Comscore Tracker

9 Tanda Kamu Harus Lebih Fokus Mengarahkan Hidup

Gak bisa begini terus

Sudahkah kamu tahu dengan pasti arah hidupmu? Benar, gak ada yang bisa memastikan di mana akhirnya kamu akan tiba. Ada kehendak Tuhan yang akan menentukan takdirmu. Namun sebagai manusia, tentu kamu tetap harus berusaha mengarahkan hidupmu.

Bukan sekadar mengikuti ke mana angin berembus yang bikin hidupmu gak pernah jelas. Jika satu atau beberapa tanda di bawah ini ada padamu, kamu perlu banget lebih fokus mengarahkan hidup. Yuk, cek satu per satu.

1. Ada target yang belum tercapai

9 Tanda Kamu Harus Lebih Fokus Mengarahkan HidupUnsplash.com/getrodeo

Membuat target itu mudah. Yang sukar ialah memastikan semua target tercapai. Jika target-target terus dibiarkan tak terwujud, buat apa juga repot-repot membuatnya? 

Maka harus ada usaha yang lebih keras untuk mencapainya. Mungkin selama ini kamu kurang fokus dalam berusaha. Atau bahkan, kamu sebenarnya belum sungguh-sungguh menganggap penting target yang dibuat.

2. Satu per satu temanmu telah menempuh jalan hidup masing-masing

9 Tanda Kamu Harus Lebih Fokus Mengarahkan HidupUnsplash.com/wanderfleur

Pada titik ini, kamu akan merasa ditinggalkan teman-temanmu. Mereka seperti menjauhimu, sibuk dengan urusan masing-masing. Jangan baper, ini fase yang normal kok.

Begitu masuk usia dewasa, kalian memang harus lebih fokus pada hidup masing-masing. Ada tugas besar yang akan sangat menentukan masa depan bahkan masa tua kalian. Jadi, pikirkan tentang bidang yang akan kamu tekuni, ya!

3. Muncul keinginan untuk mempelajari sesuatu secara lebih mendalam

9 Tanda Kamu Harus Lebih Fokus Mengarahkan HidupUnsplash.com/jakobowens1

Jangan sia-siakan dorongan ini. Bila muncul keinginan untuk mempelajari sesuatu secara lebih mendalam, berarti kamu punya minat yang besar akan hal itu ketimbang hal lainnya. Ini bisa mengubah arah hidupmu, lho.

Kamu hanya perlu menjaga semangat belajar itu biar gak cepat padam. Jangan menunda-nunda lagi. Puaskan rasa dahagamu dengan mempelajarinya penuh sungguh. Siapa tahu kamu akan berubah dari seorang amatir menjadi profesional di bidang itu.

4. Hidupmu bukannya makin maju malah makin terpuruk

9 Tanda Kamu Harus Lebih Fokus Mengarahkan HidupUnsplash.com/obsiidan

Coba ingat-ingat lagi hidupmu beberapa tahun terakhir. Apakah menunjukkan adanya peningkatan pencapaian atau malah penurunan? Kalau penurunannya gak seberapa, tentu bukan masalah.

Itu wajar karena hidup memang dinamis, ada kalanya naik atau turun. Namun jika penurunan terjadi terus-menerus, kamu benar-benar harus memikirkan ke mana kamu akan membawa hidupmu. Waktunya bangkit!

Baca Juga: 5 Makna Dibalik Ajaran Makan untuk Hidup, Bukan Hidup untuk Makan

5. Cuma bisa membenci kesuksesan orang lain

9 Tanda Kamu Harus Lebih Fokus Mengarahkan HidupUnsplash.com/mahmutyildirim

Kebencianmu gak pernah berguna. Sebenci apa pun kamu pada kesuksesan orang lain, hidupmu gak akan menjadi lebih baik karenanya. Begitu pula orang yang sukses akan tetap bahkan makin sukses dan cuma bikin hatimu tambah panas.

Daripada buang-buang waktu dan energi buat kebencian yang gak jelas begini, kenapa gak mengurus hidup sendiri saja? Percaya deh, kalau kamu bisa lebih fokus mengarahkan hidup, kebencian akan kesuksesan orang lain gak bakal lagi dirasakan.

6. Terlalu banyak waktu luang

9 Tanda Kamu Harus Lebih Fokus Mengarahkan HidupUnsplash.com/mdesign85

Punya waktu luang memang menyenangkan. Semua orang membutuhkannya untuk beristirahat, biar gak stres dengan rutinitas. Akan tetapi memiliki terlalu banyak waktu luang juga gak baik.

Pikiranmu bisa kurang aktif. Lama-kelamaan kamu juga akan terbiasa menjadi pemalas. Kamu perlu menyibukkan diri. Daripada hanya berpangku tangan, gunakan waktumu agar bisa menghasilkan banyak hal yang berguna buat hidupmu.

7. Merasa minder dan gak berguna

9 Tanda Kamu Harus Lebih Fokus Mengarahkan HidupUnsplash.com/dollargill

Kamu gak akan merasa begini jika sudah paham banget kelebihan-kelebihanmu dan mengembangkan potensi diri semaksimal mungkin. Sebaliknya jika dua hal itu belum dilakukan, ditambah sering melihat kehebatan orang-orang, kamu bisa makin merasa insecure.

Kamu perlu melihat lebih cermat pada diri sendiri. Apa saja hal baik yang ada dalam dirimu? Baik itu sifat maupun bakat dan minat. Lalu bekerja keraslah agar semuanya makin menonjol dari waktu ke waktu.

8. Gak bahagia dengan kondisimu saat ini

9 Tanda Kamu Harus Lebih Fokus Mengarahkan HidupUnsplash.com/yan_berthemy_photography

Ada banyak hal yang bisa membuatmu merasa gak bahagia. Salah satunya, kamu sebenarnya tahu ada 'tempat lain' yang lebih cocok untukmu. Namun sampai saat ini, kamu masih terjebak di 'tempat yang salah'.

Kalau begini, kenapa hanya diam dan menunggu kondisi berubah dengan sendirinya? Bukankah itu mustahil? Kamu sendiri yang harus berjuang untuk keluar dari kondisimu saat ini. Bergeraklah menuju kondisi yang diinginkan.

9. Ingin bisa semapan orang lain

9 Tanda Kamu Harus Lebih Fokus Mengarahkan HidupUnsplash.com/abrosimova_marina_foto

Kamu sadar banget hidupmu masih jauh dari harapan. Kamu merasakan banyak kesulitan dan ketidaknyamanan karena hidup yang belum mapan. Kamu juga punya beberapa orang yang kemapanan hidupnya ingin kamu contoh.

Ini baik sekali. Artinya, kamu sudah tahu apa yang ingin dicapai. Ini gak sama dengan iri. Tidak ada rasa benci dalam dirimu akan kemapanan orang lain. Yang ada hanyalah rasa tertarik. Kamu cuma gak boleh berhenti pada 'ingin'. Harus berkonsentrasi penuh untuk mengubah nasib.

Dengan lebih fokus mengarahkan hidup, peluangmu mencapai apa pun yang diinginkan menjadi jauh lebih besar. Sebaliknya kalau gak fokus, ibarat orang menembak, pelurumu bisa berhamburan tak tentu arah.

Baca Juga: 5 Alasan Memiliki Standar Hidup Sendiri Buatmu Lebih Bahagia

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya