Lebaran identik dengan kebahagiaan, silaturahmi, dan kehangatan keluarga. Namun bagi sebagian orang, hari raya justru datang bersamaan dengan rasa kehilangan yang masih terasa segar. Kebiasaan lama yang kini hanya tinggal kenangan dapat membuat suasana Lebaran terasa berbeda.
Di tengah duka seperti itu, muncul pertanyaan yang sering menghantui hati, bolehkah tetap merasa bahagia? Apakah tersenyum dan merayakan hari raya berarti melupakan orang yang telah pergi? Kenyataannya, duka dan kebahagiaan tidak selalu harus saling meniadakan. Keduanya bisa hadir bersamaan, sebagai bagian dari perjalanan emosional manusia. Simak penjelasannya di bawah ini, yuk!
