“Tekstur yang halus dan lembut menjadi sama pentingnya dengan kilau kulit. Korea memimpin pergeseran ini dengan essence microneedle, ampoule shots, dan perawatan pengelupasan lembut yang membantu pori-pori tampak lebih kencang dan permukaan kulit secara keseluruhan tampak lebih rata," kata Charlotte Cho, salah satu pendiri pasar K-beauty Soko Glam, dilansir Vogue.
4 Tren K-Beauty 2026, Glass Skin 2.0 hingga Alis Lembut!

- Glass skin 2.0: Tekstur halus dan lembut jadi fokus, dengan teknologi Reedle dari VT dan formula kaya eksosom untuk kulit yang lebih seimbang.
- Perawatan kulit dan rambut: Tren perawatan rambut Korea, sampo nutrisi kulit kepala, essence, mist rambut, dan masker menutrisi.
- PDRN: Populer pada 2025, tren ini akan meningkat di 2026 dengan beralih ke format konsumen untuk mendukung produksi kolagen dan hidrasi.
Tren K-beauty pada tahun 2026 semakin menegaskan posisinya sebagai pionir inovasi dalam industri kecantikan global. Tidak hanya berfokus pada hasil instan, K-beauty kini mengedepankan pendekatan skin longevity atau perawatan kulit jangka panjang yang menggabungkan sains dermatologi, bioteknologi, dan bahan alami berkelanjutan.
Konsumen semakin sadar akan pentingnya kesehatan skin barrier, personalisasi produk, serta transparansi formula, mendorong brand Korea untuk menghadirkan solusi yang lebih cerdas, aman, dan ramah lingkungan. Di sisi lain, K-beauty 2026 juga dipengaruhi kuat oleh teknologi digital dan perubahan gaya hidup generasi muda. Yuk, simak selengkapnya!
1. Glass skin 2.0

Teknologi Reedle dari VT adalah teknologi spikula yang menimbulkan sensasi geli, juga mengacu pada pentingnya formula kaya eksosom untuk mendukung kulit yang lebih halus dan seimbang. Cho menambahkan, bahwa inovasi-inovasi ini menunjukkan betapa fokusnya Korea dalam menciptakan tekstur lembut dan merata yang diinginkan banyak orang.
2. Perawatan kulit dan rambut

“Perawatan rambut Korea sedang menjadi tren, dan itu berasal dari filosofi yang mengutamakan kulit kepala. Sampo yang menutrisi kulit kepala dan perawatan yang menenangkan menjadi kebutuhan sehari-hari. Dari situ, essence dan mist rambut menambahkan hidrasi ringan, menghaluskan rambut yang kusut, dan menciptakan hasil akhir yang lembut dan berkilau yang menjadi ciri khas Korea. Dipadukan dengan masker yang menutrisi, kamu bisa mendapatkan tampilan rambut berkilau ala Korea yang terlihat halus dan lembut tanpa terasa berat," kata Cho.
Pendiri dan CEO Landing International dan pencipta K-Beauty World, Sarah Chung Park dan Michelle Lee, mantan pemimpin redaksi Allure dan CMO K-Beauty World, mendukung tren rambut berkilau. Lee mengatakan, bahwa ia menjalani perawatan kulit kepala 12 langkah di Korea dan analisis kulit kepala lengkap. Ia belajar banyak tentang bagaimana seharusnya merawat kulit kepala di luar perawatan rambut biasa.
3. PDRN

PDRN dan eksosom mulai populer pada tahun 2025 dan Chung Park memprediksi tren ini akan semakin meningkat pada tahun 2026 seiring bahan-bahan tersebut beralih dari format klinis ke format konsumen untuk mendukung produksi kolagen, hidrasi, dan perbaikan dengan lebih baik. PDRN yang merupakan singkatan dari polideoksiribonukleotida, menunjukkan potensi untuk sifat anti-inflamasi dan penyembuhan luka, serta kemampuan untuk mensintesis kolagen dan mengurangi hiperpigmentasi, cobalah sendiri dengan gel-krim kolagen Mixsoon atau krim Reju-All yang sedang populer di Seoul.
Eksosom, demikian pula, dikenal karena karakteristik anti-inflamasinya yang membuatnya berharga dalam meningkatkan proses perbaikan alami kulit. Suntikan eksosom Medicube tersedia dalam beberapa tingkat intensitas yang menjadi favorit di Amerika Serikat.
4. Alis yang lembut

“Alis ala Barat cenderung lebih melengkung, lebih gelap, dan terdefinisi, sementara tren saat ini di Korea adalah mencerahkan alis untuk melembutkan wajah dan menciptakan bentuk alis yang lebih lurus. Beberapa orang Korea sedikit memutihkan alis mereka atau yang lebih umum menggunakan brow-cara atau gel alis berwarna yang satu atau dua tingkat lebih terang dari warna rambut mereka," kata Lee.
Meskipun pemutihan alis sempat menjadi tren di AS tahun lalu, tampilan di Korea lebih halus. Lee mengatakan ini hanya tentang sedikit mengurangi ketajaman untuk melembutkan tampilan.
Sebagai penutup, tren K-beauty 2026 menunjukkan bahwa kecantikan tidak lagi sekadar tentang mengikuti gaya, melainkan tentang memahami kebutuhan kulit secara mendalam dan berkelanjutan. Ke depannya, K-beauty bisa terus menjadi acuan global dalam mendefinisikan kecantikan yang sehat, cerdas, dan autentik.


















