Belakangan ini, istilah loud budgeting semakin ramai dibicarakan di media sosial, terutama di kalangan anak muda dan pekerja urban. Tren ini muncul sebagai respons terhadap gaya hidup konsumtif yang sering membuat seseorang merasa harus selalu ikut nongkrong, liburan, atau membeli barang tertentu demi menjaga pergaulan. Akibatnya, tidak sedikit orang yang memaksakan kondisi keuangan hanya agar terlihat “ikut tren” di lingkungan sosialnya.
Loud budgeting hadir dengan pendekatan yang berbeda. Tren ini mengajarkan seseorang untuk lebih terbuka soal kondisi finansial dan berani mengatakan “tidak” terhadap pengeluaran yang dirasa tidak sesuai kemampuan. Singkatnya, loud budgeting adalah seni mengatur keuangan secara sadar tanpa merasa malu atau minder ketika harus menolak ajakan yang bisa mengganggu kondisi finansial pribadi.
