Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenali Main Character Energy, Tren yang Banyak Dibahas Gen Z
Ilustrasi main character energy (pexels.com/Rebeca Medeiros)
  • Istilah main character energy menggambarkan sikap percaya diri dan pandangan hidup seolah menjadi tokoh utama dalam kisah sendiri, populer di kalangan Gen Z melalui media sosial.
  • Ciri khasnya meliputi konsistensi merawat diri, keberanian menghadapi emosi sulit, serta pertumbuhan pribadi yang berfokus pada perubahan internal, namun bisa berisiko jika terlalu egois.
  • Main character energy bermanfaat untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kesehatan mental, asalkan dijalankan seimbang tanpa mengabaikan orang lain atau menjadikannya bentuk narsisisme.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan ini, istilah main character energy semakin sering muncul di media sosial dan menjadi bagian dari percakapan sehari-hari di kalangan gen Z. Sikap ini banyak diadopsi dalam berbagai gaya hidup, mulai dari fashion, hobi, hingga cara memandang kehidupan sehari-hari.

Tren tersebut menggambarkan sikap percaya diri yang membuat seseorang merasa sebagai tokoh utama dalam perjalanan hidupnya sendiri. Namun, apakah pengertiannya hanya itu saja? Cari tahu jawabannya di sini!

1. Apa itu main character energy?

Ilustrasi main character energy (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Main character energy adalah ungkapan informal di internet yang digunakan untuk menggambarkan sikap atau pola perilaku yang percaya diri dan yakin. Istilah ini bermula di media sosial untuk merujuk pada seseorang yang berperilaku seolah-olah ia adalah protagonis dalam kisah hidupnya. Jika memiliki energi tersebut, kamu memandang hidup sebagai sebuah narasi, layaknya kamu menjadi tokoh utama dalam film atau novel.

Ini pun merujuk pada sikap hidup di mana kamu memprioritaskan diri sendiri. Itu bisa menjadi hal yang baik jika digunakan dengan cara memprioritaskan perawatan diri, tetapi bisa menjadi hal yang buruk jika dilakukan secara berlebihan.

Gagasan tentang main character energy telah memikat gen Z untuk menjalani hidup mereka sepenuhnya dan memperjuangkan diri mereka sendiri. Namun jika terlalu jauh mengarah pada keegoisan, hal ini dapat mendekati narsisisme.

2. Karakteristik main character energy

Ilustrasi main character energy (pexels.com/Viktorya Sergeeva 🫂)

Tanda-tanda main character energy yang autentik:

  • Kebiasaan perawatan dirimu terus berlanjut secara konsisten bahkan ketika tidak ada orang yang menyaksikannya.

  • Kamu mampu menghadapi emosi yang sulit dan bersedia melakukan percakapan yang tidak nyaman.

  • Pertumbuhanmu berkelanjutan dan diukur berdasarkan perubahan internal, bukan feedback eksternal.

Menurut Shannon Sauer-Zavala, PhD, seorang psikolog klinis dan profesor madya di Universitas Kentucky, ciri main character energy adalah ekstroversi, atau sifat banyak bicara dan tegas.

"Seorang yang ekstrover memiliki kemampuan untuk memasuki ruangan dan menjadi pusat perhatian, merasa nyaman menjadi pusat perhatian," kata Sauer-Zavala, dikutip dari laman Verywell Mind.

Sauer-Zavala juga menyebutkan, sifat kurang peka terhadap kebutuhan orang lain yang dimiliki 'sang tokoh utama' ini. Itu bisa menjadi hal yang baik jika mendahulukan kebutuhan orang lain di atas kebutuhanmu sendiri, tetapi bisa menjadi masalah jika terbiasa mengabaikan orang lain demi sudut pandangmu sendiri.

3. Manfaat memiliki main character energy

Ilustrasi main character energy (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Terdapat manfaat dari energi ini, karena melakukan hal yang membuat kamu bahagia tanpa mengkhawatirkan apa yang orang lain pikirkan tentang dirimu. Memandang diri sendiri sebagai tokoh utama dapat memberikan beberapa manfaat dalam meningkatkan kepercayaan diri, kesehatan mental, dan kesejahteraan, di antaranya:

  • Membangun kepercayaan pada diri sendiri.

  • Fokus pada kebahagiaanmu.

  • Menetapkan batasan yang sehat.

  • Memprioritaskan hobi dan tujuan.

  • Memprioritaskan perawatan diri dan welas asih.

  • Membangun harga diri.

4. Cara mengembangkan main character energy tanpa berlebihan

Ilustrasi main character energy (pexels.com/Elina Fairytale)

Sebagai gen Z, kamu dapat melakukan beberapa hal ini untuk menumbuhkan main character energy tanpa berlebihan, seperti:

  • Jadilah tokoh utama dalam kisahmu sendiri, bukan kisah orang lain.

  • Jangan 'menginjak kaki' orang lain jika mereka menginginkan sorotan untuk sementara waktu.

  • Jangan berlebihan dalam menampilkan main character energy. Hindari membuat segalanya berpusat pada diri sendiri dan lupa memberi diri sendiri waktu untuk menyendiri. Main character energy tidak harus selalu berada pada level maksimal.

  • Jadilah diri sendiri. Saat menggunakan main character energy, jangan mengatakan atau melakukan apa pun yang tidak akan kamu lakukan jika tidak ada yang melihat.

  • Perhatikan bagaimana kamu memengaruhi orang lain. Tanyakan pendapatnya mereka tentang dirimu dan bagaimana kamu menangani berbagai hal. Jika tanggapannya negatif, cobalah untuk lebih memperhatikan mereka saat kamu berinteraksi.

Nah, itulah apa yang kamu perlu tahu mengenai main character energy. Sudah paham kan mengapa ini menjadi tren yang banyak dibahas gen Z karena erat hubungannya dengan self-love hingga mental health. Lantas, apakah kamu punya energi tokoh utama?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article