Ketika seseorang memberanikan diri mengungkapkan pengalaman kekerasan seksual, respons yang ideal adalah berfokus pada keselamatan dan perlindungan korban. Namun, situasinya menjadi jauh lebih rumit ketika pihak yang dilaporkan adalah seorang figur publik populer. Nama besar, citra yang bersih, serta jutaan pengikut sering kali membuat masyarakat lebih cepat memasang benteng pembelaan bagi sang idola daripada mendengarkan suara korban.
Pengungkapan kekerasan seksual yang melibatkan tokoh terkenal hampir selalu diwarnai oleh keraguan publik dan penolakan massal. Ada faktor psikologis dan sistemik yang membuat kesaksian korban terhambat oleh popularitas pelaku.
