5 Alasan Mending Kerja Sampingan daripada Utang saat Butuh Duit

- Utang membebani dengan kewajiban pengembalian dan bunga, sementara kerja sampingan memberikan kebebasan finansial tanpa beban.
- Kerja sampingan menjaga harga diri dan hubungan saling menguntungkan, berbeda dengan utang yang membuat orang lain terganggu.
- Utang hanya solusi jangka pendek, sedangkan kerja sampingan membawa tambahan skill, pengalaman, dan jaringan untuk mendatangkan rezeki tak terduga.
Apa langkah yang biasa diambil olehmu ketika membutuhkan uang sementara gaji tak mencukupi? Mungkin ada kebutuhan mendadak atau penghasilan dari satu pekerjaan memang minim. Jika dirimu sejauh ini memilih menambal kebutuhan dengan utang ke siapa pun, kenapa gak cari pekerjaan sampingan saja?
Berutang memang lebih mudah dilakukan daripada menambah pekerjaan. Butuh energi yang lebih besar untukmu menjalankan dua pekerjaan atau lebih. Akan tetapi, mengambil pekerjaan sampingan lebih minim risiko.
Menghindari utang selagi mampu dan bersedia lebih capek juga akan mendidikmu supaya lebih bijak soal keuangan. Gak apa-apa kamu sedikit lebih lelah karena waktu luang berkurang. Toh, hasilnya juga untuk hidupmu sendiri. Ada manfaat jika kamu memutuskan mending kerja sampingan daripada utang saat butuh duit.
1. Gak terbebani mengembalikan pinjaman apalagi bayar bunga

Setiap utang adalah beban. Beda dengan pemberian, pinjaman apa pun wajib dikembalikan. Bahkan bunga tinggi yang mencekik pun bukan alasan untuk peminjam melalaikan kewajibannya. Sebab perihal bunga tersebut telah diberitahukan di awal.
Kasih bunga tinggi untuk pinjaman memang tidak baik. Namun, kamu tetap bersalah kalau gak mau membayarnya. Sementara dengan dirimu bekerja sampingan, kewajiban seperti itu tidak ada.
Capek memang. Namun, setelah pekerjaan selesai dilakukan kamu justru senang karena mendapatkan uang. Dirimu dapat hidup lebih tenang. Kebutuhan terpenuhi tanpa beban mesti mengembalikan uang siapa pun dan drama penagihan. Makan terasa enak. Tidur pun nyenyak.
2. Harga diri terjaga

Bekerja tidak hanya untuk manusia memperoleh uang. Pekerjaan juga menjaga harga dirimu. Dengan kamu memilih mengambil pekerjaan sampingan ketimbang ngutang, dirimu tidak tampak sedang meminta belas kasihan orang.
Kamu memang membutuhkan pekerjaan. Akan tetapi, pihak yang menerimamu bekerja pasti juga memerlukan jasamu. Ini hubungan yang saling menguntungkan. Tidak ada pihak yang mengganggu atau terganggu.
Beda dengan saat dirimu mencari pinjaman ke sana kemari. Cuma kamu yang membutuhkan kebaikan mereka. Sementara orang lain malah menjadi mengeluarkan uang di luar rencana apabila meminjamkannya padamu. Tanpa ngutang, dirimu terbebas dari omongan yang tidak mengenakkan serta rasa malu.
3. Kerja sampingan adalah solusi jangka panjang, utang jangka pendek

Utang juga solusi untuk masalah kebutuhan tidak sebanding dengan pendapatan. Namun, sifatnya hanya jangka pendek. Contoh, kebutuhan keluargamu gak bisa kurang dari rentang 2,5 sampai 3 juta rupiah per bulan.
Kalian mencoba berhemat seperti apa pun jumlahnya tetap segitu. Sementara pendapatanmu pas 2,5 juta rupiah. Artinya, gajimu cuma kadang-kadang cukup. Lebih sering penghasilanmu minus atau sama sekali tak ada uang untuk ditabung.
Seandainya dalam setahun kamu berutang 500 ribu rupiah dikali 6 bulan saja sudah mencapai 3 juta rupiah. Dirimu tetap tak memiliki sisa pendapatan untuk mencicilnya. Malah sesekali kamu masih menambah utang.
Lingkaran utang begini cuma dapat diputus dengan dirimu bekerja sampingan. Kamu mesti memperoleh tambahan penghasilan lebih dari 500 ribu rupiah per bulan supaya kebutuhan aman. Syukur-syukur dapat rutin lebih dari satu juta rupiah tiap bulan.
4. Tambahan skill, pengalaman, dan jaringan mendatangkan rezeki tak terduga

Kalau kamu berutang, dirimu hanya mendapatkan uang sesuai permintaan. Itu pun bila nasibmu cukup mujur. Sering kali keinginan meminjam uang sudah bikin orang lain malas. Kamu ke sana kemari belum tentu mendapatkannya.
Sementara bekerja sampingan memang butuh waktu untukmu menerima bayaran. Upahmu baru diberikan setelah pekerjaan beres atau di waktu tertentu. Akan tetapi, keuntungan yang diperoleh bukan cuma uang.
Skill, pengalaman, serta jaringanmu bertambah. Bahkan sekalipun pekerjaan sampingan hanya mempertemukanmu dengan satu orang baru, yaitu pemiliknya. Dari ketiga hal tersebut, pintu-pintu rezeki lain dapat terbuka.
Siapa pun yang menyukai hasil kerjamu bisa tiba-tiba memberikan penawaran atau permintaan. Misal, pekerjaan sampinganmu membuka bengkel kecil-kecilan. Pemakai jasamu dapat meminta nomormu untuk sewaktu-waktu dipanggil ke rumah bila butuh. Kemudian kamu direkomendasikan dari mulut ke mulut olehnya.
5. Banyak orang tak tahu kamu BU, hanya ulet dan senang bekerja

Jika kamu sampai ngutang sudah jelas dirimu lagi sangat membutuhkan uang. Terlebih caramu cukup mendesak orang lain. Misal, kamu awalnya hendak meminjam 1 juta rupiah.
Orang sampai kaget dengan permintaan pinjaman segede itu. Lalu dirimu berkata setengahnya saja gak apa-apa deh, soalnya kamu butuh sekali. Dia masih tidak bersedia karena uang di dompetnya saja tak pernah sampai segitu.
Dengan gigih kamu kembali bilang seadanya saja pun gak apa-apa daripada tidak diberi pinjaman sama sekali. Kalau bukan kepepet duit, apa namanya? Sedang bila dirimu bekerja sampingan apalagi secara rutin, orang tak cepat menyimpulkan kamu lagi BU. Mereka malah dapat menilaimu secara positif seperti berwatak ulet dan pekerja keras.
Jika ada kebutuhan mendadak yang harus dipenuhi hari ini juga atau besok, utang memang menjadi solusi yang pas. Tentu hanya bila kamu sama sekali tak punya uang. Meski begitu, kalau kebutuhan gak terlalu mendesak, mending kerja sampingan daripada utang saat butuh duit.



















