Comscore Tracker

5 Makna Dibalik Ajaran Makan untuk Hidup, Bukan Hidup untuk Makan

#IDNTimesLife Pernah diajarkan begini sama orangtua?

Sudah sering mendengar kalimat 'makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan' atau malah baru kali ini? Gak apa-apa juga kalau kamu baru sekarang mendengarnya. Gak ada kata terlambat untuk mengetahui sesuatu yang baik bagimu.

Ya, beberapa orangtua sering mengulangi ajaran tersebut pada anak bukan tanpa tujuan. Sekalipun susunan katanya hanya diubah sedikit, maknanya jadi jauh berbeda. Ini nih, lima makna di balik kalimat tersebut.

1. Biar terhindar dari obesitas

5 Makna Dibalik Ajaran Makan untuk Hidup, Bukan Hidup untuk MakanUnsplash.com/aloragriffiths

Kalau hidupmu hanya untuk makan, gak heran bila kamu terjebak pada kebiasaan gak sehat. Yaitu makan terlalu banyak setiap harinya dan apa saja dimakan. Misalnya, makanan dengan kalori amat tinggi tetapi sebenarnya nutrisinya kurang.

Jelas, ada bahaya besar yang mengintai dari pola makan seperti ini. Apa lagi kalau bukan kelebihan berat badan? Dan jika berat badan sudah jauh dari ideal, macam-macam penyakit juga akan bermunculan.

2. Biar fokusmu gak cuma urusan perut

5 Makna Dibalik Ajaran Makan untuk Hidup, Bukan Hidup untuk MakanUnsplash.com/alexhaney

Bayangkan betapa ribetnya hidupmu jika pikiranmu didominasi urusan perut. Kamu kan, makan tiga kali dalam sehari. Nanti sepanjang hari cuma sibuk memikirkan mau sarapan apa, makan siang apa, makan malam apa, belum lagi camilannya.

Buat memutuskan menunya saja sudah memakan waktu dan energi. Belum lagi memasaknya. Kamu bisa menghabiskan terlalu banyak waktu dan tenaga cuma buat berkutat di dapur.

Memangnya kamu gak ada pekerjaan lain? Belum lagi kamu mungkin jadi kelewat panik kalau-kalau akan 'kelaparan'. Kamu jadi hobi menimbun bahan makanan sampai sebagiannya cuma berakhir di tempat sampah. Sayang banget, kan?

3. Biar lebih mensyukuri hidangan apa pun

5 Makna Dibalik Ajaran Makan untuk Hidup, Bukan Hidup untuk MakanUnsplash.com/tyukov

Kalau kamu berpinsip makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan, urusan makan jadi simpel banget buatmu. Yang penting kamu tetap makan dalam porsi yang cukup serta makanannya gak basi dan ada gizinya.

Kamu gak lagi neko-neko. Harus makan makanan yang mahal, dalam porsi besar, atau harus baru dimasak sehingga masih hangat. Makanan sederhana yang penting memenuhi kriteria seperti di atas sudah cukup buatmu. 

Baca Juga: 5 Bukti Kamu Selalu Bisa Menghargai Pilihan Hidup Orang Lain

4. Biar lebih bisa menabung atau menggunakan uang untuk hal-hal yang gak kalah penting dari makanan

5 Makna Dibalik Ajaran Makan untuk Hidup, Bukan Hidup untuk MakanUnsplash.com/smorocinska

Makanan itu penting banget. Namun tentu saja hidup manusia bukan cuma soal makan. Sejauh sudah gak kelaparan, kita punya banyak banget aspek dalam hidup yang harus diurusi atau dibiayai.

Daripada membelanjakan terlalu banyak uang hanya untuk makanan yang bahkan belum tentu semuanya bisa kita habiskan atau sehat buat tubuh, lebih baik mengalokasikan sebagian dana untuk ditabung buat masa depan. Atau membeli buku, mendaftar kursus, bahkan mencicil rumah.

5. Biar lebih semangat bekerja

5 Makna Dibalik Ajaran Makan untuk Hidup, Bukan Hidup untuk MakanUnsplash.com/studiorepublic

Ajaran makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan menunjukkan bahwa makanan itu sumber energi untukmu bisa beraktivitas dengan baik. Salah satunya, tentu biar kamu berkonsentrasi selama bekerja.

Jadi, ajaran itu gak menggeser fungsi penting makanan dalam hidupmu. Hanya saja, gak menjadikan makanan dan kegiatan makan sebagai satu-satunya tujuan setelah kamu membanting tulang.

Semua makhluk hidup tentu butuh makan. Namun gak perlu berlebihan. Biasakan untuk makan secukupnya biar tubuh lebih sehat, lebih bisa memikirkan banyak hal di luar urusan perut, dan tentunya pengeluaran untuk belanja makanan juga selalu terkontrol.

Baca Juga: 5 Pelajaran Hidup Drama True Beauty, Hidup Gak Melulu Soal Penampilan

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Abigail Putra

Berita Terkini Lainnya