Cap orang desa yang ditujukan padamu ketika kamu pertama kali merantau ke kota barangkali membuatmu gak percaya diri. Seakan-akan orang desa hidup di peradaban masa lampau. Beda dengan orang kota yang benar-benar hidup pada saat ini dan untuk masa depan.
7 Tips Mengatasi Minder saat Merantau dari Desa ke Kota

- Artikel menyoroti rasa minder yang sering dialami perantau dari desa ke kota dan pentingnya membangun kembali kepercayaan diri agar tujuan merantau tidak sia-sia.
- Ditekankan bahwa asal-usul dari desa bukan hal memalukan, karena setiap tempat punya tantangan dan kelebihan masing-masing, termasuk orang kota yang juga menghadapi banyak masalah.
- Penulis memberi tips praktis seperti belajar lewat observasi, bertanya, atau internet; bersikap cuek terhadap ejekan; serta fokus pada tujuan utama merantau demi masa depan lebih baik.
Entah benar-benar ada orang yang kasih sebutan begitu ke kamu atau hanya perasaanmu saja. Rasa minder dapat menguasaimu. Terdapat rasa takut kalau-kalau dirimu tidak cocok tinggal di kota besar. Atau kamu gagal beradaptasi serta tidak diterima dalam pergaulan orang kota.
Belum terlambat untuk membangun kembali kepercayaan dirimu. Percuma kamu jauh-jauh merantau apabila rasa tak percaya diri menghambat langkahmu. Nanti hasil merantau menjadi jauh dari harapan. Inilah cara mengatasi minder saat merantau dari desa ke kota.
1. Ingat bahwa lahir dan besar di desa bukan kehendakmu

Tidak ada calon bayi yang punya kesempatan memilih akan dilahirkan di mana. Desa atau kota sepenuhnya menjadi ketetapan Tuhan. Pun seiring berjalannya waktu, desa bisa berubah makin maju sehingga tak beda jauh dari kota.
Perkembangannya pesat. Akan tetapi, ada pula desa yang masih tidak berubah setelah puluhan tahun. Kalau kampungmu begini, gak usah terlalu dipikirkan. Jangan repot-repot berusaha mengubah hal-hal yang tak bisa diotak-atik olehmu. Apa pun pandangan orang tentang itu.
2. Orang kota punya masalahnya sendiri

Hanya karena orang kota terlihat lebih keren dan sejahtera daripada orang desa, bukan berarti mereka tidak punya masalah. Malah terkadang mereka iri pada orang desa yang masih bisa hidup tenang meski uang yang diperoleh dari pekerjaan lebih kecil. Sementara di kota, biaya hidup lebih tinggi.
Juga gaya hidup yang kadang sukar dihindari. Belum lagi kemacetan parah yang meningkatkan rasa lelah mereka. Ada pula banjir akibat tata kota yang buruk. Dengan seabrek persoalan yang dihadapi orang kota, kebanyakan dari mereka tak cukup peduli tentang daerah asalmu.
3. Orang desa dengan semangat untuk maju sepertimu juga hebat

Memajukan hidup tidak harus dengan merantau ke kota. Kemajuan hidup juga dapat diperjuangkan dari kampung-kampung. Apalagi sekarang dengan adanya internet yang menjangkau begitu banyak desa.
Lokasi bukan lagi kunci untuk kesuksesan. Namun, merantau adalah salah satu tanda bahwa dirimu memiliki semangat untuk memajukan hidup. Ini sikap positif terhadap masa depan sendiri yang perlu dijaga. Jangan sampai rasa minder lantaran kamu berasal dari desa menggagalkan impianmu akan kehidupan yang lebih baik.
4. Kamu bisa karena terbiasa

Di awal kamu menapakkan kaki di kota, segalanya terasa baru dan berbeda. Soal transportasi umum saja sudah membuatmu bingung bahkan agak takut. Dirimu mungkin tidak tahu cara naik MRT atau kereta cepat.
Ketika di kantor atau kampus, kamu pun belum paham cara memakai lift. Bahkan gaya bicara orang kota berbeda denganmu. Mereka juga berjalan lebih terburu-buru serta berusaha lebih cepat sampai ketika berkendara sekalipun macet di mana-mana. Situasi yang lain begini memang bikin gak nyaman, tapi nanti dirimu pasti terbiasa.
5. Jika bingung amati, bertanya, atau cari di internet

Masih dengan contoh naik lift di kantor atau kampus. Di desamu belum ada satu pun bangunan yang memakai lift. Sekadar dirimu hendak membuka pintu lift saja, tak tahu caranya.
Apalagi cara menekan tombol di dalamnya biar kamu gak tiba di lantai yang salah. Jangan takut, ini bisa dipelajari dengan cukup mudah dengan mengandalkan pengamatan. Cobalah untuk berdiri di belakang orang lain.
Lihat tombol mana yang dipencetnya agar pintu lift terbuka dan ia bisa masuk. Kemudian perhatikan lagi tombol yang ditekannya setelah di dalam. Selain pengamatan, kamu pun dapat bertanya langsung kepada orang di sekitarmu atau terlebih dahulu mencarinya melalui internet.
6. Bila ada orang yang mengejek cuekin aja

Ejekan bukan hanya ditujukan kepada orang desa. Orang yang usil bisa mengolok-olok siapa pun dan tentang apa saja. Percuma apabila dirimu terlalu memikirkan serta memasukkan ke dalam hati setiap hinaan yang dilontarkan orang.
Menanggapi mereka, apalagi, hanya akan membuatmu capek. Malah orang yang gemar mengejek bakal tambah senang karena berhasil memancing emosi serta reaksimu. Bersikap cuek dan masa bodoh lebih menghemat energimu. Hanya orang-orang dengan sikap positif yang pantas mendapatkan atensimu.
7. Fokus ke tujuan merantau

Tentu kamu tidak jauh-jauh merantau dari desa ke kota sekadar iseng. Dirimu pasti memiliki tujuan yang sangat penting. Misalnya, bekerja untuk mengubah nasib atau mencari ilmu dengan berkuliah.
Di desamu belum ada kampus sehingga kamu memberanikan diri berkuliah di kota. Pusatkan perhatian serta seluruh energimu pada tujuan tersebut. Jangan biarkan rasa minder dari dalam diri maupun hinaan orang membuatmu kehilangan fokus.
Kamu barangkali memang tidak bisa pura-pura sangat percaya diri ketika pertama kali tinggal di kota. Baik ada orang yang sungguh-sungguh mengejekmu maupun cuma perasaanmu saja. Namun, rasa insecure ini harus dikalahkan supaya keputusanmu merantau tidak sia-sia. Jangan pulang sebelum menang, lalu kamu ogah merantau lagi. Oleh sebab itu, kamu bisa mengatasi minder saat merantau dari desa ke kota melalui beberapa cara di atas, ya!


















