 Adab Bermedia Sosial Ini Perlu Kamu Terapkan, Anti Jempol Nyakitin!pexels.com/@shvetsa

Di era informasi yang tersebar sangat cepat dan luas ini, ada hal krusial yang perlu kita tanamkan dalam-dalam. Bahwa dunia ini memang beragam, sehingga perbedaan adalah keniscayaan.

Jadi, kalau lihat ada seorang yang komentar tidak sesuai dengan apa yang kamu yakini, gak usah ngegas. Namanya juga manusia yang memiliki pendidikan, latar belakang pengasuhan yang berbeda-beda, pastilah output pun beda.

Ketika melihat ada pemikiran yang berbeda, bersikaplah terbuka. Cobalah berpikir dari sudut pandang orang itu. Dengan demikian, akan terhindar dari perdebatan tak penting yang kemudian hanya menciptakan rasa bermusuhan.

2. Menghina itu tak menaikkan derajatmu lho!

5 Adab Bermedia Sosial Ini Perlu Kamu Terapkan, Anti Jempol Nyakitin!pixabay.com/splitshire

Ada hal miris yang sering kita lihat di komentar-komentar media sosial dan membuat kita mengelus dada. Ketika ada seorang yang bertanya, langsung dibombardir dengan tuduhan ‘gak pintar’ atau ‘masa gitu aja gak tahu’.

Menghina orang yang bertanya tak membuatmu jadi tampak pintar, lho! Bahkan sebaliknya, hal itu menunjukkan kualitas karakter yang tak baik.

Justru bertanya saat tak tahu jauh lebih bijaksana dibanding pura-pura tahu atau malah sok tahu. Tipe orang yang demikian itu malah yang biasanya bikin rusuh. Keras kepala dengan apa yang ia sangka benar, padahal sih aslinya tak punya ilmu.

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Sudah Kecanduan & Dibutakan oleh Media Sosial

3. Pastikan dulu kebenaran berita, baru komentar

5 Adab Bermedia Sosial Ini Perlu Kamu Terapkan, Anti Jempol Nyakitin!unsplash.com/@luisviol

Menciptakan isu yang bisa bikin huru-hara itu sangatlah mudah. Modalnya jempol plus akun tak bernama. Apalagi kalau tipikal warganetnya mudah dihasut dan kental prasangka.

Saat melihat pemberitaan yang heboh, langsung komentar ini-itu padahal belum dicek kebenaran faktanya.

Biasakan untuk membaca dulu berita sampai lengkap, atau kroscek pemberitaan dulu, baru komentar. Jangan lihat judulnya saja sudah heboh bukan kepalang, padahal isinya tak demikian. Malunya gak nahan!

4. Berbahasalah layaknya di dunia nyata

5 Adab Bermedia Sosial Ini Perlu Kamu Terapkan, Anti Jempol Nyakitin!unsplash.com/@whitfieldjordan

Kita dulu terkenal dengan masyarakat yang santun. Sopan dalam bertindak dan bertutur kata. Lalu ke manakah semua nilai-nilai itu?

Cobalah terapkan nilai yang sama saat kita berkomunikasi di dunia maya. Jaga kata-kata dari ujaran kebencian atau kata kasar yang sangat tak sopan, dan kamu pun yakin kalau di dunia nyata, gak akan terlontar bahasa seperti itu.

Ingat lho, apa yang kita lakukan di dunia maya pun akan dipertanggung jawabkan nanti. Jangan sampai di dunia nyata kita terkenal baik, tapi amal kebaikan itu habis terkikis lantaran jempol yang sering nyakitin.

5. Kritikan itu wajar

5 Adab Bermedia Sosial Ini Perlu Kamu Terapkan, Anti Jempol Nyakitin!pexels.com/@mentatdgt-330508

Fenomena lain di medsos yang cukup miris adalah budaya anti-kritik. Ketika mengkritik seseorang, langsung dihujat dan disangka yang bukan-bukan. Iri, dengki, sok alim, sok pintar, dan sebagainya.

Padahal kritikan itu selama disampaikan dengan baik, harusnya disyukuri. Tandanya mereka peduli untuk melihatmu lebih baik lagi.

Coba terapkan hal-hal di atas saat kita bermedia sosial, maka tak akan lagi kita dicap sebagai penduduk yang tak sopan. Sebagai warga negara yang baik, gak mau dong mencoreng nama tanah air sendiri?

Baca Juga: 5 Kesedihan yang Gak Perlu Dituangkan di Media Sosial, Jangan Diobral!

L A L A Photo Verified Writer L A L A

I fear not the man who has practiced 10,000 kicks once, but I fear the man who has practiced one kick 10,000 times (Bruce Lee)

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya