Ilustrasi emotional hangover (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Emotional hangover dapat disebabkan oleh berbagai situasi, baik itu yang negatif maupun positif dari proses sosialisasi. Bisa jadi itu berupa pertengkaran, hari yang berat di tempat kerja, atau kamu baru saja pulang dari acara pernikahan, konser, perjalanan, atau pertemuan sosial lainnya.
Meskipun bersenang-senang selama perayaan, kamu dapat merasa lelah, sedih, dan/atau kehabisan energi setelahnya, yang disebut dengan "emotional hangover".
"Merasa lelah secara mental dan emosional setelah pengalaman positif adalah hal yang normal. Mungkin itu menyenangkan, tetapi kamu tetap mengeluarkan banyak energi emosional antara bersosialisasi atau berada di lingkungan yang merangsang," kata Gabrielle (Morse) Sanderson, LMHC, pendiri Noetic Therapy, dikutip dari Verywell Mind.
Sanderson mengatakan, ada beberapa alasan mengapa emotional hangover dapat terjadi. Salah satunya, kamu melepaskan zat kimia yang membuat perasaan senang seperti dopamin dan saat emotional hangover itu terjadi, kita kekurangan zat tersebut.
Di sisi lain, jika kamu memiliki diagnosis kesehatan mental, pengalaman tersebut dapat lebih parah. Orang dengan kecemasan dan depresi mungkin mengalami rangkaian pikiran negatif setelah pengalaman positif. Dan apabila kamu adalah orang yang berempati tinggi, juga bisa memperparah kondisi.
"Ini bukanlah pengalaman permanen, melainkan sesuatu yang kemungkinan besar akan segera kau lewati. Emotional hangover sering terjadi karena sistem saraf kita berada dalam keadaan tegang, baik karena kegembiraan, koneksi, atau stimulasi, dan membutuhkan waktu untuk mengatur diri," kata Alyssa Petersel, LCSW, pendiri dan CEO MyWellbeing, dikutip dari Verywell Mind.