Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Sinar Matahari Bisa Bikin Suasana Hati Positif?

ilustrasi bangun tidur dengan tersenyum (unsplash.com/bruce mars)
ilustrasi bangun tidur dengan tersenyum (unsplash.com/bruce mars)
Intinya sih...
  • Sinar matahari merangsang produksi serotonin, hormon bahagia, dan mengatur ritme sirkadian tubuh untuk membaikkan mood.
  • Vitamin D dari sinar matahari mendukung keseimbangan emosional, namun bukan satu-satunya faktor penentu mood.
  • Cahaya alami memengaruhi produksi hormon tidur dan kewaspadaan, dengan intensitas dan waktu paparan yang penting untuk manfaat maksimal.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah gak, sih, merasakan tiba-tiba suasana hati kita jadi lebih cerah saat sinar matahari menerpa wajah? Inilah kenyataan yang kadang terasa ajaib, tapi kenapa sinar matahari bisa bikin mood auto naik, ya? 

Di balik sensasi hangat dan sinar yang menyapa kulit, ada rangkaian proses biologis dan psikologis yang bekerja dalam tubuh kita, lho. Nah, tulisan ini akan mengajak kita lebih memahami alasan sinar matahari ampuh sebagai mood booster. Disimak, ya!



1. Mengapa sinar matahari terasa “magis” buat mood?

ilustrasi menikmati sinar matahari pagi
ilustrasi menikmati sinar matahari pagi (pexels.com/Cliford Mervil)

Kita mungkin sering menyebut bahwa sinar matahari memberi kehangatan dan semangat. Di balik itu, ada mekanisme kimiawi yang bekerja dari cahaya terang merangsang produksi serotonin, yakni neurotransmitter yang dikenal sebagai hormon “bahagia”. Guys, produksi serotonin juga ikut meningkat seiring dengan intensitas cahaya yang diterima otak lewat retina kita, berdasarkan penelitian tahun 2023.

Selain itu, paparan sinar matahari juga membantu mengatur ritme sirkadian tubuh kita, yaitu jam biologis internal yang memengaruhi tidur, energi, dan kestabilan emosi. Cahaya pagi yang masuk ke mata memberi sinyal ke organ pengatur waktu tubuh (nucleus suprachiasmatic) bahwa sudah saatnya “aktif,” sehingga kita merasa segar dan mood pun membaik.

2. Apakah vitamin D ikut berperan mengangkat mood kita?

ilustrasi menikmati sinar matahari pagi
ilustrasi menikmati sinar matahari pagi (pexels.com/Sam Kolder)

Pada kulit kita, sinar UVB memicu produksi vitamin D, yang kemudian memiliki berbagai dampak pada otak dan sistem saraf. Salah satu manfaatnya adalah mendukung fungsi neuroprotektif, mereduksi peradangan otak, dan menjaga kesehatan sinapsis. Nah, semua itu sangat krusial untuk keseimbangan emosional, lho.

Namun, hubungan antara vitamin D dan mood ternyata gak selalu konsisten dalam semua penelitian. Beberapa studi gagal menemukan korelasi kuat antara peningkatan vitamin D dan perubahan mood yang signifikan. Jadi, vitamin D mungkin salah satu bagian yang berperan, tapi bukan satu-satunya faktor penentu.


3. Bagaimana cahaya alami memengaruhi hormon tidur dan kewaspadaan?

ilustrasi bangun tidur dengan tersenyum (unsplash.com/bruce mars)
ilustrasi bangun tidur dengan tersenyum (unsplash.com/bruce mars)

Tak hanya serotonin, sinar matahari juga memengaruhi hormon melatonin, hormon yang membantu kita tidur. Paparan cahaya alami di siang hari memberi sinyal bahwa “ini waktunya terjaga,” sehingga produksi melatonin ditekan selama malam. Ketika malam tiba, tubuh lebih siap memproduksi melatonin agar kita bisa tidur lelap. Pola inilah yang membantu kita memiliki ritme biologis seimbang.
Dengan tidur yang lebih baik dan bangun yang segar, kita pun lebih punya energi dan daya tahan emosional terhadap stres sehari-hari. Dalam kata lain, sinar matahari membantu kita “reset” sistem hormon kita agar mood tetap stabil, lho.


4. Apakah semua cahaya sama baiknya untuk mood kita?

ilustrasi menikmati sinar matahari pagi
ilustrasi menikmati sinar matahari pagi (pexels.com/cottonbro studio)

Kita perlu memahami bahwa kualitas cahaya, dari intensitas, panjang gelombang, waktu paparan, sangat menentukan efeknya. Cahaya pagi, dengan spektrum lebih biru dan intensitas meningkat secara bertahap, dianggap paling ideal untuk merangsang serotonin dan menyesuaikan jam biologis tubuh.
Sementara itu, paparan sinar ultraviolet (UV) yang agresif, terutama di tengah hari, membawa risiko seperti kerusakan kulit dan kanker. Jadi, dosis yang moderat dan jadwal yang tepat adalah kunci supaya kita tetap mendapatkan manfaat tanpa risiko berlebihan, ya.

5. Bagaimana kita bisa “menangkap” manfaat mood dari sinar matahari secara maksimal?

ilustrasi jalan di sekitar rumah untuk meningkatkan daya imajinasi (pexels.com/ Zen Chung)
ilustrasi jalan di sekitar rumah untuk meningkatkan daya imajinasi (pexels.com/ Zen Chung)

Untuk memaksimalkan efek positifnya, kita bisa mulai dengan kebiasaan sederhana. Jadi, kamu bisa jalan santai di luar pada pagi hari selama 10–30 menit tanpa kacamata hitam terlalu gelap. Waktu ini sudah cukup bagi tubuh memproduksi vitamin D dan menerima cahaya terang untuk stimulasi serotonin. 

Selain itu, kita bisa memperbanyak paparan cahaya di ruang kerja atau ruang tinggal dengan jendela terbuka, menggunakan tirai ringan, dan menjaga agar bagian depan wajah menerima cahaya matahari pagi. Namun, hindari paparan langsung saat sinar UV sedang puncak (biasanya tengah hari), ya.

Kini kita tahu, bahwa sinar matahari bisa bikin mood auto naik, karena gabungan dari reaksi tubuh yang dirancang untuk merespons cahaya alami. Semoga kita semakin menyadari betapa luar biasanya kekuatan cahaya pagi, dan mulai menjemput hari kita dengan sinar dengan happy.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Cara Bijak Sikapi Rasa Baper saat Tidak Diperhatikan Pasangan

15 Feb 2026, 21:15 WIBLife