Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Tips Meningkatkan Ketekunan, Lakukan Segala Hal sampai Tuntas

ilustrasi ketekunan
ilustrasi ketekunan (pexels.com/Ksenia Chernaya)
Intinya sih...
  • Temukan sisi asyik dari mengerjakan sesuatu, ubah pandangan tugas sebagai tanggung jawab dan temukan sisi menyenangkan dalam pengerjaannya.
  • Sadari tak ada gunanya pekerjaan yang tidak dituntaskan, tugas harus diselesaikan atau akan menjadi tidak berguna.
  • Kasih reward kecil setiap kamu mampu bertahan, bikin strategi reward setiap beberapa waktu untuk memberikan penguatan saat bekerja.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tekun berarti rajin dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu. Orang yang tekun mampu bertahan dalam tugas yang makan waktu panjang. Dia tidak mudah lelah, bosan, lalu meninggalkan pengerjaan sesuatu.

Termasuk dalam ia menempuh jalan panjang menuju cita-citanya. Tanpa ketekunan, seseorang akan bersikap ogah-ogahan. Dia gak punya konsistensi serta kegigihan dalam berproses. Bagaimana denganmu?

Apakah kamu termasuk pribadi yang tekun atau justru agak pemalas? Semangatmu cuma muncul di awal kemudian gak ada kelanjutannya lagi. Bila demikian, meningkatkan ketekunan bisa dilakukan melalui enam cara berikut ini. Pribadi yang tekun lebih mungkin berhasil mencapai cita-citanya.

1. Temukan sisi asyik dari mengerjakan sesuatu

ilustrasi ketekunan
ilustrasi ketekunan (pexels.com/Michelangelo Buonarroti)

Kalau semua tugas dianggap sebagai beban pasti terasa sangat membosankan. Itu mempersulit kamu buat tekun melakukannya. Dirimu tak hanya ingin buru-buru menyelesaikannya.

Akan tetapi, kamu bakal berusaha meninggalkan tugas itu bahkan sebelum beres. Tidak ada yang mengasyikkan dari memikul beban apa pun. Ubah pandanganmu. Tugas bukan beban melainkan tanggung jawab dan temukan sisi-sisi menyenangkan dalam pengerjaannya.

Misalnya, kamu harus menulis esai yang panjang. Poin-poin isinya sudah ditentukan dan dirimu tidak bisa sembarangan menulis berbagai hal yang tak relevan. Ini dapat membuatmu mudah bosan. Namun, rasakan keasyikan dari mencari variasi kata supaya esai sepanjang itu gak membosankan bagi pembaca.

2. Sadari tak ada gunanya pekerjaan yang tidak dituntaskan

ilustrasi ketekunan
ilustrasi ketekunan (pexels.com/Thirdman)

Dalam pekerjaan apa pun, kamu cuma punya pilihan menyelesaikannya atau gagal total. Kenapa gagal total? Sebab dirimu sudah menggarap separuhnya pun menjadi tidak berguna kalau tak dituntaskan.

Ketika kamu mengerjakan karya seni, misalnya. Bila karyamu selesai tentu orang lain berminat untuk membelinya. Sementara itu, bagaimana dengan karya seni yang cuma separuh jadi? Jangankan ada orang yang mau membelinya.

Kamu saja tahu gak pantas untuk memajang apalagi menawarkannya pada siapa pun. Oleh sebab itu, jangan menjatuhkan nilai kerjamu dengan tak menyelesaikan sesuatu. Tekunlah mengerjakannya sampai kelar karena itulah yang disebut hasil. Pekerjaan yang belum selesai artinya belum ada hasilnya. Semuanya masih dalam proses.

3. Kasih reward kecil setiap kamu mampu bertahan

ilustrasi ketekunan
ilustrasi ketekunan (pexels.com/Annushka Ahuja)

Kamu butuh penguatan lebih banyak daripada orang yang sudah memiliki karakter tekun. Dalam tugas yang berat atau banyak misalnya, waktu pengerjaan bisa sampai seminggu lebih. Dengan kelemahan tidak tekun, sebentar-sebentar dirimu pasti rasanya sudah gak tahan ingin meninggalkannya.

Bikin strategi reward setiap beberapa waktu. Contohnya, kamu bakal mengerjakannya 8 jam per hari. Saban dirimu bisa bertahan 2 jam menggarapnya, kasih hadiah kecil. Misalnya, reward pertama makan buah favoritmu.

Dua jam lagi, hadiahnya buka medsos 5 sampai 10 menit. Dua jam kemudian, reward-nya rebahan sebentar dan seterusnya. Bikin hadiah yang beragam serta menyenangkan untukmu tanpa mengurangi waktu dan fokusmu dalam bekerja.

4. Reward yang lebih besar selepas tugas benar-benar tuntas

ilustrasi ketekunan
ilustrasi ketekunan (pexels.com/Miriam Alonso)

Sebetulnya terselesaikannya suatu tugas hingga tuntas juga sudah amat melegakan. Itulah buah dari ketekunanmu. Akan tetapi, lantaran pada dasarnya kamu kurang tekun, bisa menyelesaikan tugas yang berat merupakan pencapaian luar biasa.

Agar dirimu tambah bersemangat di kemudian hari gak ada salahnya kasih reward yang lebih besar. Berarti bukan sekadar makan buah kesukaan, buka medsos beberapa menit, atau rebahan seperti poin sebelumnya. Hadiah setelah tugas terselesaikan misalnya, pergi main 12 jam penuh.

Anggaplah waktu main yang panjang ini menggantikan jatah mainmu selama kamu harus fokus mengerjakan sesuatu. Terpenting apa pun bentuk imbalannya masih masuk akal. Tidak berlebihan apalagi berakibat buruk untuk diri.

5. Hilangkan gangguan

ilustrasi ketekunan
ilustrasi ketekunan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Orang yang tekun sudah pasti punya daya konsentrasi yang baik. Komitmennya juga tinggi, sehingga meski suatu tugas perlu waktu pengerjaan yang lama, dia tetap mampu bertahan. Fokusnya tak cuma bertahan satu hari. Walaupun sudah terjeda istirahat, makan, dan tidur berkali-kali komitmennya pada tugas gak pudar. Bahkan orang yang tekun betah berproses demi cita-citanya sampai bertahun-tahun.

Ia gak gampang terganggu oleh apa pun. Sementara perhatian kamu yang kurang tekun mudah sekali teralihkan oleh berbagai hal. Bukan hanya distraksi media sosial, tapi juga pengaruh orang.

Seperti ada teman yang bilang agar kamu berhenti saja mengerjakan sesuatu dan mending melakukan hal lain. Kamu bisa tanpa pikir panjang menurutinya. Hindari segala bentuk gangguan yang dapat membuatmu berhenti di tengah jalan. Termasuk dengan dirimu gak ketemuan dulu dengan teman yang kurang suportif.

6. Berteman dengan orang-orang yang tekun

ilustrasi ketekunan
ilustrasi ketekunan (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Fakfor circle juga berpengaruh besar dalam membentuk karaktermu. Bila sejak kamu kecil sampai sekarang dikelilingi orang-orang yang tidak tekun, kemungkinan besar dirimu sama seperti mereka. Bahkan ketekunan dipandang secara negatif di lingkunganmu.

Seperti orang yang tekun belajar disebut culun. Orang yang tekun membaca setiap hari diyakini kuper alias kurang pergaulan dan sebagainya. Mereka menghambat perkembanganmu. Kamu mesti mencari setidaknya satu kawan yang tekun sebagai teladan.

Lebih baik lagi paksa dirimu berada di tengah banyak orang tekun. Meski awalnya kamu bosan parah, lambat laun niscaya ketekunanmu tumbuh. Itu bentuk penyesuaian dirimu di tengah mereka. Teman-teman yang tekun tidak mengubahmu, melainkan kamu yang termotivasi buat mengimbangi.

Ketekunan bisa dibentuk dengan sedikit paksaan. Kalau kamu terlalu santai dan sama sekali gak menekan diri pasti sulit buat tekun. Saat dirimu masih kecil, peran orangtua yang paling besar dalam melatih ketekunanmu. Setelah kamu dewasa, diri sendiri yang mesti melakukannya. Mulai dari sekarang, lakukan beberapa kebiasaan di atas sebagai upayamu meningkatkan ketekunan, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us