"Seseorang bisa menyebut pengalaman seperti salah memilih pasangan, mengalami fase penampilan yang memalukan, atau membuat keputusan yang disesali sebagai canon event karena pengalaman tersebut dianggap telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya," ungkap Aaron.
Mengenal Istilah Canon Event, Bahasa Slang ala Gen Z

- Istilah canon event berasal dari film Spider-Man: Across the Spider-Verse (2023), yang menggambarkan peristiwa penting dalam perjalanan para Spider-People di berbagai semesta.
- Di media sosial, terutama TikTok, canon event dipakai untuk pengalaman hidup yang sulit dihindari, seperti patah hati, rasa malu, kekecewaan, atau keputusan yang disesali.
- Istilah ini digunakan untuk menceritakan pengalaman sendiri atau orang lain secara bercanda, sebagai bagian dari proses pendewasaan dan pembentukan diri.
Gak akan ada habisnya apabila membicarakan gen Z yang selalu membawa banyak hal baru sebagai tren. Kali ini, datang dari bahasa gaul anak muda, di mana gen Z turut mempopulerkan sejumlah istilah baru di media sosial, salah satunya adalah canon event.
Apakah kamu sudah pernah mendengarnya? Istilah ini biasa digunakan untuk menggambarkan sebuah peristiwa penting dalam kehidupan seseorang yang dianggap sulit dihindari dan dapat membentuk diri mereka di masa depan. Penggunaannya juga sering dikaitkan dengan pengalaman yang menyakitkan, memalukan, atau terasa aneh, tetapi pada akhirnya dianggap sebagai bagian dari proses pendewasaan. Lantas, apa sebenarnya canon event? Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Berasal dari film Spider-Man: Across the Spider-Verse

Ilustrasi penggunaan bahasa gaul "LOL" dalam interaksi warganet di media sosial Istilah canon event berasal dari film Spider-Man: Across the Spider-Verse yang dirilis pada 2023. Dalam film tersebut, canon event merujuk pada peristiwa penting yang dialami para Spider-People di berbagai semesta dan dianggap sebagai bagian dari perjalanan mereka.
Konsep tersebut kemudian dibawa ke media sosial dan digunakan untuk menggambarkan pengalaman di kehidupan nyata. Kieran Press-Reynolds, reporter budaya digital, dikutip dari Insider, menjelaskan bahwa canon event menjadi tren ketika orang-orang membagikan pengalaman penting dalam hidup mereka dan membuat lelucon tentang melihat orang lain mengalami peristiwa serupa.
Dalam penggunaannya di media sosial, canon event tidak selalu merujuk pada kejadian besar. Pengalaman seperti melakukan sesuatu yang memalukan, membuat keputusan yang akhirnya disesali, mengalami patah hati, atau melewati fase tertentu dalam kehidupan juga dapat disebut sebagai canon event.
2. Populer sebagai istilah untuk pengalaman yang sulit dihindari

Ilustrasi bahasa gaul di media sosial (unsplash.com/meghanschiereck) Setelah konsep canon event muncul dalam film, istilah ini semakin populer di media sosial, terutama TikTok. Banyak pengguna menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan pengalaman yang dianggap perlu dilewati seseorang, meskipun pengalaman itu terasa sulit atau memalukan.
Kieran juga menjelaskan bahwa istilah canon event menjadi sangat populer di media sosial. Ia berkata, "Tema yang berulang dalam tren ini melibatkan orang-orang yang memberi label pada peristiwa penting orang lain ketika mereka menyaksikannya".
Penggunaan istilah ini kemudian terasa relatable karena pengalaman yang dibagikan di media sosial merupakan hal yang mungkin pernah dialami banyak orang. Rasa malu, kecewa, patah hati, atau keputusan yang akhirnya disesali sering kali dianggap sebagai bagian dari perjalanan hidup yang dapat membentuk seseorang.
3. Cara menggunakan istilah canon event

ilustrasi media sosial (pexels.com/Bastian Riccardi) Canon event biasanya digunakan ketika seseorang ingin menceritakan pengalaman yang dianggap penting, memalukan, menyakitkan, atau berkesan dalam kehidupannya. Istilah ini juga bisa digunakan ketika melihat orang lain sedang mengalami sebuah pengalaman yang dianggap sebagai bagian dari proses pendewasaan.
Misalnya, ketika seseorang melihat temannya akan melakukan sesuatu yang berpotensi membuatnya malu, mereka bisa mengatakan, "Jangan ikut campur, itu canon event". Kalimat tersebut digunakan secara bercanda untuk menggambarkan bahwa orang tersebut dianggap perlu mengalami kejadian tersebut sendiri.
Menurut Aaron Makelky, influencer sekaligus pakar bahasa gaul, dilansir Wiki How, canon event juga dapat digunakan untuk menceritakan pengalaman yang sudah terjadi di masa lalu.
Istilah canon event merupakan contoh bagaimana budaya populer dapat memengaruhi bahasa yang digunakan di media sosial. Berasal dari konsep dalam Spider-Man: Across the Spider-Verse, istilah ini kemudian digunakan secara lebih luas untuk menggambarkan pengalaman hidup yang dianggap sulit dihindari, tetapi dapat menjadi bagian dari proses seseorang untuk tumbuh dan belajar.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)























