Comscore Tracker

Capek Dianggap Pamer di Media Sosial, Ini yang Perlu Dilakukan

Kamu gak boleh pamer, orang lain juga gak boleh dengki

Unggahan apa pun di media sosial memang akan menimbulkan persepsi yang berbeda-beda. Artinya, perbedaan persepsi itu hal yang wajar. Hanya saja, bisa menjadi masalah bila ada yang tidak dapat menahan pendapat pribadinya untuk dirinya sendiri lantas mengomentari unggahanmu dengan nada yang tidak enak.

Secuek-cueknya, tentu sedikit banyak kamu akan terusik jika dicap suka pamer, bukan? Nah, agar anggapan orang tak membuat kondisi kejiwaanmu makin buruk, ini yang perlu kamu lakukan!

1. Suka tidak suka, kamu harus terlebih dahulu introspeksi 

Capek Dianggap Pamer di Media Sosial, Ini yang Perlu DilakukanUnsplash.com/jtownsend22

Siapa pun tidak selalu dalam kondisi yang cukup siap untuk menerima komentar pedas orang lain. Oleh karenanya, wajar bila kamu menjadi kesal saat disebut pamer. Namun jangan biarkan dirimu tenggelam dalam kekesalan, sepenuhnya menyangkal tuduhan pamer itu, dan lupa untuk mencoba introspeksi.

Apa pun hasil introspeksinya, itu penting agar kamu mengerti betul posisimu dan bisa menentukan sikap yang tepat untuk selanjutnya. Jika memang ada yang keliru darimu, tentu kamu tak ingin terus membiarkannya, kan?

2. Kamu harus peka dengan kondisi sekitar, tetapi orang lain juga harus belajar menghargaimu dan berpikiran positif 

Capek Dianggap Pamer di Media Sosial, Ini yang Perlu DilakukanUnsplash.com/meghanschiereck

Bila setelah melakukan introspeksi, kamu yakin tidak berniat pamer dan tak ada yang keliru atau berlebihan dari unggahanmu, berarti pihak lainlah yang harus belajar lebih dewasa dalam menyikapi unggahan apa pun. Memang tidak bisa orang lain menekanmu untuk tidak pamer saat sebenarnya mereka sendirilah yang menyimpan kedengkian.

3. Mencoba lebih selektif dalam mengunggah apa pun 

Capek Dianggap Pamer di Media Sosial, Ini yang Perlu DilakukanUnsplash.com/eddybllrd

Sekalipun kamu sudah yakin tidak ada yang salah dari unggahanmu, jadikan tuduhan pamer itu peringatan agar kamu lebih berhati-hati dalam mengunggah apa pun. Yah, namanya manusia bisa saja sewaktu-waktu khilaf, kan? Dengan ingatan untuk harus lebih selektif ini, kemungkinan khilaf itu bisa diperkecil.

Baca Juga: 10 Quotes untuk Status Media Sosial, Soal Cinta Sampai Kata Motivasi

4. Bikin caption yang lebih menunjukkan kerendahan hati apa pun unggahannya

Capek Dianggap Pamer di Media Sosial, Ini yang Perlu DilakukanUnsplash.com/dnkphoto

Caption atau keterangan yang kamu tulis dalam unggahanmu bisa sangat membantu menjelaskan maksudmu yang sebenarnya ketimbang hanya foto atau video. Terutama foto dan video yang mengandung kesenangan seperti liburan atau benda-benda berharga. Dengan keterangan yang lebih menunjukkan kerendahan hati, diharapkan orang lain tak terlalu mudah salah paham.

5. Kalau masih tetap dibilang pamer, abaikan saja dan tetap jadi diri sendiri 

Capek Dianggap Pamer di Media Sosial, Ini yang Perlu DilakukanUnsplash.com/mauveine

Jika keempat hal di atas sudah kamu lakukan tetapi masih saja disebut pamer, apa boleh buat? Bagaimanapun, waktu dan energimu bukan hanya untuk mengurusi hal-hal seperti itu, kan?

Belajar mengabaikan memang kadang tidak mudah. Tetapi setelah kamu bisa, hidupmu akan menjadi lebih tenang. Hanya kamu dan Tuhan yang paling tahu niatmu yang sesungguhnya. Orang lain hanya selalu dalam posisi menerka.

Tetaplah menjadi diri sendiri. Jangan biarkan tekanan orang lain mengubah karaktermu yang sebenarnya tidak ada masalah. Toh, kamu memang tidak perlu menyenangkan semua orang.

Baca Juga: Bijak dan Dewasa, 5 Hal yang Pantang Diumbar di Media Sosial

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Abigail Putra

Berita Terkini Lainnya