Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menunggu Konser, Liburan, sampai Paket Bisa Bikin Excited

3 min read
Menunggu Konser, Liburan, sampai Paket Bisa Bikin Excited
ilustrasi menyiapkan barang sebelum pergi (pexels.com/Vlada Karpovich)
  • Antisipasi setelah membeli tiket konser dapat memunculkan kebahagiaan sejak awal, melalui kegiatan seperti menandai kalender, mencari outfit, dan membayangkan penampilan artis.
  • Menjelang liburan, menyusun itinerary, mencari restoran, serta membagikan rencana perjalanan dapat memberi rasa lega dan pelarian mental dari rutinitas sehari-hari.
  • Psikolog menjelaskan bahwa jarak antara keinginan dan hasil menciptakan nilai emosional; proses menunggu membuat konser, liburan, atau paket terasa lebih memuaskan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kamu baru saja membeli tiket konser yang sebenarnya masih beberapa bulan lagi. Begitu pembayaran berhasil, kamu langsung menyimpan tiketnya, mengirim screenshot ke teman, lalu membuka kalender. Tanggal konser pada layar ponsel kamu beri tanda. Setelah itu, kamu mulai memikirkan hal-hal kecil yang sebelumnya tidak ada di kepala.

Mau pakai outfit apa, berangkat naik apa, dan kalau datang lebih awal nanti mau melakukan apa. Sesekali kamu membuka kembali tiketnya, meskipun tidak ada informasi baru di sana. “Masih lama banget,” gumammu sambil melihat tanggal konser. Namun, justru karena masih lama kamu jadi punya sesuatu yang bisa ditunggu.

Hal yang sama bisa terjadi dengan paket yang baru saja dibeli. Barangnya belum tiba, tetapi kamu sudah beberapa kali mengecek status pengiriman. Ternyata, rasa excited tidak selalu muncul ketika sesuatu akhirnya terjadi. Kadang, menunggu sesuatu yang kamu inginkan bisa terasa menyenangkan.

  1. 1. Baru beli tiket, tetapi rasanya sudah mau berangkat

    ilustrasi menyiapkan pakaian
    ilustrasi menyiapkan pakaian (unsplash.com/sweetpagesco)

    Setelah tiket konser dibeli, tiba-tiba hari-hari terasa punya satu tanggal yang ditunggu. Senin tetap terasa seperti Senin, pekerjaan tetap menumpuk, dan alarm pagi masih menyebalkan. Bedanya, sekarang ada sesuatu yang membuatmu berpikir, “Nanti kalau konsernya sudah dekat”.

    Kamu mulai mencari inspirasi outfit, menonton penampilan penyanyi tersebut di konser lain, sampai ikut membaca kemungkinan setlist. Padahal, belum tentu semua lagu favoritmu akan dibawakan. 

    Menurut David DeSteno, profesor psikologi di Northeastern University, “Saat mendapatkan pengalaman seperti perjalanan ke spa atau tiket konser, ada antisipasi sebelum acara itu berlangsung. Hal tersebut sudah membawa banyak kebahagiaan bagi seseorang, lalu pengalamannya bisa tersimpan dalam ingatan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun,” dikutip dari The Naked Scientists.

    Bagian menyenangkan dari konser ternyata tidak harus menunggu sampai lampu panggung menyala. Jadi, mungkin saja rasa senangmu sebenarnya sudah dimulai sejak hari tiket itu berhasil dibeli.

  2. 2. Liburan belum dimulai, tetapi kamu sudah sibuk membayangkan

    ilustrasi itinerary
    ilustrasi itinerary (unsplash.com/glenncarstenspeters)

    Tiga minggu sebelum keberangkatan, koper masih teronggok di sudut kamar. Belum ada satu pakaian pun yang masuk. Namun, bookmark di ponsel sudah bertambah banyak. Ada restoran yang ingin dicoba, tempat wisata yang harus didatangi, sampai kedai kopi yang ditemukan secara tidak sengaja ketika scrolling media sosial.

    Kamu pun mulai menyusun itinerary, mengirimkannya ke teman seperjalanan, lalu mengubahnya lagi karena menemukan tempat baru. Hal-hal kecil itu membuat liburan terasa lebih dekat meskipun tanggalnya belum tiba. 

    Menurut Martin Tušl, peneliti postdoktoral di bidang psikologi kerja pada Departemen Kesehatan Publik dan Global, Universitas Zurich, “Menantikan waktu untuk beristirahat bisa memberikan rasa lega bahkan jauh sebelum liburan benar-benar dimulai. Bayangan tentang liburan sering kali menjadi semacam pelarian mental dari stres dan rutinitas sehari-hari,” dikutip dari University of Zurich.

  3. 3. Menunggu membuat sesuatu yang akan datang terasa lebih spesial

    Ilustrasi menunggu waktu yang tepat
    Ilustrasi menunggu sesuatu (pexels.com/BOOM 💥)

    Bayangkan kalau konser langsung dimulai beberapa menit setelah tiket dibeli. Tidak ada waktu untuk menghitung mundur, memilih outfit, atau membicarakannya dengan teman. Begitu pula kalau liburan datang tanpa perlu direncanakan atau paket langsung muncul di depan pintu setelah checkout. Mungkin tetap menyenangkan, tetapi ada satu bagian yang hilang, yaitu penantian.

    Menurut Dinakar Jethva, seorang psikolog perilaku, “Jarak antara keinginan dan mendapatkan sesuatu menciptakan nilai emosional. Antisipasi membuat hasil akhirnya terasa lebih memuaskan,” dikutip dari Deccan Chronicle.

    Selama menunggu, kamu punya kesempatan untuk membayangkan apa yang akan terjadi. Kamu bisa membuat rencana, membicarakannya dengan orang lain, dan menikmati rasa penasaran yang muncul sedikit demi sedikit.

    Jadi kalau sekarang kamu sedang menghitung hari menuju konser, membuka itinerary untuk kesekian kalinya, atau mengecek status paket padahal baru lima menit lalu melihatnya, mungkin tidak perlu merasa terlalu tidak sabar. Bisa jadi, kamu memang sedang menikmati bagian dari pengalaman itu sebelum pengalaman yang sebenarnya dimulai.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More