Comscore Tracker

5 Hal Buruk yang Bisa Terjadi jika Kamu Terlalu Mencemaskan Masa Depan

#IDNTimesLife Malah jadi gak bisa menikmati hidup, gak enak!

Terlalu abai terhadap masa depan, bisa membuat hidupmu jadi berantakan. Mengambil keputusan hanya berdasarkan pertimbangan kesenangan semata. Alasannya, masa depan gak pasti, jadi nikmati saja momen saat ini.

Sikap demikian sangatlah keliru, karena bisa membuat masa depanmu jadi suram. Akan tetapi, berlebihan memikirkan bagaimana masa depanmu nanti, juga enggak bagus. Ada berbagai hal buruk yang bisa terjadi, bila kamu terlalu mencemaskan masa depan. Apa saja?

1. Menurunnya produktivitas

5 Hal Buruk yang Bisa Terjadi jika Kamu Terlalu Mencemaskan Masa Depanilustrasi wanita di atas sofa (pexels.com/Fox)

Cemas terhadap masa depan, membuatmu rentan overthinking. Akhirnya sulit berkonsentrasi dengan apa yang harus kamu lakukan saat ini. Kalau sudah susah konsentrasi, pekerjaan yang mudah sekalipun, jadi terasa sulit.

Tentu ini akan kontra produktif. Masa depanmu bukannya baik, malah suram akibat terlalu cemas memikirkan apa yang belum terjadi.

2. Menurunnya kualitas hidup

5 Hal Buruk yang Bisa Terjadi jika Kamu Terlalu Mencemaskan Masa Depanilustrasi wanita sedang pusing (pexels.com/Burst)

Sibuk memikirkan apakah nanti akan dapat pekerjaan yang bagus, apakah nanti pasanganmu akan setia, apakah nanti bisa membahagiakan orangtua, dapat menurunkan kualitas hidupmu. Sehari-hari, hatimu jadi gak tenang dan damai.

Kamu lebih fokus pada hal yang gak bisa diprediksi, dibanding fokus pada langkah yang bisa kamu lakukan saat ini, supaya apa yang ingin kamu capai di masa depan bisa terjadi. Memusatkan perhatianmu pada aksi saat ini, jauh lebih bermanfaat, dibanding cuma merasa khawatir dengan bagaimana hidupmu nanti.

Baca Juga: Gak Cemas! Begini 9 Cara Sederhana Menghilangkan Stres dengan Cepat

3. Overplanning

5 Hal Buruk yang Bisa Terjadi jika Kamu Terlalu Mencemaskan Masa Depanilustrasi mumet (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Membuat rencana, itu wajib. Selain bisa meminimalkan kegagalan, hal tersebut juga bisa membuatmu lebih fokus dan terarah. Akan tetapi, kalau sudah berlebihan, hasilnya malah enggak baik.

Overplanning, justru bisa bikin rencanamu itu mandek pada sebatas wacana. Karena tiap mau aksi, selalu merasa ada yang kurang. Terus menunggu sempurna, akhirnya gak maju-maju.

4. Kamu gak bisa menikmati hidup

5 Hal Buruk yang Bisa Terjadi jika Kamu Terlalu Mencemaskan Masa Depanilustrasi pria kerja di tempat tidur (pexels.com/Vlada Karpovich)

Berlebihan dalam memikirkan masa depan, membuatmu seperti selalu diburu waktu. Jadi gak bisa benar-benar menikmati hidup. Santai sedikit, langsung merasa bersalah, khawatir santaimu itu akan menghancurkan masa depanmu.

Kerja keras harus, memperbudak diri, jangan! Segala hal akan berjalan dengan baik, selama dalam batas wajar. Dan memforsir diri, sampai mengabaikan istirahat, demi membangun masa depan yang belum tentu, bukan sikap yang bijak. Yang ada, di masa depan jadi sakit-sakitan.

5. Hidup selalu dalam ketakutan

5 Hal Buruk yang Bisa Terjadi jika Kamu Terlalu Mencemaskan Masa Depanilustrasi wanita sendirian di pantai (pexels.com/Tatiana Syrikova)

Akibat terlalu cemas dengan hal-hal yang gak bisa kamu prediksi, membuat hari-harimu diliputi rasa takut. Mau mencoba hal baru, takut gagal.

Rasa takut ini kalau dituruti, justru akan merusak masa depan. Kamu jadi sulit termotivasi, karena tiap kali melakukan sesuatu, ingin hasilnya selalu bagus. Ketika gagal, langsung mental breakdown.

Hanya mencemaskan masa depan, tanpa berbuat apa-apa, gak ada manfaatnya sama sekali. Malah berakibat buruk. Mending fokus saja pada apa yang bisa kamu lakukan sekarang, supaya masa depanmu cemerlang. Itu jauh lebih produktif!

Baca Juga: 5 Tips Manajemen Waktu buat Kamu yang Ingin Produktif, Simak! 

L A L A Photo Verified Writer L A L A

I fear not the man who has practiced 10,000 kicks once, but I fear the man who has practiced one kick 10,000 times (Bruce Lee)

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya